Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Tanggapan PBVSI Soal Kirim Tim Junior di AVC Challenge yang Tuai Kritik Netizen

N
Nisa Atiatul M MEditor: Nisa Atiatul M M
|11:04 WIB
Bagikan:
Tanggapan PBVSI Soal Kirim Tim Junior di AVC Challenge yang Tuai Kritik Netizen
Tanggapan PBVSI Soal Kirim Tim Junior di AVC Challenge yang Tuai Kritik Netizen (Dok Istimewa)

PASUNDAN EKSPRES - PBVSI kirim tim junior di AVC Challange Cup Man's 2024 yang menuai kritis keras dari fans pecinta voli di Indonesia. 

Kritikan tersebut lantas di tanggapi oleh Ketua Umum PBVSI Imam Sudjarwo terkait PBVSI kirim tim junior di AVC Challange.

"Kritikan itu biasa, kritik membangun buat kita. Kita selalu memberikan apa yang bisa kita lakukan karena sudah jelas," kata Imam dikutip drai CNN Indonesia. 

Sebelumnya, PBVSI kirim tim junior di AVC Challange Women's pada 23 Mei lalu, dan berakhir di posisi ke tujuh dengan 2 kemenangan dari 6 pertandingan. 

Kebijakan tersebut tentunya di kritik sangat tajam oleh pecinta voli tanah air, bahkan mereka sangat kecewa dengan keputusan tersebut. 

BACA JUGA:AVC Challenge Cup 2024 - Timnas Voli Putri Indonesia Tutup Perjuangan Dengan Kemenangan

Kali ini juga PBVSI kirim tim junior di AVC Challange Cup Man's 2024, tanpa di perkuat oleh Farhan Halim ataupun Rivan Dkk. 

Sebelumnya, PBVSI sudah mengkonfirmasi bahwa tidak adanya izin dari club Proliga yang saat ini sedang bertanding. 

Namun menurut netizen, hal itu bisa dibicarakan secara baik-baik dengan club demi kepentingan nasional. 

Imam juga menjelaskan, jika Federasi tidak mengirimkan tim sama sekali maka Indonesia akan mendapatkan hukuman pengurangan poin. 

Otomatis, peringkat Indonesia dalam Voli dunia akan sangat merosok. Beda lagi jika Indonsia mengirimkan Tim Junior meskipun kalah. 

BACA JUGA:Proliga 2024 - Jelang Putaran Kedua, Jakarta BIN Ganti Satu Pemain Asing Tandem Megawati

Keputusan PBVSI kirim tim junior di AVC Challange ini tentunya bukan tanpa pertimbangan yang matang. 

Bahkan mereka mencontohkan banyak negara yang mempunyai pemain muda pelapis untuk dikirim ke ajang Internasional. 

"Misalnya China punya tim yang tidak bermasalah dengan kegiatan duplikasi seperti ini. Event-event tertentu dia mengirim juniornya, makanya dia bisa maju terus," ucap Imam. 

Karna hal itu, Imam berharap publik bisa memahami situasi serta kondisi saat ini, dirinyapun berharap netizen bisa memberikan dukungan terhadap tim pelapis. 

Kalo menurut kamu gimana? (nsa)

Berita Terbaru

Lowongan Kerja di Subang Oktober 2026: PT Handsomekovi Indonesia Buka Posisi Ini

Lowongan Kerja di Subang Oktober 2026: PT Handsomekovi Indonesia Buka Posisi Ini

Lifestyle18 menit lalu
Indonesia Jadi Negara dengan Pertumbuhan Orang Superkaya Tertinggi di Dunia, Ini Dia Daftar Negara Lainnya!

Indonesia Jadi Negara dengan Pertumbuhan Orang Superkaya Tertinggi di Dunia, Ini Dia Daftar Negara Lainnya!

Lifestyle1 jam lalu
Wamen ATR/Waka BPN: Integrasi Data Hak, Tata Ruang, dan Nilai Tanah Jadi Kunci Tata Kelola Pertanahan

Wamen ATR/Waka BPN: Integrasi Data Hak, Tata Ruang, dan Nilai Tanah Jadi Kunci Tata Kelola Pertanahan

Nasional1 jam lalu
Tak Perlu Perantara, Masyarakat Bisa dengan Mudah Urus Roya secara Mandiri

Tak Perlu Perantara, Masyarakat Bisa dengan Mudah Urus Roya secara Mandiri

Nasional1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Ramai Seruan Netizen Malaysia Boikot Produk Indonesia, Sejarah Lagu "Negaraku" Ikut Diungkit

Ramai Seruan Netizen Malaysia Boikot Produk Indonesia, Sejarah Lagu "Negaraku" Ikut Diungkit

Lifestyle1 jam lalu
Muncul Wacana Siswa Tak Otomatis Naik Kelas Mulai 2027, Ini Kata Mendikdasmen

Muncul Wacana Siswa Tak Otomatis Naik Kelas Mulai 2027, Ini Kata Mendikdasmen

Nasional1 jam lalu
Polres Subang Bedah Rumah Mak Datem di Cibogo

Polres Subang Bedah Rumah Mak Datem di Cibogo

Headline1 jam lalu
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Subang Batch 6 Dibuka, Ada 3 Program Gratis!

Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Subang Batch 6 Dibuka, Ada 3 Program Gratis!

Subang2 jam lalu
Nusron Wahid Mangkir dari Panggilan KPK, Agenda Internal jadi Alasan

Nusron Wahid Mangkir dari Panggilan KPK, Agenda Internal jadi Alasan

Nasional2 jam lalu
7 Pria Diduga Bawa Kabur Mesin ATM di India, Uangnya Rp90 Jutaan

7 Pria Diduga Bawa Kabur Mesin ATM di India, Uangnya Rp90 Jutaan

Headline2 jam lalu