Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Pabrik BYD di Subang Green City: Investasi Besar yang Mendorong Industri Mobil Listrik Indonesia

D
Dobi MaulanaEditor: Dobi Maulana
|21:00 WIB
Bagikan:
Pabrik BYD di Subang Green City: Investasi Besar yang Mendorong Industri Mobil Listrik Indonesia
Pembangunan Pabrik BYD Indonesia di Subang, Jawa Barat

PASUNDANEKSPRES.ID - Pabrik BYD di Subang Green City menjadi salah satu proyek investasi terbesar di sektor kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Indonesia.

Produsen otomotif asal China tersebut memilih kawasan Subang Smartpolitan Green, Smart and Sustainable City di Kabupaten Subang, Jawa Barat, sebagai lokasi pembangunan fasilitas manufaktur yang akan menjadi basis produksi kendaraan listrik untuk pasar domestik maupun ekspor.

Keputusan ini memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat industri kendaraan listrik di Asia Tenggara.

Selain didukung oleh pasar otomotif yang besar, Indonesia juga memiliki cadangan nikel yang melimpah sebagai bahan baku utama baterai kendaraan listrik.

Mengapa BYD Memilih Subang Green City?

Ada beberapa alasan yang membuat BYD menjatuhkan pilihan pada kawasan Subang Smartpolitan, antara lain:

  1. Lokasinya strategis dan terhubung dengan Jalan Tol Cipali.
  2. Dekat dengan Pelabuhan Patimban yang menjadi pusat ekspor kendaraan.
  3. Memiliki akses menuju Bandara Internasional Kertajati.
  4. Infrastruktur kawasan industri telah dirancang dengan konsep hijau dan berkelanjutan.
  5. Mendukung pengembangan ekosistem industri otomotif modern.

Faktor-faktor tersebut dinilai mampu meningkatkan efisiensi distribusi kendaraan sekaligus memperkuat rantai pasok industri otomotif nasional.

Berdiri di Atas Lahan Lebih dari 108 Hektare

BYD menjadi tenant terbesar pertama di kawasan Subang Smartpolitan dengan luas lahan mencapai lebih dari 108 hektare.

Area tersebut akan digunakan untuk membangun fasilitas produksi kendaraan listrik, pusat riset dan pengembangan (R&D), area pelatihan tenaga kerja, hingga fasilitas pendukung yang menerapkan teknologi hemat energi.

Nilai investasi proyek ini diperkirakan mencapai sekitar US$1 miliar dengan kapasitas produksi yang ditargetkan mencapai 150.000 unit kendaraan listrik per tahun ketika telah beroperasi penuh.

Target Operasional Pabrik BYD

Pembangunan pabrik terus berjalan dan ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2026. Setelah fasilitas ini beroperasi, kendaraan BYD yang dipasarkan di Indonesia tidak lagi sepenuhnya bergantung pada impor dari China, melainkan diproduksi secara lokal.

Produksi lokal juga diharapkan meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), sehingga memperkuat daya saing industri otomotif nasional sekaligus mendukung program pemerintah dalam pengembangan kendaraan listrik.

Dampak Positif bagi Ekonomi Daerah

Kehadiran pabrik BYD diperkirakan memberikan berbagai manfaat bagi Kabupaten Subang dan sekitarnya, di antaranya:

  1. Membuka ribuan lapangan kerja baru.
  2. Mendorong pertumbuhan UMKM sebagai pemasok industri.
  3. Menarik investasi lanjutan dari perusahaan komponen otomotif.
  4. Meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar kawasan industri.
  5. Mempercepat pembangunan infrastruktur daerah.

Efek berganda (multiplier effect) dari investasi ini diperkirakan akan dirasakan tidak hanya oleh Subang, tetapi juga wilayah Jawa Barat secara keseluruhan.

Mendukung Target Kendaraan Listrik Nasional

Pemerintah Indonesia tengah mendorong percepatan penggunaan kendaraan listrik untuk mengurangi emisi karbon dan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Kehadiran pabrik BYD menjadi salah satu investasi strategis yang mendukung target tersebut.

Selain memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri, fasilitas produksi di Subang juga diproyeksikan menjadi basis ekspor kendaraan listrik ke berbagai negara di kawasan Asia Tenggara dan pasar internasional lainnya.

Berita Terbaru

HP Infinix Terbaru 2026 dari Rp1 Jutaan hingga Rp12 Jutaan, Ini Daftarnya

HP Infinix Terbaru 2026 dari Rp1 Jutaan hingga Rp12 Jutaan, Ini Daftarnya

Lifestyle33 menit lalu
Rumah123 Ungkap Tren Rumah Tapak di Subang, Harga Penawaran Tembus Rp1,5 Miliar

Rumah123 Ungkap Tren Rumah Tapak di Subang, Harga Penawaran Tembus Rp1,5 Miliar

Lifestyle1 jam lalu
Polda Metro Jaya Hapus Postingan Sumpah Pemuda di Instagram? Ini Informasi yang Beredar

Polda Metro Jaya Hapus Postingan Sumpah Pemuda di Instagram? Ini Informasi yang Beredar

Nasional1 jam lalu
Subang Fest Vol.15 Kembali Digelar Akhir Oktober, Gandeng Komunitas Otomotif

Subang Fest Vol.15 Kembali Digelar Akhir Oktober, Gandeng Komunitas Otomotif

Lifestyle2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Green Policing di Cidadap, Kapolsek Pagaden Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Green Policing di Cidadap, Kapolsek Pagaden Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Subang2 jam lalu
Daftar Lengkap HP OPPO Terbaru 2026, Cek Spesifikasi dan Harga Oktober

Daftar Lengkap HP OPPO Terbaru 2026, Cek Spesifikasi dan Harga Oktober

Lifestyle2 jam lalu
Angkat Kisah Aktivis 1998, Penonton Film Laut Bercerita Tembus 184 Ribu di Hari Pertama

Angkat Kisah Aktivis 1998, Penonton Film Laut Bercerita Tembus 184 Ribu di Hari Pertama

Lifestyle3 jam lalu
Pertamina Targetkan 500 Ribu Liter Minyak Jelantah untuk Bahan Baku Bioavtur

Pertamina Targetkan 500 Ribu Liter Minyak Jelantah untuk Bahan Baku Bioavtur

Nasional3 jam lalu
Usulan WFA saat Libur Nataru 2026 untuk Urai Kemacetan, Kemenhub Bidik 3 Tanggal Ini

Usulan WFA saat Libur Nataru 2026 untuk Urai Kemacetan, Kemenhub Bidik 3 Tanggal Ini

Nasional3 jam lalu
Capai Rp 158 Miliar, Pemerintah Beri Bonus untuk Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026

Capai Rp 158 Miliar, Pemerintah Beri Bonus untuk Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026

Nasional3 jam lalu