Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Dalam 7 Bulan Mendatang fotokopi KTP Akan Menjadi Tidak Sah, Apa Penggantinya?

H
Hilman Fajri AmirullohEditor: Hilman Fajri Amirulloh
|11:13 WIB
Bagikan:
Dalam 7 Bulan Mendatang fotokopi KTP Akan Menjadi Tidak Sah, Apa Penggantinya?
7 Bulan Mendatang Fotokopi KTP tidak Akan Berguna Lagi/foto/by HilmanFajriamirulloh

PASUNDAN EKSPRES- Dalam waktu tujuh bulan ke depan, fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) di Indonesia akan kehilangan keberlakuan karena pemerintah tengah merencanakan penerapan sistem identitas digital mulai Oktober 2024. 

Melalui langkah ini, warga Indonesia tidak lagi perlu menunjukkan fisik KTP atau memberikan fotokopi KTP untuk mengakses berbagai layanan.

Lantas Apa Penggantinya?

Cahyono Tri Birowo, Asisten Deputi Perumusan Kebijakan dan Koordinasi Penerapan SPBE Kementerian PAN-RB, menyoroti pentingnya integrasi data pemerintah untuk memberikan manfaat kepada masyarakat.

"Pemerintah nantinya tidak lagi meminta masyarakat untuk mengisi KTP dan NIK, tapi semua sudah dapat digital ID dan layanannya terintegrasi," kata dia seperti yang dikutip dari CNBC Indonesia pada 10 Maret 2024

Dengan adanya identitas digital, proses otentikasi tidak perlu lagi dilakukan secara berulang di setiap instansi, menghindarkan warga dari kerepotan melakukan proses yang sama berulang kali.

Contohnya, saat mendaftar di rumah sakit atau mengambil bantuan pemerintah, warga tidak perlu lagi menyerahkan fotokopi KTP. 

Penyedia layanan dapat memverifikasi identitas warga dengan menggunakan data biometrik yang sudah tercatat oleh pemerintah, seperti sidik jari atau data mata.

Cahyono menekankan bahwa dengan sistem ini, tidak akan ada lagi replikasi data di berbagai instansi. 

Penyedia layanan hanya perlu melakukan pengecekan ke instansi yang memiliki data yang diperlukan, dan semua data identitas warga RI sudah terpusat di Dukcapil Kementerian Dalam Negeri.

"Misalnya warga pedalaman yang berhak menerima bantuan tunai, ia belum tentu hapal nomor KTP atau membawa KTP. Bisa cukup dicocokkan data biometrik, sidik jari atau mata," ujar Cahyono.

Pemerintah sedang mempersiapkan Pusat Data Nasional (PDN) yang akan mengintegrasikan semua data dan aplikasi dari berbagai lembaga pemerintahan. 

Hal ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan publik. 

Menteri Kominfo Budi Arie Setiadi optimis dapat menyelesaikan PDN serta mengintegrasikan data pada Oktober 2024 mendatang.

Dia menjelaskan bahwa konsolidasi data pemerintah akan dilakukan secara bertahap setelah PDN selesai dibangun. 

Sementara itu, penyimpanan data sementara dilakukan pada pusat data nasional. 

Upaya integrasi akan didukung oleh Peraturan Menteri Kominfo tentang Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) dalam lingkup publik yang mengatur tata kelola klasifikasi data.

Diharapkan bahwa PDN akan menjadi infrastruktur penopang integrasi dan interoperabilitas semua sistem dan data pemerintah, dengan tujuan meningkatkan kualitas layanan publik dan pengambilan kebijakan.

(hil/hil)

Berita Terbaru

6 Fakta Kasus Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

6 Fakta Kasus Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

Headline43 menit lalu
Jadwal MotoGP Mandalika 2026 Hari Ini, Sabtu 10 Oktober: Kualifikasi hingga Sprint Race, Digelar Siang Ini

Jadwal MotoGP Mandalika 2026 Hari Ini, Sabtu 10 Oktober: Kualifikasi hingga Sprint Race, Digelar Siang Ini

Olahraga1 jam lalu
Kabut Asap Sumatera Bikin Singapura Diselimuti Polusi, PSI Tembus 160 Jelang F1 GP 2026

Kabut Asap Sumatera Bikin Singapura Diselimuti Polusi, PSI Tembus 160 Jelang F1 GP 2026

Headline1 jam lalu
Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Headline1 jam lalu
ADVERTISEMENT
6 Promo Tanggal Kembar 10.10 di Subang, Siap-siap Berburu yang Hemat!

6 Promo Tanggal Kembar 10.10 di Subang, Siap-siap Berburu yang Hemat!

Lifestyle1 jam lalu
7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

Lifestyle2 jam lalu
Rekomendasi Tempat Wisata Ramah Anak di Subang, Ada Berbagai Permainan Seru

Rekomendasi Tempat Wisata Ramah Anak di Subang, Ada Berbagai Permainan Seru

Lifestyle3 jam lalu
Program Jabar Sakola Resmi Diluncurkan, Bantu Tekan Angka Putus Sekolah

Program Jabar Sakola Resmi Diluncurkan, Bantu Tekan Angka Putus Sekolah

Jawa Barat4 jam lalu
Darurat Kekerasan di Sekolah, DPP AGPAII Desak Rekayasa Sosial Berbasis Sekolah Ramah Anak Masuk ke Dalam RUU Sisdiknas

Darurat Kekerasan di Sekolah, DPP AGPAII Desak Rekayasa Sosial Berbasis Sekolah Ramah Anak Masuk ke Dalam RUU Sisdiknas

Headline4 jam lalu
Ibu Kota Nusantara, Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027

Ibu Kota Nusantara, Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027

Nasional12 jam lalu