Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Hadapi Cuaca Ekstrem, BPBD Klaim Stok Logistik Aman

I
Ijang Samsu RijalEditor: Asep
|08:43 WIB
Bagikan:
Hadapi Cuaca Ekstrem, BPBD Klaim Stok Logistik Aman
PENANGANAN LONGSOR: BPBD Bandung Barat mengerahkan alat berat untuk penangan longsor di Lembang, beberapa waktu lalu. Ijang Samsu Rijal/Pasundan Ekspres

PASUNDANEKSPRES.ID - Ketersediaan logistik di Kabupaten Bandung Barat (KBB) dipastikan mencukupi untuk menghadapi cuaca ekstrem. Wilayah KBB yang masuk kawasan Bandung Raya itu masuk daerah rawan bencana hidrometeorologis.

Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), intensitas hujan di wilayah Bandung Raya ini akan mengalami peningkatan sepanjang November 2025. Sehingga masyarakat diminta untuk waspada terhadap ancaman bencana hidrometeorologis seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, serta kerusakan lainnya.

"Untuk stok logistik kami pastikan aman. Kami selalu melakukan pengecekan berkala untuk memastikannya," ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB Asep Sehabudin saat dihubungi, Selasa (4/11/2025).

Kebutuhan logistik kebencanaan, meliputi paket pangan seperti paket sembako, paket sandang yang meliputi pakaian, selimut dan lainnya. Kemudian paket kesehatan seperti obat-obatan, paket kebutuhan dasar seperti tenda, peralatan pertukangan dan lainnya. Ada juga paket pendukung dan transportasi seperti alat berat.

Asep mengatakan, distribusi logisik dilakukan berdasarkan hasil assesment dengan melihat kategori jenis bencana. Namun sejauh ini yang paling dominan didistribusikan adalah logistik berupa paket sembako hingga kebutuhan dasar seperti terpal. "Paling banyak digulirkan sembako. Beras, lauk pauk yang sifatnya siap saji seperti kornet, sarden. Kemudian peralatan mandi ada. Jadi memang tergantung kebutuhan," kata Asep.

Menurutnya, Bandung Barat sendiri termasuk masuk kategori rawan bencana di musim penghujan ini. Khususnya longsor karena Bandung Barat memiliki topografi curam dan bergunung agar tetap waspada. "Kalau secara umum setiap tahun KBB berpotensi zona merah rawan longsor karena daerah perbukitan dan penduduknya banyak. Kalau banjir bandang itu masuk kategorinya sedang," tandasnya.(ijr/sep)

Berita Terbaru

Jumat Bersih di Komplek CHR, Camat Ciater Dorong Kepedulian Lingkungan

Jumat Bersih di Komplek CHR, Camat Ciater Dorong Kepedulian Lingkungan

Subang4 jam lalu
Pojokan 326: “Ini Duniaku”

Pojokan 326: “Ini Duniaku”

Opini4 jam lalu
Polisi Razia Saritem Bandung, 21 Orang Terindikasi Positif Metamfetamin

Polisi Razia Saritem Bandung, 21 Orang Terindikasi Positif Metamfetamin

Jawa Barat6 jam lalu
Bupati Reynaldy Resmikan Jalan Rancasari–Mariuk, Panjang 740 Meter

Bupati Reynaldy Resmikan Jalan Rancasari–Mariuk, Panjang 740 Meter

Headline7 jam lalu
ADVERTISEMENT
Kanwil KemenHAM Jabar Sebut Prosedur Pendirian Gereja di Purwakarta Telah Sesuai Aturan

Kanwil KemenHAM Jabar Sebut Prosedur Pendirian Gereja di Purwakarta Telah Sesuai Aturan

Headline7 jam lalu
Anggota Watimpres Rocky Gerung Sarankan Gibran Mundur dari Jabatan Wapres, Ini Alasannya

Anggota Watimpres Rocky Gerung Sarankan Gibran Mundur dari Jabatan Wapres, Ini Alasannya

Nasional8 jam lalu
6 Fakta Kasus Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

6 Fakta Kasus Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

Headline9 jam lalu
Jadwal MotoGP Mandalika 2026 Hari Ini, Sabtu 10 Oktober: Kualifikasi hingga Sprint Race, Digelar Siang Ini

Jadwal MotoGP Mandalika 2026 Hari Ini, Sabtu 10 Oktober: Kualifikasi hingga Sprint Race, Digelar Siang Ini

Olahraga10 jam lalu
Kabut Asap Sumatera Bikin Singapura Diselimuti Polusi, PSI Tembus 160 Jelang F1 GP 2026

Kabut Asap Sumatera Bikin Singapura Diselimuti Polusi, PSI Tembus 160 Jelang F1 GP 2026

Headline10 jam lalu
Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Headline10 jam lalu