Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Anak Disabilitas di Purwakarta Tewas Dikeroyok Massa, Keluarga Minta Keadilan

A
Adam SumartoEditor: Yusup Suparman
|08:36 WIB
Bagikan:
Anak Disabilitas di Purwakarta Tewas Dikeroyok Massa, Keluarga Minta Keadilan
MENANGIS HISTERIS: Keluarga menangis histeris di ruang jenazah RSUD Bayu Asih Purwakarta saat menyaksikan tubuh Rido (15), anak disabilitas korban pengeroyokan massa di Karawang. Adam Sumarto/Pasundan Ekspres

PASUNDANEKSPRES.ID - Rido (15), anak disabilitas mental asal Purwakarta yang menjadi korban main hakim sendiri di Dusun Ondang 1, Desa Tegalwaru, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang pada Selasa (4/11/2025) lalu, mengembuskan napas terakhir di RSUD Bayu Asih Purwakarta, Kamis (13/11/2025) sekitar pukul 12.30 WIB.

‎Kabar duka ini dikonfirmasi kuasa hukum keluarga Rido, Aris Nurjaman melalui pesan WhatsApp.

‎"Telah meninggal dunia anak Rido, korban pengeroyokan massa di Dusun Ondang 1, sekitar pukul 12.30 WIB di RSUD Bayu Asih Purwakarta," kata Aris saat dikonfirmasi.

‎Ia menambahkan, jenazah Rido rencananya akan dilakukan otopsi untuk kepentingan penyelidikan. Adapun saat ini, jenazah Rido telah dibawa ke RS Sartika Asih Bandung.

Untuk diketahui, ‎tragedi yang menimpa Rido terjadi pada Selasa (4/11/2025) malam. Anak yang memiliki keterbatasan mental itu dikeroyok sejumlah warga hingga mengalami luka parah di bagian kepala.

‎Rido sempat dirawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Karawang. Kondisi kritis memaksa tim medis merujuknya ke RSUD Bayu Asih Purwakarta untuk tindakan lanjutan.

‎Direktur RSUD Bayu Asih, Tri Muhammad Hani, sempat menjelaskan kondisi korban beberapa hari sebelum meninggal.

‎"Pasien datang dari RSUD Karawang. Operasi dilakukan Sabtu malam pukul 00.00 sampai 03.00. Setelah tindakan, pasien dirawat di ruang PICU dengan ventilator," ujarnya.

‎Meski telah menjalani operasi bedah saraf dan mendapat perawatan intensif, kondisi Rido tak menunjukkan perbaikan berarti hingga akhirnya meninggal dunia.

‎Kasus ini pun menuai perhatian luas karena korban merupakan anak di bawah umur dengan disabilitas mental.

‎Keluarga yang didampingi tim hukum telah melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Karawang pada Selasa (11/11/2025).

‎"Kami buka laporan polisi di Polres Karawang karena lokasi kejadian di wilayah hukum Karawang. Kami menuntut keadilan untuk Rido," ujar Aris.

‎Laporan tersebut terkait dugaan pengeroyokan yang dilakukan sejumlah warga. ‎"Korban baru 15 tahun, memiliki keterbatasan mental, dan sampai sekarang belum sadar. Ini sudah hampir seminggu," ucapnya saat itu.

‎Sementara itu, tangis pecah di ruang jenazah RSUD Bayu Asih Purwakarta ketika keluarga menyaksikan tubuh Rido (15), dipindahkan untuk dibawa ke RS Sartika Asih Bandung guna menjalani otopsi.

‎Suasana haru tak terbendung, keluarga saling berpelukan, mereka tak menyangka Rido baru saja mengembuskan napas terakhirnyya setelah sembilan hari koma.

‎Di tengah duka itu, bibi korban, Yana, mengungkapkan kesedihan dan penyesalan mendalam atas peristiwa yang menimpa keponakannya.

‎Dengan suara bergetar, ia menceritakan keseharian Rido yang selama ini tidak pernah membuat masalah dan dikenal sering keluar rumah tanpa pernah sekali pun terlibat persoalan.

‎"Iya, memang suka keluar rumah, tapi enggak pernah ada kasus apa-apa. Selama ini kalau pergi juga paling dijemput warga yang mengenal dia. Enggak pernah ada tuduhan apa pun. Baru kali ini sampai seperti ini," ucap Yana di depan ruang jenazah RSUD Bayu Asih.

‎Menurut Yana, selama Rido hidup, tak sekali pun ia mendengar keponakannya berkonflik dengan orang lain.

‎"Selama ini seumur-umur belum pernah ada tuduhan apapun. Baru kali ini di Karawang. Kalau dia pergi, biasanya warga kasih tahu, nanti dijemput. Enggak pernah ada apa-apa," katanya.

‎Yana berharap polisi segera menangkap para pelaku pengeroyokan yang telah merenggut nyawa Rido, anak yang memiliki keterbatasan mental dan membutuhkan perlindungan ekstra.

‎"Ya pokoknya semoga cepat ketangkap, diadili, tanggung jawab. Dihukum setimpal. Anak normal saja enggak boleh diperlakukan begitu, apalagi yang disabilitas," ujarnya.

‎Dengan mata berkaca-kaca, ia kembali mengulang harapannya.
‎"Ya minta dihukum saja lah, seadil-adilnya. Jangan dibiarkan," ucap Yana.(add/ysp)

ADAM SUMARTO/PASUNDAN EKSPRES

Berita Terbaru

Film Indonesia yang Tayang di Netflix September 2026, Ada Sekawan Limo 2

Film Indonesia yang Tayang di Netflix September 2026, Ada Sekawan Limo 2

Lifestyle51 menit lalu
Rekomendasi Wisata Subang untuk Wisatawan Asing, Yuk Eksplor!

Rekomendasi Wisata Subang untuk Wisatawan Asing, Yuk Eksplor!

Lifestyle1 jam lalu
Mantan Pejabat Bea Cukai Menangis di Sidang, Ungkap Diminta Pasang Badan agar Kasus Tidak Melebar

Mantan Pejabat Bea Cukai Menangis di Sidang, Ungkap Diminta Pasang Badan agar Kasus Tidak Melebar

Headline12 jam lalu
Kuliner dan Wisata Dekat Pelabuhan Patimban, Subang yang Menarik untuk Dikunjungi

Kuliner dan Wisata Dekat Pelabuhan Patimban, Subang yang Menarik untuk Dikunjungi

Lifestyle13 jam lalu
ADVERTISEMENT
Wisata Sehari di Sekitar Patimban Subang, Ini Pilihan Tempat yang Bisa Dikunjungi

Wisata Sehari di Sekitar Patimban Subang, Ini Pilihan Tempat yang Bisa Dikunjungi

Subang14 jam lalu
Polda Jabar Ungkap Perdagangan Data Pribadi, Dijual Lewat Telegram hingga Jasa Lacak Identitas

Polda Jabar Ungkap Perdagangan Data Pribadi, Dijual Lewat Telegram hingga Jasa Lacak Identitas

Nasional15 jam lalu
Terungkap Pertemuan Ketum Partai Bahas RUU Pemilu, Ini yang Dibicarakan

Terungkap Pertemuan Ketum Partai Bahas RUU Pemilu, Ini yang Dibicarakan

Nasional16 jam lalu
Daftar Tempat Liburan Dekat Kawasan Industri Subang, Yuk Healing!

Daftar Tempat Liburan Dekat Kawasan Industri Subang, Yuk Healing!

Lifestyle17 jam lalu
Pengukuran Terjadwal Hadirkan Layanan Pertanahan yang Lebih Jelas bagi Masyarakat

Pengukuran Terjadwal Hadirkan Layanan Pertanahan yang Lebih Jelas bagi Masyarakat

Nasional18 jam lalu
Gelar Sosialisasi Percepatan Sertipikasi Tanah bagi MBR, Kejar Target 3 Juta Bidang

Gelar Sosialisasi Percepatan Sertipikasi Tanah bagi MBR, Kejar Target 3 Juta Bidang

Headline19 jam lalu