Hadapi Cuaca Ekstrem, BPBD Klaim Stok Logistik Aman

PASUNDANEKSPRES.ID - Ketersediaan logistik di Kabupaten Bandung Barat (KBB) dipastikan mencukupi untuk menghadapi cuaca ekstrem. Wilayah KBB yang masuk kawasan Bandung Raya itu masuk daerah rawan bencana hidrometeorologis.
Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), intensitas hujan di wilayah Bandung Raya ini akan mengalami peningkatan sepanjang November 2025. Sehingga masyarakat diminta untuk waspada terhadap ancaman bencana hidrometeorologis seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, serta kerusakan lainnya.
"Untuk stok logistik kami pastikan aman. Kami selalu melakukan pengecekan berkala untuk memastikannya," ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB Asep Sehabudin saat dihubungi, Selasa (4/11/2025).
Kebutuhan logistik kebencanaan, meliputi paket pangan seperti paket sembako, paket sandang yang meliputi pakaian, selimut dan lainnya. Kemudian paket kesehatan seperti obat-obatan, paket kebutuhan dasar seperti tenda, peralatan pertukangan dan lainnya. Ada juga paket pendukung dan transportasi seperti alat berat.
Asep mengatakan, distribusi logisik dilakukan berdasarkan hasil assesment dengan melihat kategori jenis bencana. Namun sejauh ini yang paling dominan didistribusikan adalah logistik berupa paket sembako hingga kebutuhan dasar seperti terpal. "Paling banyak digulirkan sembako. Beras, lauk pauk yang sifatnya siap saji seperti kornet, sarden. Kemudian peralatan mandi ada. Jadi memang tergantung kebutuhan," kata Asep.
Menurutnya, Bandung Barat sendiri termasuk masuk kategori rawan bencana di musim penghujan ini. Khususnya longsor karena Bandung Barat memiliki topografi curam dan bergunung agar tetap waspada. "Kalau secara umum setiap tahun KBB berpotensi zona merah rawan longsor karena daerah perbukitan dan penduduknya banyak. Kalau banjir bandang itu masuk kategorinya sedang," tandasnya.(ijr/sep)
