KDKMP Kasomalang Wetan Fokus Bangun Gerai Koperasi

PASUNDANEKSPRES.ID - KDKMP Kasomalang Wetan mulai memetakan berbagai program prioritas untuk memperkuat ekonomi masyarakat desa.
Ketua KDKMP Kasomalang Wetan, Okke Gustian Akbar, mengatakan koperasi tersebut diproyeksikan menjadi pusat penggerak ekonomi desa yang menyentuh langsung sektor riil masyarakat.
Fokus Pengembangan KDKMP Kasomalang Wetan
Menurut Okke, terdapat tiga pilar utama yang menjadi fokus pengembangan KDKMP Kasomalang Wetan, yakni pembangunan gerai koperasi, penguatan ketahanan pangan berbasis budidaya produktif, serta pemberdayaan anggota koperasi.
“Saat ini prioritas fisik yang sedang berjalan adalah pembangunan gerai koperasi di area perumahan. Gerai ini nantinya menjadi pusat distribusi kebutuhan pokok masyarakat sekaligus etalase produk lokal UMKM warga,” ujar Okke kepada wartawan Pasundan Ekspres pada Senin (18/5/2026).
Selain sektor ritel, pihaknya juga tengah menyiapkan pengembangan sektor ketahanan pangan berbasis teknologi komunitas. Salah satu rencana yang akan dikembangkan yakni budidaya ikan nila dengan sistem bioflok skala produktif.
“Kami merencanakan pengembangan budidaya ikan nila sistem bioflok dengan target puluhan kolam produktif. Harapannya ini bisa menjadi sumber pendapatan mandiri koperasi sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi warga,” katanya.
Tak hanya itu, KDKMP juga ingin membangun ekosistem usaha terintegrasi di desa. Dalam konsep tersebut, anggota koperasi tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga dilibatkan sebagai pemasok maupun pengelola unit usaha.
Okke menegaskan, keberadaan koperasi desa harus mampu memberikan manfaat nyata bagi petani. Sebagai wilayah agraris, menurutnya KDKMP akan kehilangan relevansi jika tidak berpihak pada kebutuhan masyarakat tani.
Ia menjelaskan, koperasi nantinya akan mengambil peran dalam penyediaan sarana produksi pertanian seperti pupuk, bibit, hingga obat-obatan pertanian dengan harga terjangkau. Bahkan, sistem pembayaran pasca panen atau yarnen juga direncanakan diterapkan.
“Kami ingin petani lebih ringan dalam menjalankan usaha pertaniannya. Jadi kebutuhan pupuk, bibit, dan lainnya bisa dibantu koperasi dengan sistem yang memudahkan petani,” jelasnya.
Selain itu, koperasi juga akan berperan sebagai penyerap hasil panen atau offtaker bagi petani dan peternak lokal. Dengan begitu, masyarakat tidak lagi terlalu bergantung kepada tengkulak yang kerap memainkan harga pasar.
“Koperasi akan menjadi pembeli pertama hasil tani dan ternak masyarakat dengan harga yang lebih adil. Ini penting supaya petani punya kepastian pasar,” ungkap Okke.
Potensi UMKM juga menjadi perhatian serius KDKMP Kasomalang Wetan. Menurutnya, banyak produk lokal warga yang sebenarnya memiliki kualitas baik, terutama di sektor olahan pangan, kerajinan, dan produk kreatif. Namun pengembangannya masih terkendala modal, kemasan, dan pemasaran.
Untuk itu, KDKMP berencana menjadikan gerai koperasi sebagai pusat display produk UMKM lokal sekaligus membantu pemasaran digital agar produk warga bisa dikenal lebih luas.
“Kami ingin produk-produk UMKM Kasomalang Wetan bisa dipasarkan lebih luas, termasuk melalui media digital dan tren pemasaran kreatif,” katanya.
Okke juga menyadari adanya kekhawatiran masyarakat bahwa koperasi desa hanya akan menjadi program seremonial tanpa dampak nyata. Karena itu, pihaknya menegaskan akan fokus pada perputaran usaha dan pengelolaan profesional.
“Agar koperasi tidak hanya ramai saat peresmian, kami fokus pada cashflow riil, transparansi manajemen, profesionalisme pengelola, dan keterlibatan aktif anggota,” tegasnya.
Menurutnya, keberhasilan koperasi sangat bergantung pada kepercayaan masyarakat dan kemampuan pengurus menjalankan usaha secara sehat dan terbuka.
Di sisi lain, program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai menjadi peluang besar bagi koperasi desa. Okke menyebut kebutuhan bahan pangan dalam program tersebut sangat besar dan dapat menjadi pasar potensial bagi hasil produksi masyarakat desa.
“Program MBG ini peluang emas. KDKMP Kasomalang Wetan ingin memposisikan diri sebagai pemasok utama bahan pangan untuk satuan pelayanan MBG di wilayah sekitar,” pungkasnya.(hdi/ysp)
