36 Calon Jemaah Umroh Rizma Tour Diberangkatkan ke Tanah Suci

SUBANG-Sebanyak 36 calon jemaah umroh PT Rizma Cahaya Utama atau lebih dikenal dengan PT Rizma Tour diberangkatkan ke tanah suci pada Rabu pagi (17/9/2025).
Mereka diberangkatkan menggunakan pesawat dari Bandara Soekarno-Hatta Jakarta. Sebelum pemberangkatan, mereka menginap di d'primahotel Jakarta Selasa malam tadi (16/9/2025).
PT Rizma Cahaya Utama berharap pelaksanaan umroh yang berlangsung selama 10 hari ini dapat berjalan dengan lancar. Para jemaah diharapkan bisa kembali ke tanah air dengan selamat.
Jemaah yang diberangkatkan tersebut sebelumya telah mengikuti manasik umrah yang berlangsung di Yayasan Panatagama Subang pada Sabtu (6/9/2025).
Kegiatan ini menjadi momen penting, karena bukan hanya sekadar pelatihan teknis, tetapi juga pembekalan spiritual bagi jamaah sebelum menunaikan ibadah di Tanah Suci.
Saat manasik umroh, mereka diajak untuk memahami tata cara ibadah, mulai dari niat hingga rangkaian pelaksanaan umrah, agar saat berada di Makkah dan Madinah dapat beribadah dengan khusyuk tanpa kebingungan.
Direktur Utama PT Rizma Cahaya Utama, Hj. Citra Dewi, S.Pd.I menegaskan pentingnya manasik umrah sebagai bekal yang tak hanya bersifat teknis, tetapi juga mental dan spiritual.
“Kami berharap jamaah tidak hanya mengetahui tata cara, tetapi juga benar-benar memahami makna ibadah umrah. Dengan begitu, perjalanan ini akan membawa keberkahan dan pahala yang sempurna,” ungkapnya, beberapa waktu lalu.
Dalam manasik tersebut, jamaah diberikan materi tentang rukun dan kewajiban umrah. Mereka diajarkan bagaimana berniat dan berihram di miqat, melaksanakan tawaf mengelilingi Ka’bah, sa’i antara bukit Shafa dan Marwah, hingga tahallul atau mencukur rambut sebagai tanda selesainya umrah.
Selain itu, jamaah juga mendapatkan pengetahuan mengenai doa-doa penting yang sebaiknya dihafalkan.
Tak hanya materi spiritual, aspek fisik juga menjadi perhatian. Instruktur manasik mengingatkan jamaah untuk menjaga kesehatan, mengatur pola makan, dan mempersiapkan stamina agar mampu menjalani rangkaian ibadah yang cukup menguras tenaga. Hal ini mengingat suhu di Arab Saudi yang terbilang panas, serta padatnya aktivitas ibadah yang harus dilakukan.
Hj. Citra Dewi berharap kegiatan manasik juga memotivasi jamaah untuk tidak berhenti pada umrah pertama saja.
“Semoga ibadah ini menjadi pintu pembuka untuk umrah-umrah berikutnya, bahkan sampai haji. Yang terpenting, setelah kembali nanti, jamaah dapat mengamalkan nilai-nilai kebaikan dari Tanah Suci di kehidupan sehari-hari," pungkasnya.(znl/ysp)
