Jelang Lebaran 2026, Pedagang Pakaian di Pasar Tagog Padalarang Keluhkan Omzet Anjlok

BANDUNG BARAT-Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M aktivitas masyarakat yang berburu baju lebaran di Pasar Tagog Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), mengalami penurunan drastis.
Kondisi tersebut dikeluhkan para pedagang karena jumlah pengunjung yang datang ke pasar jauh lebih sedikit dibandingkan tahun-tahun sebelumnya dan mengakibatkan belasan ruko pakaian tutup.
Salah seorang pedagang pakaian di Pasar Tagog Padalarang, Hj Feti (60), yang telah berjualan sejak tahun 1986, mengatakan bahwa suasana pasar saat ini sangat sepi dan salah satu penyebab utama berkurangnya pengunjung adalah maraknya penjualan pakaian secara online.
"Sekarang pengunjung sangat sepi. Banyak masyarakat lebih memilih belanja online, jadi malas datang langsung ke pasar," ujar Hj Feti saat ditemui di kiosnya, Selasa (17/6/2026)
Kondisi sepinya pengunjung, lanjut Feti, berdampak langsung pada omzet penjualan para pedagang. Bahkan, pendapatan yang biasanya meningkat signifikan menjelang Lebaran kini justru mengalami penurunan tajam.
"Kalau tahun sebelumnya itu sangat ramai, tapi untuk tahun ini turun jauh. Menjelang beberapa hari Lebaran saja omzet kami hanya sekitar Rp2.500.000 biasanya bisa sampe Rp10.000.000," katanya.
Selain itu, Ia juga memprediksi kondisi pasar kemungkinan masih akan tetap sepi hingga mendekati Hari Raya Idul Fitri.
Ia menambahkan, fenomena ini tidak lepas dari persaingan harga dengan penjualan online yang cenderung lebih murah dibandingkan harga di toko atau kios pasar.
"Kalau di online memang lebih murah. Sementara kami yang jualan di ruko harus bayar sewa tempat dan biaya lainnya," ucapnya.
Meski demikian, para pedagang mengaku tetap berusaha bertahan di tengah kondisi yang sulit. Mereka berharap ada solusi agar persaingan harga antara penjualan online dan offline tidak terlalu jauh dengan berharap pemerintah dapat memberikan perhatian kepada para pedagang pasar tradisional yang saat ini menghadapi penurunan pembeli.
"Kami berharap pemerintah hadir membantu pelaku usaha di pasar Tagog Padalarang ini. Mudah-mudahan ada solusi untuk kondisi yang sedang kami alami sekarang," pungkasnya.(ijr)
