Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Alih Fungsi Lahan Pertanian Berubah Jadi Galian, Pelaku UMKM Subang Kesulitan Mendapatkan Nanas

H
Hadi MartadinataEditor: Huba
|08:59 WIB
Bagikan:
Alih Fungsi Lahan Pertanian Berubah Jadi Galian, Pelaku UMKM Subang Kesulitan Mendapatkan Nanas
KESULITAN: Ketua UMKM Subang Ade Patas mengaku kesulitan mendapatkan nanas akhir-akhir ini. Hadi Martadinata/Pasusundan Ekpsres

SUBANG–Produktivitas buah nanas, yang selama ini menjadi ikon dan kebanggaan Kabupaten Subang, kini mengalami penurunan. Hal ini dirasakan langsung oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Ade Patas, yang menggantungkan usahanya pada komoditas tropis tersebut.

Pelaku UMKM yang telah naik kelas dan dikenal sebagai pemilik pusat oleh-oleh serba nanas “Alam Sari”. Usaha yang ia rintis sejak lama kini menghadapi tantangan akibat menurunnya pasokan bahan baku utama, yakni buah nanas.

“Sangat sulit (mendapatkan nanas), bahkan saya harus mencari hingga ke Cikopo, Cikampek,” ujar Ade kepada Pasundan Ekspres pada Minggu (18/7/2025).

Menurutnya, kebutuhan nanas untuk mendukung produksi oleh-oleh khas Subang bisa mencapai 5 kuintal per siklus produksi. 

Namun, sejak bulan Maret 2025 lalu, pasokan hanya tersedia sekitar 50 kilogram saja. Kondisi ini membuat proses produksi terganggu dan berisiko menghentikan operasional usaha.

“Penurunan sekarang sangat drastis, bisa sampai 40 persen, ini tidak biasanya,” ungkapnya prihatin.

Ade menduga penyebab utama dari kelangkaan buah nanas ini adalah alih fungsi lahan pertanian nanas yang semakin marak terjadi, khususnya di wilayah Kecamatan Jalancagak. 

Ia menjelaskan sejak tahun 2007, banyak lahan yang sebelumnya ditanami nanas, mulai beralih menjadi kebun kelapa sawit dan lahan galian.

“Konversi lahan ini sudah lama terjadi dan semakin masif. Bahkan beberapa area yang dulunya jadi sentra nanas, sekarang jadi tambang galian atau kebun sawit. Ini sangat menyulitkan kami sebagai pelaku usaha,” tegasnya.

Konversi lahan ini bukan hanya berdampak pada sektor pertanian dan pasokan bahan baku, tetapi juga menyentuh aspek sosial dan ekonomi masyarakat yang menggantungkan hidup dari nanas.

Tak hanya terkendala pada pasokan, Ade juga mengeluhkan turunnya penjualan produk olahan nanas yang selama ini menjadi andalan pusat oleh-oleh miliknya. 

Ia mengatakan, salah satu dampak besar yang dirasakannya adalah sejak adanya larangan study tour sekolah oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Biasanya produk kami dibeli oleh wisatawan, terutama rombongan study tour sekolah. Tapi sejak dilarang, penjualan jadi sangat menurun,” jelas Ade.

Produk-produk unggulan seperti sirup nanas, keripik nanas, wajik, dodol nanas, dan olahan lainnya selama ini dipasarkan dengan cara dititipkan di hotel, restoran, atau kios oleh-oleh di sepanjang jalur wisata Subang. Tanpa kehadiran wisatawan pelajar, omzet usahanya mengalami penurunan yang signifikan.

Ade Patas berharap pemerintah daerah, khususnya Dinas Pertanian dan Dinas UMKM Kabupaten Subang, segera turun tangan menangani masalah ini. Ia menekankan pentingnya perlindungan lahan pertanian nanas dan keberlanjutan rantai pasok bahan baku bagi pelaku UMKM.

“Subang ini dikenal sebagai kota nanas. Tapi kalau bahan bakunya tidak tersedia, dan promosi wisata juga menurun, gimana kedepannya?,” pungkasnya.

Ia juga mengusulkan agar pemerintah memberikan kebijakan perlindungan lahan pertanian hortikultura dari alih fungsi, serta kembali membuka ruang promosi bagi produk UMKM melalui event wisata atau jalur sekolah yang lebih aman dan edukatif.

Buah nanas bukan sekadar komoditas pertanian bagi Subang. Lebih dari itu, nanas merupakan simbol identitas daerah, menjadi inspirasi berbagai produk UMKM, hingga lambang potensi agroindustri. Namun bila tak ada langkah nyata dari seluruh pemangku kepentingan, ikon ini bisa saja menghilang secara perlahan.

Kondisi ini menjadi peringatan dini bagi seluruh stakeholder untuk segera merumuskan solusi jangka panjang — mulai dari perlindungan lahan, penguatan petani, hingga revitalisasi lahan bagi para petani Nanas.(hdi/ysp) 

Berita Terbaru

GIIAS Bandung 2026 Resmi Berakhir, 25.170 Pengunjung Padati Pameran Otomotif Jawa Barat

GIIAS Bandung 2026 Resmi Berakhir, 25.170 Pengunjung Padati Pameran Otomotif Jawa Barat

Nasional48 menit lalu
Bukan Sekadar Jalan-Jalan, Ini Tempat Wisata untuk Investor di Subang

Bukan Sekadar Jalan-Jalan, Ini Tempat Wisata untuk Investor di Subang

Jawa Barat1 jam lalu
Polres Subang Amankan 36 Barang Bukti Pelanggaran Lalu Lintas

Polres Subang Amankan 36 Barang Bukti Pelanggaran Lalu Lintas

Headline3 jam lalu
Rekomendasi Wisata untuk Tamu Perusahaan di Subang

Rekomendasi Wisata untuk Tamu Perusahaan di Subang

Lifestyle3 jam lalu
ADVERTISEMENT
Film Indonesia yang Tayang di Netflix September 2026, Ada Sekawan Limo 2

Film Indonesia yang Tayang di Netflix September 2026, Ada Sekawan Limo 2

Lifestyle4 jam lalu
Rekomendasi Wisata Subang untuk Wisatawan Asing, Yuk Eksplor!

Rekomendasi Wisata Subang untuk Wisatawan Asing, Yuk Eksplor!

Lifestyle5 jam lalu
Mantan Pejabat Bea Cukai Menangis di Sidang, Ungkap Diminta Pasang Badan agar Kasus Tidak Melebar

Mantan Pejabat Bea Cukai Menangis di Sidang, Ungkap Diminta Pasang Badan agar Kasus Tidak Melebar

Headline16 jam lalu
Kuliner dan Wisata Dekat Pelabuhan Patimban, Subang yang Menarik untuk Dikunjungi

Kuliner dan Wisata Dekat Pelabuhan Patimban, Subang yang Menarik untuk Dikunjungi

Lifestyle17 jam lalu
Wisata Sehari di Sekitar Patimban Subang, Ini Pilihan Tempat yang Bisa Dikunjungi

Wisata Sehari di Sekitar Patimban Subang, Ini Pilihan Tempat yang Bisa Dikunjungi

Subang18 jam lalu
Polda Jabar Ungkap Perdagangan Data Pribadi, Dijual Lewat Telegram hingga Jasa Lacak Identitas

Polda Jabar Ungkap Perdagangan Data Pribadi, Dijual Lewat Telegram hingga Jasa Lacak Identitas

Nasional19 jam lalu