Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Ponpes Pagelaran III Subang Pertahankan Tradisi Tafsir Al-Jalalain Sejak 1962

E
EgiEditor: ilham wahyu alam
|19:30 WIB
Bagikan:
Ponpes Pagelaran III Subang Pertahankan Tradisi Tafsir Al-Jalalain Sejak 1962
Ponpes Pagelaran III Subang Pertahankan Tradisi Tafsir Al-Jalalain Sejak 1962

SUBANG-Bulan Ramadan selalu membawa nuansa yang khas di Pondok Pesantren Pagelaran III, sebuah pesantren yang telah berdiri sejak tahun 1962 dan tetap mempertahankan tradisi keilmuannya. 

Salah satu yang menjadi ciri khasnya adalah pengajian Tafsir Al-Jalalain, kitab tafsir Al-Qur'an legendaris yang pertama kali disusun oleh Jalaluddin Al-Mahalli pada tahun 1459 dan disempurnakan oleh Jalaluddin As-Suyuthi setelahnya.

Di tengah arus modernisasi dan perubahan pola pendidikan, Ponpes Pagelaran III tetap memegang teguh tradisi keilmuannya. Apa yang membuat pengajian ini begitu istimewa? Simak kisahnya berikut!

Pimpinan Pondok Pesantren Pagelaran III, KH. Asep Asrofil Alam menyatakan, bahwa setiap bulan Ramadan, kegiatan di pesantren berubah kegiatan reguler di stop menjadi lebih fokus pada kajian khusus bertema Ramadan. "Di Pesantren Pagelaran III ini ada khasnya. Selama Ramadan, pengajiannya fokus pada Tafsir Al-Jalalain. Ini sudah menjadi tradisi sejak pesantren ini berdiri pada tahun 1962," jelas KH. Asep.

Pengajian ini bukan hanya sekadar rutinitas biasa, melainkan kegiatan spesial yang sudah berjalan lebih dari enam dekade. Bahkan, dahulu pengajian ini dilakukan secara intensif dari pagi hingga malam. "Dulu dari pagi sampai Dzuhur, setelah Dzuhur lanjut lagi sampai malam, setelah Tarawih pun tetap belajar. Tapi sekarang karena santri masih harus mengikuti sekolah formal, maka jadwalnya dimulai setelah Dzuhur," tambahnya.

Tradisi ini ternyata tidak hanya diikuti oleh para santri, melainkan juga oleh para ajengan, kyai, dan ulama dari luar daerah. Bahkan, sebelum pendidikan formal berkembang seperti sekarang, pengajian pasaran ini begitu ramai, hingga peserta datang dari luar Jawa Barat untuk turut serta dalam kajian tafsir yang digelar di pesantren ini. "Bahkan yang belajar di sini bukan hanya santri biasa, tapi juga para ajengan dan kyai dari berbagai daerah yang khusus datang untuk memperdalam Tafsir Al-Jalalain," ungkapnya.

Tidak hanya pengajian Tafsir Al-Jalalain, selama Ramadan Ponpes Pagelaran III juga menambah satu kitab lain dalam kajiannya, yaitu Ta’lim Muta’allim—sebuah kitab yang membahas tentang adab dan etika dalam menuntut ilmu.

Selain itu, para santri juga menghidupkan malam-malam Ramadan dengan berbagai aktivitas ibadah, di antaranya: Tadarus Al-Qur’an, Hafalan Al-Qur’an, Pengajian Sebelum Buka (Pesbuk) 

Di bulan penuh berkah ini, Pondok Pesantren Pagelaran III tidak hanya fokus pada kajian keilmuan, tetapi juga menjalankan program sosial. Salah satu agenda penting yang selalu dilakukan adalah menyalurkan bantuan sosial kepada anak yatim. "Kami menyalurkan bantuan kepada sekitar 250 anak yatim di seluruh Kabupaten Subang, yang dikoordinasikan oleh daerah masing-masing," ujarnya.

Program ini menjadi wujud kepedulian sosial pesantren dalam menyebarkan manfaat kepada masyarakat luas, sesuai dengan nilai-nilai Islam yang menekankan pentingnya berbagi dan membantu sesama. 

Meski dunia terus berubah dan pendidikan formal kini lebih mendominasi, Ponpes Pagelaran III tetap konsisten mempertahankan warisan intelektual Islam klasik. Keberadaan pengajian Tafsir Al-Jalalain yang masih bertahan hingga kini membuktikan pesantren ini bukan hanya tempat belajar, tetapi juga pusat pelestarian ilmu Islam yang berharga.

Tradisinya yang tetap hidup, Ponpes Pagelaran III bukan hanya mencetak santri yang cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki pemahaman agama yang kuat dan jiwa sosial yang tinggi.

Di era digital ini, tradisi keilmuan pesantren seperti ini layak menjadi inspirasi, bahwa warisan ilmu para ulama terdahulu harus tetap dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.(hdi/sep)

Berita Terbaru

Nusron Wahid Mangkir dari Panggilan KPK, Agenda Internal jadi Alasan

Nusron Wahid Mangkir dari Panggilan KPK, Agenda Internal jadi Alasan

Nasional7 menit lalu
7 Pria Diduga Bawa Kabur Mesin ATM di India, Uangnya Rp90 Jutaan

7 Pria Diduga Bawa Kabur Mesin ATM di India, Uangnya Rp90 Jutaan

Headline11 menit lalu
80 Ribu Anak di Bawah 10 Tahun Terpapar Judi Online, Komdigi Ungkap Langkah Pemerintah

80 Ribu Anak di Bawah 10 Tahun Terpapar Judi Online, Komdigi Ungkap Langkah Pemerintah

Nasional24 menit lalu
Ribuan Lowongan Kerja Buka Di Bursa Kerja Online Subang, Gubernur KDM Ajak Pencari Kerja Daftar Lewat Aplikasi Nyari Gawe!

Ribuan Lowongan Kerja Buka Di Bursa Kerja Online Subang, Gubernur KDM Ajak Pencari Kerja Daftar Lewat Aplikasi Nyari Gawe!

Subang28 menit lalu
ADVERTISEMENT
Retribusi Parkir Subang Baru 33 Persen dari Target Rp1,5 Miliar, Ini Kendalanya

Retribusi Parkir Subang Baru 33 Persen dari Target Rp1,5 Miliar, Ini Kendalanya

Subang32 menit lalu
Bulan Imunisasi Kejar Subang Fokus Lengkapi Dosis Anak, DPT-HB-Hib Jadi Prioritas

Bulan Imunisasi Kejar Subang Fokus Lengkapi Dosis Anak, DPT-HB-Hib Jadi Prioritas

Subang57 menit lalu
Karhutla Meluas di Kalimantan Tengah, Orang Utan Berbobot 56 Kg Alami Luka di Tangan dan Kaki

Karhutla Meluas di Kalimantan Tengah, Orang Utan Berbobot 56 Kg Alami Luka di Tangan dan Kaki

Nasional57 menit lalu
Baru Pengambilan Nomor Urut Sudah Ricuh, DPRD Subang Ingatkan Pengawasan Pilkades di Subang Diperkuat

Baru Pengambilan Nomor Urut Sudah Ricuh, DPRD Subang Ingatkan Pengawasan Pilkades di Subang Diperkuat

Headline1 jam lalu
Digitalisasi Pariwisata di Purwakarta, Permudah Transaksi bagi Wisatawan

Digitalisasi Pariwisata di Purwakarta, Permudah Transaksi bagi Wisatawan

Purwakarta1 jam lalu
Bapperida Dukung Riset BRIN, Hidrolisat Ikan ASIKA Siap Diuji untuk Penanganan Stunting di Subang

Bapperida Dukung Riset BRIN, Hidrolisat Ikan ASIKA Siap Diuji untuk Penanganan Stunting di Subang

Headline1 jam lalu