Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Pemkab Bandung Barat Tutup Tiga TPS Bermasalah, Tak Berizin hingga Pelanggaran Serius

I
Ijang Samsu RijalEditor: Asep
|08:00 WIB
Bagikan:
Pemkab Bandung Barat Tutup Tiga TPS Bermasalah, Tak Berizin hingga Pelanggaran Serius
PENINJAUAN: Komisi III DPRD Bandung Barat bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas PUTR, BAKD, Bapelitbangda, pemerintah Kecamatan Lembang, serta Pemerintah Desa Wangunsari, saat peninjauan lapangan, Senin (9/2/2026). Ijang Samsu Rijal/Pasundan Ekspres

PASUNDANEKSPRES.ID - Tiga tempat pembuangan sampah (TPS) tak berijin di Kampung Cijengkol, Desa Wangunsari, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) ditutup setelah Komisi III DPRD KBB menemukan berbagai pelanggaran serius. Mulai dari ketiadaan izin hingga pembuangan limbah cair ke saluran air dan sungai.

Penutupan dilakukan usai peninjauan lapangan bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas PUTR, BAKD, Bapelitbangda, pemerintah Kecamatan Lembang, serta Pemerintah Desa Wangunsari, Senin (9/2/2026).

Ketua Komisi III DPRD KBB, Pither Tjuandys, mengatakan ketiga TPS tersebut tidak memenuhi standar teknis maupun administratif sehingga tidak layak beroperasi. "Pada prinsipnya, ketiga TPS di Wangunsari yang kita lihat itu tidak memenuhi syarat," kata Ketua Komisi III DPRD KBB Pither Tjuandys saat dihubungi, Selasa (10/2/2026).

Pither menjelaskan, temuan utama pada titik pertama, yakni ketiadaan izin operasional yang sah. Meskipun pengelola mengaku tidak menerima komplain warga, namun ia menegaskan, komplain telah masuk ke pemerintahan desa. 

Menurutnya, pelanggaran terberat di titik ini, yakni pembuangan air lindi (limbah basah) yang dialirkan langsung ke saluran air umum atau selokan warga. "Masih ada limbah basah yang dialirkan masuk ke dalam saluran. Itu sangat berbahaya dan salah" ujarnya.

Selain masalah lingkungan, ungkap Pither, TPS tersebut juga kedapatan menerima sampah dari luar wilayah KBB, khususnya dari Kota Bandung, dengan mengantongi izin pengangkutan yang tidak sesuai domisili. "Sehingga saya katakan, ini ditutup sementara. Tidak boleh menerima pembuangan dari luar masuk ke dalam, benahi semua yang ada di dalam," ungkapnya.

 Sementara itu, lanjut Pither, TPS di titik kedua dinilai jauh lebih berbahaya dan langsung diperintahkan tutup total. Lokasi ini berada di pinggiran jalan raya, sehingga aktivitas bongkar muat truk sampah sering menghalangi lalu lintas. 

Tak cuma itu, kondisi fisik lokasi sudah mengalami pengikisan tebing oleh aliran sungai di sekitarnya. "Titik yang kedua jelas-jelas di pinggiran jalan. Kalau seandainya ini tempat pembuangan, diparkir mobil truk mengambil, menghalangi yang lain," bebernya.

"Dilihat dari aliran sungai itu sudah masuk ke dalam, pengikisan air sudah sampai ke dalam. Untuk itu, ditutup penuh. Tutup," tegasnya.

Berbeda dengan dua titik sebelumnya, TPS di titik ketiga diberikan kesempatan untuk perbaikan. Meskipun luas arealnya dinilai memadai, namun pihak pengelola dilarang keras menerima sampah dari luar wilayah dan tidak boleh mengelola limbah basah. "Kami memberikan waktu kepada dia untuk memperbaiki dengan catatan tidak boleh ada limbah cair dan untuk sisa sampah yang ada harus dikelola dengan baik. Kepala Desa Wangunsari juga telah menawarkan solusi dengan menjalin kerja sama dengan 9 RW untuk mengangkut sampah ke TPA Sarimukti," paparnya.

Setelah perbaikan dilakukan, tambah Pither, pengelola harus segera mengurus perizinan bersama Pemerintah Desa, Camat, dan Dinas Lingkungan Hidup. "Jika izin tidak bisa diterbitkan karena melanggar tata ruang, maka TPS tersebut tidak boleh beroperasi kembali," tegasnya.(ijr/sep)

Berita Terbaru

Rumah123 Ungkap Tren Rumah Tapak di Subang, Harga Penawaran Tembus Rp1,5 Miliar

Rumah123 Ungkap Tren Rumah Tapak di Subang, Harga Penawaran Tembus Rp1,5 Miliar

Lifestyle28 menit lalu
Polda Metro Jaya Hapus Postingan Sumpah Pemuda di Instagram? Ini Informasi yang Beredar

Polda Metro Jaya Hapus Postingan Sumpah Pemuda di Instagram? Ini Informasi yang Beredar

Nasional33 menit lalu
Subang Fest Vol.15 Kembali Digelar Akhir Oktober, Gandeng Komunitas Otomotif

Subang Fest Vol.15 Kembali Digelar Akhir Oktober, Gandeng Komunitas Otomotif

Lifestyle1 jam lalu
Green Policing di Cidadap, Kapolsek Pagaden Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Green Policing di Cidadap, Kapolsek Pagaden Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Subang1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Daftar Lengkap HP OPPO Terbaru 2026, Cek Spesifikasi dan Harga Oktober

Daftar Lengkap HP OPPO Terbaru 2026, Cek Spesifikasi dan Harga Oktober

Lifestyle1 jam lalu
Angkat Kisah Aktivis 1998, Penonton Film Laut Bercerita Tembus 184 Ribu di Hari Pertama

Angkat Kisah Aktivis 1998, Penonton Film Laut Bercerita Tembus 184 Ribu di Hari Pertama

Lifestyle2 jam lalu
Pertamina Targetkan 500 Ribu Liter Minyak Jelantah untuk Bahan Baku Bioavtur

Pertamina Targetkan 500 Ribu Liter Minyak Jelantah untuk Bahan Baku Bioavtur

Nasional2 jam lalu
Usulan WFA saat Libur Nataru 2026 untuk Urai Kemacetan, Kemenhub Bidik 3 Tanggal Ini

Usulan WFA saat Libur Nataru 2026 untuk Urai Kemacetan, Kemenhub Bidik 3 Tanggal Ini

Nasional2 jam lalu
Capai Rp 158 Miliar, Pemerintah Beri Bonus untuk Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026

Capai Rp 158 Miliar, Pemerintah Beri Bonus untuk Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026

Nasional2 jam lalu
DPRD Subang Dorong Solusi Banjir Pantura, Setiap Musim Hujan Jadi Ancaman

DPRD Subang Dorong Solusi Banjir Pantura, Setiap Musim Hujan Jadi Ancaman

Headline2 jam lalu