Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Mahkamah Konstitusi Pastikan Keamanan Rapat "Hakim Dilarang Bawa Ponsel"

K
Khoirul AnsoriEditor: Khoirul Ansori
|22:20 WIB
Bagikan:
Mahkamah Konstitusi Pastikan Keamanan Rapat "Hakim Dilarang Bawa Ponsel"
Mahkamah Konstitusi Pastikan Keamanan Rapat "Hakim Dilarang Bawa Ponsel"

PASUNDAN EKSPRES - Berita tentang Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang diduga menelpon hakim Mahkamah Konstitusi (MK) untuk menanyakan putusan sengketa Pilpres 2024 sempat menjadi pembicaraan hangat. Namun, juru bicara MK, Fajar Laksono, mengatakan bahwa dia tidak tahu mengenai hal tersebut. "Saya enggak tahu. Silakan tanya kepada yang memberikan informasi itu," kata Fajar saat ditemui di Gedung MK, Jakarta Pusat, pada Jumat, 19 April 2024.

Meski demikian, Fajar memastikan bahwa MK sudah memiliki mekanisme untuk menjaga kerahasiaan rapat permusyawaratan hakim (RPH), sehingga risiko kebocoran putusan sebelum diumumkan dapat diminimalisir. "Saya memastikan bahwa mekanisme yang kami terapkan meminimalisir hal itu (kebocoran putusan)," jelas Fajar.

Fajar juga memaparkan langkah-langkah yang diambil untuk menjaga kerahasiaan RPH. Rapat tersebut dilaksanakan di ruang khusus yang tidak sembarangan orang boleh masuk, bahkan untuk naik ke lantai itu pun harus mendapatkan izin. Selain itu, hakim yang ikut dalam RPH dilarang membawa ponsel atau alat komunikasi lainnya ke dalam ruang rapat. "Ini cara kami untuk memastikan bahwa apa pun yang terjadi di ruang RPH tidak bocor sebelum putusan diumumkan," jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa tidak ada orang di luar MK yang tahu apa yang terjadi selama RPH berlangsung. Fajar bahkan menyebut dirinya sendiri tidak tahu apa yang dibahas di dalam rapat. MK dijadwalkan akan mengumumkan putusan sengketa hasil pemilihan umum (PHPU) Pilpres pada Senin, 22 April 2024, sekitar pukul 09.00.

Saat ini, rapat RPH masih terus berlangsung. Delapan hakim konstitusi sedang membahas putusan dan dijadwalkan melakukan rapat hingga Minggu, 22 April 2024. Hakim-hakim yang mengikuti RPH adalah Suhartoyo, Saldi Isra, Arief Hidayat, Enny Nurbaningsih, Daniel Yusmic Pancastaki Foekh, M. Guntur Hamzah, Ridwan Mansyur, dan Arsul Sani. 

Adapun Anwar Usman, mantan Ketua MK, tidak ikut dalam pembahasan sengketa hasil Pilpres karena ia dinyatakan melakukan pelanggaran etik berat. Hal ini sesuai dengan putusan Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) nomor 2/MKMK/L/11/2023. Dengan kondisi tersebut, proses RPH dilakukan oleh delapan hakim yang tersisa.

Berita Terbaru

Bukan Sekadar Fun Run, Subang Culturun 2026 Gabungkan Olahraga dan Wisata

Bukan Sekadar Fun Run, Subang Culturun 2026 Gabungkan Olahraga dan Wisata

Subang24 menit lalu
Baru Sehari, Subang Wedding Festival Catat Transaksi Rp852 Juta

Baru Sehari, Subang Wedding Festival Catat Transaksi Rp852 Juta

Subang2 jam lalu
Koran dan Media Online Pasundan Ekspres Raih Penghargaan SPS Awards 2026

Koran dan Media Online Pasundan Ekspres Raih Penghargaan SPS Awards 2026

Headline3 jam lalu
Persib Bandung Jadi Tim Terbaik Fase Grup, Cuma Butuh 1 Poin untuk Kunci Juara Grup E!

Persib Bandung Jadi Tim Terbaik Fase Grup, Cuma Butuh 1 Poin untuk Kunci Juara Grup E!

Olahraga4 jam lalu
Jadwal Libur November 2026: Ini Daftar Tanggal Merahnya

Jadwal Libur November 2026: Ini Daftar Tanggal Merahnya

Nasional5 jam lalu
Mengenal Teknologi Penyadapan LIMS yang Diduga Digunakan Listyo Sigit Cs untuk Sadap Presiden Prabowo

Mengenal Teknologi Penyadapan LIMS yang Diduga Digunakan Listyo Sigit Cs untuk Sadap Presiden Prabowo

Nasional6 jam lalu
Rute ke Pasir Panyileukan Ciater Subang dari Jakarta, Kawasan Wisata Baru yang Diresmikan KDM

Rute ke Pasir Panyileukan Ciater Subang dari Jakarta, Kawasan Wisata Baru yang Diresmikan KDM

Subang7 jam lalu
Kabar Baik! Pemerintah Umumkan Rekrutmen CPNS Mulai November 2026

Kabar Baik! Pemerintah Umumkan Rekrutmen CPNS Mulai November 2026

Nasional8 jam lalu
Prakiraan Cuaca Hari Ini di Subang Sabtu 7 November 2026, Cek Sekarang!

Prakiraan Cuaca Hari Ini di Subang Sabtu 7 November 2026, Cek Sekarang!

Lifestyle9 jam lalu
Wamen Ossy Laporkan Progres Dukungan Kementerian ATR/BPN dalam Percepatan Pembangunan KSPEAN di Empat Provinsi Prioritas

Wamen Ossy Laporkan Progres Dukungan Kementerian ATR/BPN dalam Percepatan Pembangunan KSPEAN di Empat Provinsi Prioritas

Nasional19 jam lalu