Sulap Matematika Jadi Petualangan Seru! Dosen POLSUB Rilis Game Edukasi Berbasis AI untuk Siswa SMPN 1 Cibogo

PASUNDANEKSPRES.ID, SUBANG - Stigma bahwa matematika adalah pelajaran yang membosankan, menakutkan, dan bikin stres tampaknya akan segera sirna. Lewat tangan dingin para akademisi Politeknik Negeri Subang (POLSUB), sistem pembelajaran numerasi yang kaku kini disulap menjadi sebuah petualangan interaktif berbasis Kecerdasan Buatan (AI) yang sangat menyenangkan.
Gebrakan inovatif ini datang dari tim dosen Jurusan Teknologi Informasi dan Komputer (TIK) POLSUB yang diketuai oleh Mohammad Iqbal bersama rekan dosen Slamet Rahayu, serta dua mahasiswa cerdas, Faiq Raihan Musyaffa dan Alya Maratun Jamilah, tim ini sukses mengembangkan Smart AI Learning dan sebuah game matematika yang dirancang khusus menyesuaikan gaya belajar setiap individu (personalisasi).
Inovasi mutakhir yang didanai oleh Program Penelitian Kompetitif Internal P2V POLSUB Tahun 2026 ini langsung diuji coba dan diimplementasikan kepada siswa-siswi Kelas VII SMPN 1 Cibogo, Kabupaten Subang, pada Kamis (22/10/2026).
Penelitian ini tidak lahir dari ruang hampa, melainkan sebagai respons atas kondisi darurat numerasi yang tergambar dari hasil survei PISA 2022, di mana skor literasi matematika pelajar Indonesia masih jauh di bawah rata-rata global.
Kondisi tersebut selaras dengan temuan lapangan tim POLSUB di SMPN 1 Cibogo. Berdasarkan hasil wawancara dengan pihak sekolah, terungkap bahwa siswa masih sangat lemah dalam penyelesaian soal numerasi, yang dibuktikan dengan rendahnya rata-rata nilai ujian.
"Kondisi ini diperparah oleh stigma negatif bahwa matematika itu membebani. Dari observasi kami, sebagian besar siswa merasa bosan dan stres. Di sisi lain, metode pengajaran guru masih konvensional dan cenderung menggunakan pola one size fits all (satu metode untuk semua), tanpa mempertimbangkan karakteristik belajar masing-masing anak yang berbeda," papar Iqbal.
Legend of Math Knight: Petualangan Menyelamatkan Nilai Matematika
Menjawab tantangan tersebut, tim POLSUB merancang solusi komprehensif dua arah, baik untuk siswa maupun guru. Bagi siswa, mereka menghadirkan game petualangan 2D epik bertajuk Legend of Math Knight.
Dengan sentuhan Game Engine Unity, materi hitungan bilangan bulat yang biasanya monoton diubah menjadi enam level petualangan menegangkan: Hutan Bilangan, Pasar Anomali, Rumah Pohon, Goa Faktor, Jalur Markas, dan Kerajaan.
“Game ini penuh dengan gamifikasi. Ada penyelesaian misi, leaderboard (papan peringkat), dan tutorial pembelajaran utuh di dalam game sehingga siswa bisa belajar mandiri sambil bermain,” jelas Iqbal antusias.
Lebih dari sekadar bermain, pengalaman belajar ini disesuaikan dengan psikologi anak. Sebelum memulai materi dalam platform E-learning, siswa diwajibkan mengisi kuesioner gaya belajar VARK (Visual, Auditori, Reading, dan Kinestetik). Hasilnya, materi yang disajikan oleh sistem akan otomatis beradaptasi dengan gaya belajar spesifik yang paling dikuasai oleh siswa tersebut.
Meringankan Beban Guru dengan Asisten AI
Bukan hanya memanjakan siswa, inovasi ini juga bertindak layaknya "asisten cerdas" bagi para guru. Anggota tim peneliti, Slamet Rahayu, menjelaskan bahwa sistem ini dilengkapi Dashboard Learning Analytics.
Melalui dasbor ini, sistem penilaian berjalan secara otomatis. Kecerdasan Buatan (AI) di dalamnya akan menganalisis dari waktu menjawab, skor, hingga pola kesalahan siswa, lalu memberikan umpan balik yang akurat.
“Kami juga memastikan game edukasi ini tidak keluar jalur. Semua materi disusun ketat selaras dengan RPP, Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), dan Capaian Pembelajaran (CP) sekolah,” terang Slamet.
Respons luar biasa terlihat saat sosialisasi dan uji coba penggunaan E-Learning serta game ini berlangsung. Para siswa tampak antusias mengakses materi dari gawai masing-masing.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMPN 1 Cibogo Subang, Yana Suryana, menyambut hangat inisiatif brilian dari POLSUB ini. Ia optimis inovasi ini akan membongkar kebuntuan metode pengajaran matematika selama ini.
“Kami sangat berterima kasih atas dukungan penuh dari POLSUB. Semoga aplikasi ini bukan hanya mendongkrak motivasi dan kemampuan numerasi anak-anak, tetapi juga benar-benar membantu guru dalam memantau perkembangan akademik siswa secara real-time melalui dasbor analitiknya,” harap Yana.
Apresiasi senada turut disampaikan oleh Menik Kinanti Haryono, salah satu guru matematika setempat, yang melihat langsung pancaran antusiasme murid-muridnya saat mencoba sistem tersebut.
Langkah konkret dari kampus vokasi ini membuktikan bahwa integrasi antara teknologi, kurikulum, dan pemahaman psikologi anak adalah kunci utama untuk mendobrak kebuntuan literasi numerasi di Indonesia.
