Indonesia Diproyeksikan Masuk Pot 3 Kualifikasi Piala Dunia 2030, Ini Dasarnya

PASUNDANEKSPRES.ID - Timnas Indonesia mulai diproyeksikan menempati Pot 3 dalam drawing Kualifikasi Piala Dunia 2030 zona Asia. Proyeksi tersebut muncul berdasarkan posisi Indonesia dalam ranking FIFA dan simulasi pembagian pot yang beredar menjelang drawing.
Namun, status ini perlu diberi catatan penting.
Indonesia belum secara resmi ditetapkan sebagai penghuni Pot 3 Kualifikasi Piala Dunia 2030. Pembagian pot, format kualifikasi, dan ketentuan drawing untuk edisi 2030 masih menunggu keputusan resmi yang berlaku.
Sejumlah media pada September 2026 menyebut Indonesia berada di sekitar peringkat 118 dunia dan 21 Asia, sehingga secara simulasi dapat ditempatkan di Pot 3 apabila mekanisme penentuan pot menggunakan pola yang serupa dengan Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Kenapa Indonesia Diproyeksikan Masuk Pot 3?
Dasar utama proyeksi tersebut adalah peringkat FIFA.
Dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, pembagian pot pada beberapa tahap menggunakan ranking FIFA sebagai salah satu dasar penentuan unggulan. Pada drawing babak kedua, misalnya, tim-tim dibagi berdasarkan posisi ranking, sementara beberapa slot Pot 4 diisi oleh pemenang babak pertama.
Indonesia sendiri pada siklus Kualifikasi Piala Dunia 2026 sempat harus memulai dari babak pertama karena berada di luar 26 tim Asia teratas. Setelah mengalahkan Brunei Darussalam dengan agregat 12-0, Indonesia melanjutkan perjalanan ke babak kedua dan kemudian lolos ke babak ketiga.
Situasinya berbeda dalam proyeksi menuju 2030. Dengan posisi sekitar peringkat 21 Asia, Indonesia diperkirakan dapat langsung berada di babak kedua apabila struktur kualifikasi menggunakan mekanisme yang serupa dengan edisi sebelumnya. Dari sinilah muncul proyeksi bahwa Indonesia dapat ditempatkan di Pot 3.
Tetapi sekali lagi, ini belum merupakan hasil drawing resmi.
Seperti Apa Proyeksi Pembagian Potnya?
Salah satu simulasi yang beredar menempatkan sembilan tim di masing-masing pot untuk babak kedua.
Proyeksi tersebut menempatkan:
- Pot 1: Jepang, Iran, Australia, Korea Selatan, Arab Saudi, Qatar, Uzbekistan, Irak, dan Uni Emirat Arab.
- Pot 2: Yordania, Oman, Suriah, China, Bahrain, Thailand, Palestina, Vietnam, dan Tajikistan.
- Pot 3: Kirgistan, Lebanon, Indonesia, Korea Utara, Kuwait, Filipina, Malaysia, India, dan Turkmenistan.
Sementara Pot 4 diproyeksikan berisi tim-tim yang lolos dari babak pertama.
Komposisi tersebut masih berupa prediksi, sehingga tidak bisa dianggap sebagai daftar pot resmi.
Perubahan ranking FIFA, jumlah peserta, format kualifikasi, maupun aturan drawing dapat mengubah susunan tersebut.
Indonesia Bisa Satu Grup dengan Siapa?
Jika skenario Pot 3 tersebut benar-benar digunakan, Indonesia secara teori dapat berada satu grup dengan tim dari Pot 1 dan Pot 2.
Dalam simulasi yang beredar, Indonesia berpotensi bertemu salah satu tim dari kelompok unggulan seperti Jepang, Iran, Australia, Korea Selatan, Arab Saudi, Qatar, Uzbekistan, Irak, atau Uni Emirat Arab.
Indonesia juga secara teori dapat bertemu salah satu tim dari Pot 2 seperti Yordania, Oman, Suriah, China, Bahrain, Thailand, Palestina, Vietnam, atau Tajikistan. Namun, daftar tersebut bukan calon lawan resmi Indonesia.
Sebelum drawing dilakukan, kita belum dapat menentukan siapa yang benar-benar akan berada dalam satu grup dengan Timnas Indonesia.
Kenapa Status Pot 3 Belum Bisa Disebut Resmi?
Ini bagian yang penting karena istilah “Indonesia masuk Pot 3” bisa menimbulkan kesalahpahaman.
Untuk Kualifikasi Piala Dunia 2026, AFC memang mengumumkan secara resmi mekanisme drawing, seedings, dan pembagian pot berdasarkan ranking FIFA yang berlaku pada saat drawing. AFC bahkan menerbitkan daftar unggulan sebelum pengundian babak pertama dan kedua.
Namun, pola tersebut tidak otomatis berlaku identik untuk Kualifikasi Piala Dunia 2030.
FIFA dan AFC masih harus menetapkan secara resmi bagaimana perjalanan kualifikasi menuju Piala Dunia 2030 di zona Asia akan dilakukan.
Karena itu, menggunakan format 2026 sebagai dasar proyeksi memang masuk akal untuk membuat simulasi, tetapi tidak cukup untuk menyebut hasilnya sebagai keputusan resmi.
Ranking FIFA Menjadi Faktor Penting
Posisi Indonesia di ranking FIFA menjadi salah satu alasan mengapa pembahasan Pot 3 mulai muncul.
Dalam simulasi yang beredar pada September 2026, Indonesia disebut berada di peringkat 118 dunia atau sekitar posisi 21 Asia. Posisi tersebut membuat Indonesia berada di area yang memungkinkan untuk melewati babak pertama apabila pembagian peserta nantinya mengikuti pola ranking seperti edisi 2026.
Sebagai perbandingan, pada Kualifikasi Piala Dunia 2026, Indonesia berada di peringkat 28 Asia ketika drawing sehingga harus memulai dari babak pertama. Setelah melewati Brunei, Indonesia masuk ke babak kedua.
Artinya, jika posisi ranking Indonesia tetap berada di sekitar area tersebut ketika penentuan peserta dan pot dilakukan, posisi awal Indonesia dalam kualifikasi bisa berbeda dibandingkan siklus sebelumnya.
Tetapi ranking yang digunakan untuk menentukan pot nantinya tetap bergantung pada aturan resmi dan tanggal ranking yang ditetapkan FIFA/AFC.
Kapan Drawing Kualifikasi Piala Dunia 2030?
Informasi yang beredar di media menyebut drawing babak pertama dan kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030 zona Asia diproyeksikan berlangsung pada 15 Desember 2026, dengan ranking FIFA Desember 2026 digunakan sebagai acuan pembagian pot.
Informasi tersebut berasal dari laporan media yang mengutip pemberitaan Khelnow, bukan pengumuman resmi FIFA atau AFC yang telah menetapkan pembagian pot Indonesia.
Karena itu, tanggal tersebut sebaiknya diperlakukan sebagai informasi yang masih menunggu konfirmasi resmi.
Yang sudah dapat dipastikan dari kalender AFC adalah rangkaian kualifikasi menuju Piala Dunia 2030 memang tercantum dalam kalender kompetisi AFC 2029–2030. Kalender tersebut memuat beberapa tahap kualifikasi yang berlangsung mulai Oktober 2029 hingga 2030.
Indonesia Pot 3 Bukan Berarti Sudah Lolos ke Piala Dunia 2030
Perlu dibedakan antara posisi dalam pot dan kelolosan ke Piala Dunia. Masuk Pot 3 hanya berkaitan dengan posisi unggulan ketika drawing dilakukan. Tim yang berada di Pot 3 tetap harus menjalani pertandingan kualifikasi sesuai format yang ditetapkan.
Pada Kualifikasi Piala Dunia 2026, misalnya, Indonesia berhasil mencapai babak ketiga setelah melalui beberapa tahap. AFC mencatat Indonesia menjadi salah satu dari 18 tim yang tampil pada babak ketiga dan kemudian finis di posisi yang membawanya ke babak playoff Asia.
Jadi, jika Indonesia nantinya benar-benar masuk Pot 3 untuk edisi 2030, itu bukan berarti tiket Piala Dunia sudah berada di tangan. Pot hanya menentukan posisi Indonesia dalam proses pengundian.
Kenapa Proyeksi Pot Ini Menarik?
Posisi pot bisa berpengaruh terhadap komposisi grup.
Secara umum, tim dalam satu pot tidak ditempatkan bersama dalam grup yang sama. Karena itu, apabila Indonesia berada di Pot 3, Indonesia dapat menghindari sejumlah tim lain yang juga berada di Pot 3 dan kemudian menghadapi tim dari pot yang berbeda sesuai hasil drawing.
Namun, seberapa menguntungkan atau sulit sebuah grup nantinya tetap bergantung pada komposisi resmi peserta dan format kompetisi.
Itulah sebabnya daftar seperti Jepang, Iran, Australia, Vietnam, Thailand, atau Malaysia sebagai calon lawan Indonesia belum boleh dianggap sebagai hasil drawing. Nama-nama tersebut baru berasal dari simulasi berdasarkan proyeksi pot.
Jadi, Apakah Indonesia Benar Masuk Pot 3?
Belum resmi. Yang saat ini tersedia adalah proyeksi Indonesia masuk Pot 3 Kualifikasi Piala Dunia 2030 zona Asia, terutama berdasarkan posisi ranking FIFA yang disebut berada di sekitar peringkat 21 Asia serta asumsi bahwa format dan mekanisme seeding akan memiliki kemiripan dengan Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Sementara itu, penetapan resmi Pot 3 harus menunggu aturan kualifikasi dan drawing yang ditetapkan FIFA/AFC.
Jadi, istilah yang paling tepat untuk kondisi saat ini adalah:
“Indonesia diproyeksikan masuk Pot 3 Kualifikasi Piala Dunia 2030.”
Bukan:
“Indonesia resmi masuk Pot 3 Kualifikasi Piala Dunia 2030.”
Perbedaannya memang terlihat kecil, tetapi penting untuk menjaga akurasi informasi.
Jika proyeksi ranking dan format tersebut nantinya benar-benar digunakan, Indonesia berpotensi memulai Kualifikasi Piala Dunia 2030 dari posisi yang lebih tinggi dibandingkan ketika menjalani perjalanan menuju Piala Dunia 2026.
Namun, siapa lawan Indonesia, bagaimana pembagian grupnya, dan apakah Indonesia benar-benar berada di Pot 3 masih menunggu keputusan serta drawing resmi.
