Kembangkan Kemampuan Siswa, SMP IT Al-Majid Subang Perkuat Pembelajaran Bahasa Mandarin

SUBANG-SMP IT Al-Majid Subang terus mengembangkan kemampuan bahasa asing siswa melalui program pembelajaran bahasa Mandarin yang dilaksanakan secara rutin setiap Jumat. Program ini menjadi salah satu upaya sekolah untuk membekali peserta didik dengan keterampilan komunikasi yang relevan dengan perkembangan zaman.
Kepala SMP IT Al-Majid Subang, Siti Sari Fitriani, mengatakan pembelajaran bahasa Mandarin telah berjalan dengan melibatkan siswa dari sejumlah tingkat kelas. Sekolah juga melakukan asesmen untuk mengidentifikasi peserta didik yang memiliki kemampuan dan potensi lebih menonjol dalam mempelajari bahasa tersebut.
"Untuk pembelajaran bahasa Mandarin, kami sudah melaksanakannya setiap Jumat. Ada 21 siswa terpilih berdasarkan hasil asesmen, terutama dari kemampuan pelafalan dan kecepatan membaca," ungkapnya.
Sebanyak 21 siswa tersebut mendapatkan perhatian lebih melalui kelas tambahan agar kemampuan mereka dapat berkembang secara maksimal. Pemilihan peserta dilakukan berdasarkan hasil penilaian, sehingga pembelajaran lanjutan dapat disesuaikan dengan kemampuan masing-masing siswa.
Siti menjelaskan, pembelajaran reguler bahasa Mandarin dilaksanakan pada Jumat pagi hingga menjelang siang. Sementara itu, siswa yang masuk kelompok terpilih memperoleh pendalaman materi tambahan pada Jumat sore setelah salat Asar hingga pukul 17.00 WIB.
Menurutnya, kelas tambahan tersebut dirancang untuk memperkuat penguasaan materi, khususnya dalam pelafalan dan kelancaran membaca. Dengan waktu belajar yang lebih terarah, siswa diharapkan semakin percaya diri saat mempraktikkan bahasa Mandarin.
Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya sekolah membangun pembelajaran bahasa asing secara berkelanjutan. Antusiasme siswa menjadi salah satu faktor yang mendorong pihak sekolah untuk terus mengembangkan metode pembelajaran agar lebih menarik dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Meski demikian, pengembangan program masih dilakukan secara bertahap. Sekolah mempertimbangkan kebutuhan tenaga pengajar agar pendampingan dapat berjalan efektif, terutama apabila jumlah siswa yang mengikuti pembelajaran intensif semakin bertambah.
Siti menyebutkan, penambahan guru menjadi salah satu kemungkinan yang akan dipertimbangkan ke depan. Dengan dukungan tenaga pengajar yang memadai, sekolah berharap pembelajaran bahasa Mandarin tidak hanya terpusat pada kelompok siswa terpilih, tetapi juga dapat dikembangkan sesuai kapasitas dan kesiapan sekolah.
Ia berharap penguasaan bahasa Mandarin dapat menjadi bekal tambahan bagi siswa dalam menghadapi tantangan pendidikan dan persaingan di masa depan. "Melalui program tersebut, SMP IT Al-Majid Subang berupaya menciptakan pengalaman belajar yang lebih beragam sekaligus membuka peluang bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan bahasa asing sejak dini," pungkasnya.(znl/sep)
