Kasus TBC di Subang Tinggi, Simak Cara Pencegahannya

SUBANG–Kasus tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Subang menjadi sorotan. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Subang, sepanjang tahun 2024 tercatat lebih dari 6.000 orang terjangkit TBC.
Yang mengkhawatirkan, temuan kasus TBC pada anak juga cukup tinggi, yaitu lebih dari 1.800 orang.
Dokter Spesialis Paru RS Hamori, dr. Pandu Mahesa, Sp.P., menjelaskan TBC adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis.
“Penyakit ini terutama menyerang paru-paru, namun bisa juga mengenai organ lain seperti ginjal, tulang, dan otak. TBC menyebar melalui udara ketika orang yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara,” jelasnya.
Adapun gejala utama TBC meliputi: Batuk lebih dari dua minggu,Batuk berdarah, Nyeri dada, Demam dan berkeringat malam, Penurunan berat badan tanpa sebab jelas, Kelelahan berlebihan.
Menurutnya, orang dengan daya tahan tubuh lemah, seperti penderita HIV/AIDS, lebih rentan tertular TBC.
Untuk mencegah penularan TBC, dr. Pandu menyarankan beberapa langkah berikut: Vaksinasi BCG untuk mencegah infeksi TBC pada anak.
Menutup mulut dan hidung dengan masker atau sapu tangan saat batuk/bersin. Menjaga gaya hidup sehat dengan pola makan bergizi, tidur cukup, dan rutin berolahraga.
“Jika terdiagnosis TBC, penting untuk menyelesaikan seluruh rangkaian pengobatan sesuai waktu dan dosis yang dianjurkan,” tegasnya.
Pengobatan TBC umumnya berlangsung minimal enam bulan dan harus menggunakan obat yang diresepkan dokter.
“Menghentikan pengobatan sebelum waktunya bisa menyebabkan bakteri kebal terhadap obat, sehingga pengobatan menjadi lebih sulit,” tambahnya.(fsh/ded)
