Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Ada yang Viral, Dedi Mulyadi Sat Set: Soal Cekcok Guru dengan Orang Tua Siswa di Subang

H
Hadi MartadinataEditor: Yusup Suparman
|08:23 WIB
Bagikan:
Ada yang Viral, Dedi Mulyadi Sat Set: Soal Cekcok Guru dengan Orang Tua Siswa di Subang

PASUNDANEKSPRES.ID - Bukan Gubernur Dedi Mulyadi namanya. Kalau tidak gercep menangani persoalan masyarakat yang viral di media sosial.

Teranyar, kasus viral cekcok guru dengan orang tua siswa SMPN 2 Jalancagak. Kasus ini viral sejak Selasa (4/11/2025) di berbagai platform media sosial.

Gubernur Dedi Mulyadi tak tinggal diam. Mengetahui persoalan itu telah menjadi buah bibir netizen, Dedi langsung bergegas memanggil guru dan orang tua siswa ke Gedung Sate.

Guru yang bernama Rana Setiaputra dari SMPN 2 Jalancagak dipanggil lebih dulu pada hari Rabu (4/11/2025). Hari berikutnya, pada Kamis (5/11/2025), giliran Deni Rukmana orang tua siswa yang dipanggil.

Pemanggilan keduanya sudah tayang di media sosial Dedi Mulyadi. Publik jadi tahu kalau Dedi Mulyadi menangani langsung persoalan itu. Media pun memberitakan pertemuan itu. Media 'nyomot' konten dari media sosial Dedi Mulyadi.

Tak selesai sampai di sana, Dedi Mulyadi direncanakan akan mempertemukan kedua belah pihak antara guru dengan orang di SMPN 2 Jalancagak pada Jumat (7/11/2025).

Dedi Mulyadi Panggil Guru Rana

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi merespon kejadian percekcokan antara guru dan orang tua murid yang tengah viral di media sosial.

Hal ini nampak dalam unggahannya pada akun media sosial pribadinya yang memperlihatkan Dedi menemui guru dalalam video yang viral tersebut.

Dalam unggahan tersebut, Rana Setiaputra yang merupakan guru SMPN 2 Jalancagak itu mengungkapkan bahwa anak-anak tersebut tidak hanya loncat dari tembok sekolah, tetapi juga melakukan pelanggaran lainnya yang berulang.

"Bukan hanya merokok, tapi berkelahi, mengganggu kelas yang lain. Terakhir loncat," ucapnya.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengatakan, setelah dirinya bertemu dengan pihak guru, selanjutnya ia bertemu dengan pihak orang tua murid anak-anak tersebut.
"Saya pikir masalah ini harus segera selesai," ucapnya.

Gubernur dengan sapaan KDM itu menambahkan, baik orang tua dan guru sama-sama bertanggung jawab mendidik anak-anak, sehingga harus saling menghargai.

"Kalau dititpkan di sekolah, percayakan kepada guru. Kalau gurunya keras sedikit, orang tuanya juga harus bisa menyadari kekerasan itu terjadi. Tetapi, guru juga harus menyadari bahwa tidak semua harus dengan kekerasan. Kadang harus lembut, kadang harus keras," ucapnya.

Giliran Orang Tua Dipanggil

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi di akun media sosial pribadinya nampak bertemu dengan orang tua murid. Orang tua murid yang ada pada video viral tersebut, Deni Rukmana berharap masalah ini dapat dijadikan pelajaran bagi semua pihak agar dapat menjadi lebih baik lagi.

"Dengan adanya masalah ini, semoga ke depannya lebih baik, terutama untuk anak saya dan juga anak-anak yang lain. Keduanya, untuk guru-guru untuk lebih semangat lagi mendidik anak-anaknya dan tidak ada lagi kekerasan," ucapnya.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengatakan, dirinya bersama orang tua murid dan guru akan segera melakukan pertemuan di sekolah untuk menyelesaikan permasalahan tersebut secara kekeluargaan.

"Jadi besok kita akan bertemu dengan gurunya di sekolah, masalahnya kita selesaikan, tidak ada dendam, dan tidak ada proses hukum," ucapnya.

Dedi Mulyadi berpesan, setelah insiden ini agar para guru tetap berani memberikan hukuman pada peserta didik yang melanggar aturan disiplin sekolah.

"Salam untuk guru di Jawa barat, tetap mengajar dengan baik dan berani bertindak mendisiplinkan siswa. Tapi tetap, berikan hukuman yang memberikan Pendidikan bagi siswa misalnya, ngepel, membersihkan toilet, ngelap kaca, dan lainnya agar karakter anak kita terbentuk," ucapnya.

Pemda Subang pun Ikut Menangani

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Subang, Heri Sopandi angkat bicara mengenai kasus di SMP Negeri 2 Jalancagak yang sempat viral di media sosial.

Heri menyampaikan, persoalan tersebut sebetulnya sudah diselesaikan secara internal antara pihak sekolah dan orang tua siswa sebelum video kejadian itu tersebar luas.
“Sebetulnya sebelum viral, kasus ini sudah diselesaikan antara kepala sekolah dan orang tua. Namun entah bagaimana, di belakang muncul lagi kesalahpahaman atau ketidakpuasan, sehingga akhirnya menjadi viral,” ujar Heri Sopandi kepada awak media, Kamis (6/11/2025).

Menurut Heri, pihaknya langsung bertindak cepat dengan memanggil kepala sekolah dan guru yang terlibat untuk dimintai keterangan. Bahkan, kasus ini juga mendapat perhatian dari Gubernur Jawa Barat, yang memanggil semua pihak terkait termasuk orang tua siswa ke Gedung Sate.

“Kepala sekolah dan guru sudah kami panggil, dan Pak Gubernur pun memanggil mereka ke Gedung Sate. Di sana hadir juga orang tua siswa. Akhirnya semua pihak saling memahami bahwa pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi juga tanggung jawab orang tua,” ungkapnya.

Heri menegaskan, kasus tersebut tidak berujung pada sanksi berat, karena lebih kepada kesalahpahaman dan emosi spontan antara guru dan orang tua. Ia memastikan siswa yang terlibat tetap dapat melanjutkan pendidikannya seperti biasa.

“Laporan terakhir ke saya, anaknya tetap lanjut sekolah. Ini hanya kesalahpahaman dan spontanitas emosi. Bisa dimaklumi, guru

endidik juga manusia, kadang ada emosi sesaat, begitu pun orang tua,” katanya.
Lebih jauh, ia mengimbau agar seluruh sekolah di Kabupaten Subang menjadikan kasus ini sebagai pembelajaran penting tentang pentingnya komunikasi dan kolaborasi antara sekolah dan orang tua dalam mendidik anak.

“Saya ingin mengingatkan, bukan hanya di SMPN 2 Jalancagak, tapi seluruh sekolah di Subang agar membangun kolaborasi antara guru, kepala sekolah, dan orang tua. Kalau ada masalah, komunikasikan. Sekolah dan rumah harus bersinergi,” tegasnya.

Ia menekankan pentingnya harmonisasi dalam pendidikan, di mana sekolah dan keluarga harus berjalan beriringan dalam membentuk karakter anak.

“Yang saya harapkan, terjadi harmonisasi dalam mendidik anak. Sekolah tahu kelemahan anak di kelas, orang tua tahu kondisi anak di rumah itu harus disinkronkan. Pendidikan tidak bisa berjalan sendiri, perlu kerja sama yang tulus antara sekolah dan keluarga,” pungkasnya.

Akar Persoalan Cekcok Guru dengan Orang Tua

Publik tengah dihebohkan dengan video percekcokan antara orang tua murid dengan guru SMPN 2 Jalancagak, Subang. Video tersebut viral di media sosial.

Nampak pada video yang beredar, orang tua salah satu murid tersebut mendatangi sekolah anaknya dan memarahi guru bernama Rana Setiaputra, dikarenakan tak terima buah hatinya digampar oleh guru tersebut.

Berdasarkan keterangan Rana, ia terpaksa melakukan hal tersebut karena sang anak tidak bisa diperingatkan secara baik-baik.

"Karena diomongkan baik-baik sudah tidak nurut, dengan cara-cara biasa anak-anak sudah pada ngelunjak," ucapnya pada video tersebut.

Menurut informasi yang didapat, kesabaran Rana memuncak ketika para peserta didiknya itu kedapatan memanjat tembok sekolah hingga roboh.

Dalam akun Instagram pribadi salah satu orang tua tersebut, @mangdans_ bahkan mengakui kesalahan anaknya tersebut, namun dia tak terima anaknya hingga digampar.
"Saya akui anak saya salah gara-gara manjat tembok sampai roboh, tapi saya tidak suka cara guru sudah pakai kekerasan, dan bukan anak saya saja yang kena gampar, 8 anak kena gampar," tulisnya pada caption di salah satu unggahan videonya.

Dalam video tersebut juga, si anak menjelaskan kronologi bagaimana kesalahannya sebelum digampar oleh gurunya.

"Kesalahan abang, waktu hari Rabu abang telat masuk lewat belakang pager yang udah jadi, tapi abang udah ngakuin itu kesalahan. Tapi Waktu hari Senin, ya gitu, padahal guru udah nelpon orang tua," ucap anak tersebut.

Ia mengaku karena kesalahannya, ia digampar oleh gurunya sebanyak tiga kali.(hdi/cdp/ysp)

Berita Terbaru

Pemain dan Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Pemain dan Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Olahraga2 jam lalu
Terkumpul Rp5,2 Juta, Infaq ASN RSUD Ciereng Fokus untuk Kesehatan

Terkumpul Rp5,2 Juta, Infaq ASN RSUD Ciereng Fokus untuk Kesehatan

Subang2 jam lalu
Jumah Berkah, DPD Golkar Purwakarta Berbagi Nasi Kotak

Jumah Berkah, DPD Golkar Purwakarta Berbagi Nasi Kotak

Purwakarta2 jam lalu
Sertifikat K3 untuk Melamar Kerja di Subang: Syarat, Manfaat, dan Cara Mendapatkannya

Sertifikat K3 untuk Melamar Kerja di Subang: Syarat, Manfaat, dan Cara Mendapatkannya

Lifestyle3 jam lalu
ADVERTISEMENT
Warga Dukung untuk Jabat Kedua Kalinya, Endi Sonjaya Kembali Nyalon Kades Kalentambo Subang

Warga Dukung untuk Jabat Kedua Kalinya, Endi Sonjaya Kembali Nyalon Kades Kalentambo Subang

Subang3 jam lalu
Indonesia Diproyeksikan Masuk Pot 3 Kualifikasi Piala Dunia 2030, Ini Dasarnya

Indonesia Diproyeksikan Masuk Pot 3 Kualifikasi Piala Dunia 2030, Ini Dasarnya

Nasional4 jam lalu
Jurusan Kuliah untuk Kerja di Industri Otomotif Subang, Ini Daftar Pilihannya

Jurusan Kuliah untuk Kerja di Industri Otomotif Subang, Ini Daftar Pilihannya

Subang5 jam lalu
Sun Life Syariah dan BMM Dorong UMKM Perempuan di Bandung Naik Kelas

Sun Life Syariah dan BMM Dorong UMKM Perempuan di Bandung Naik Kelas

Nasional5 jam lalu
PERINTIS 10 Hari Jawab Kebutuhan Masyarakat akan Layanan Pertanahan yang Pasti dan Cepat

PERINTIS 10 Hari Jawab Kebutuhan Masyarakat akan Layanan Pertanahan yang Pasti dan Cepat

Nasional5 jam lalu
PGRI Subang Gelar ToT Senam Bugar Jawa Barat Istimewa

PGRI Subang Gelar ToT Senam Bugar Jawa Barat Istimewa

Headline5 jam lalu