Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Ancaman PHK Sektor Jasa Keuangan di Tengah Pelemahan Rupiah dan Ketidakpastian Global

Y
Yusup SuparmanEditor: Yusup Suparman
|19:51 WIB
Bagikan:
Ancaman PHK Sektor Jasa Keuangan di Tengah Pelemahan Rupiah dan Ketidakpastian Global
Ketua Umum SPJK Prana Rifsana menjelaskan, sektor jasa keuangan memiliki keterkaitan yang erat dengan kondisi perekonomian nasional maupun global.

JAKARTA – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang berlangsung dalam beberapa waktu terakhir, ditambah dengan ketidakpastian politik dan ekonomi global yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda, mulai menimbulkan kekhawatiran di kalangan pekerja sektor jasa keuangan.

Serikat pekerja Jasa Keuangan (SPJK) menilai di industri perbankan dan asuransi kondisi saat ini berpotensi memberikan tekanan terhadap kinerja perusahaan dan pada akhirnya berdampak pada keberlangsungan tenaga kerja.

Menurut pandangan Ketua Umum SPJK Prana Rifsana, sektor jasa keuangan memiliki keterkaitan yang erat dengan kondisi perekonomian nasional maupun global. Ketika nilai tukar bergejolak dan aktivitas ekonomi melambat, permintaan kredit dapat menurun, kualitas pembiayaan berpotensi memburuk, dan aktivitas bisnis masyarakat maupun dunia usaha ikut terdampak. Kondisi tersebut dapat memengaruhi pendapatan perusahaan perbankan maupun asuransi.

Selain faktor nilai tukar, konflik geopolitik, ketegangan perdagangan internasional, serta ketidakpastian arah kebijakan ekonomi berbagai negara turut menimbulkan tekanan terhadap pasar keuangan. Investor cenderung bersikap lebih berhati-hati, sementara dunia usaha menunda ekspansi dan investasi.

Dalam situasi seperti ini, perusahaan sering kali melakukan langkah efisiensi untuk menjaga kinerja dan profitabilitas.

Ancaman PHK Sektor Jasa Keuangan

Prana menyampaikan kekhawatirannya bahwa program efisiensi dapat berupa pembatasan rekrutmen, pengurangan tenaga kerja kontrak, percepatan digitalisasi yang mengurangi kebutuhan pegawai pada fungsi tertentu, hingga kemungkinan pemutusan hubungan kerja (PHK) apabila tekanan ekonomi berlangsung dalam jangka panjang.

Di sektor perbankan, transformasi digital yang semakin masif telah mengubah pola layanan kepada nasabah. Penggunaan aplikasi perbankan dan layanan digital mengurangi ketergantungan pada kantor cabang fisik.

Dalam kondisi ekonomi yang penuh tantangan, percepatan transformasi tersebut dikhawatirkan menjadi alasan tambahan bagi perusahaan untuk melakukan rasionalisasi jumlah pekerja.

Sementara itu, di sektor asuransi, perlambatan pertumbuhan ekonomi dapat berdampak pada kemampuan masyarakat membeli produk perlindungan maupun mempertahankan polis yang dimiliki. Penurunan aktivitas bisnis dan investasi juga dapat memengaruhi kinerja perusahaan asuransi sehingga memunculkan tekanan untuk melakukan penghematan biaya operasional.

Prana di tengah pelaksanaan Kongres ke 3 Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) pada hari Minggu, 7 Juni 2026 di Jakarta menekankan bahwa pekerja tidak boleh menjadi pihak yang menanggung beban utama dari gejolak ekonomi global. Organisasi pekerja harus mendorong manajemen perusahaan untuk mengedepankan dialog sosial, transparansi kondisi keuangan perusahaan, serta mencari berbagai alternatif sebelum mengambil langkah PHK.

Selain itu, Prana yang juga menjabat sebagai Ketua Partai Buruh EXCO Kota Bandung meminta pemerintah dan regulator agar terus menjaga stabilitas sistem keuangan, memperkuat perlindungan tenaga kerja, serta menciptakan kebijakan yang dapat menjaga pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja.

Dukungan terhadap sektor riil dinilai penting untuk menjaga kualitas kredit, meningkatkan aktivitas usaha, dan mengurangi tekanan terhadap industri jasa keuangan.

'Saya juga mengingatkan bahwa stabilitas industri keuangan tidak hanya ditentukan oleh indikator keuangan perusahaan, tetapi juga oleh keberlangsungan sumber daya manusia yang menjadi tulang punggung pelayanan kepada masyarakat' tegas Prana. Oleh karena itu, upaya menjaga lapangan kerja dianggap sebagai bagian penting dari upaya menjaga kepercayaan publik terhadap sektor jasa keuangan.

Meskipun hingga saat ini belum terdapat indikasi bahwa pelemahan rupiah dan ketidakpastian politik global secara otomatis akan memicu PHK massal di seluruh industri perbankan dan asuransi, Prana menilai langkah antisipatif perlu dilakukan sejak dini agar potensi dampak terhadap pekerja dapat diminimalkan apabila situasi ekonomi global memburuk dalam waktu yang lebih panjang.

'Implementasi Satgas PHK yang dibentuk pemerintah harus segera dibentuk dan difungsikan hingga ke tingkat Kota/Kabupaten, Pengawas Tenaga Kerja dan Desk Ketenagakerjaan harus pro aktif dan jangan hanya menunggu pengaduan' Tambah Prana mengakhiri pembicaraan.(rls)

Berita Terbaru

Daftar Drama Korea Tayang November 2026, Ada The Remarried Empress hingga Good Partner 2

Daftar Drama Korea Tayang November 2026, Ada The Remarried Empress hingga Good Partner 2

Lifestyle59 menit lalu
HP Infinix Terbaru 2026 dari Rp1 Jutaan hingga Rp12 Jutaan, Ini Daftarnya

HP Infinix Terbaru 2026 dari Rp1 Jutaan hingga Rp12 Jutaan, Ini Daftarnya

Lifestyle2 jam lalu
Rumah123 Ungkap Tren Rumah Tapak di Subang, Harga Penawaran Tembus Rp1,5 Miliar

Rumah123 Ungkap Tren Rumah Tapak di Subang, Harga Penawaran Tembus Rp1,5 Miliar

Lifestyle3 jam lalu
Polda Metro Jaya Hapus Postingan Sumpah Pemuda di Instagram? Ini Informasi yang Beredar

Polda Metro Jaya Hapus Postingan Sumpah Pemuda di Instagram? Ini Informasi yang Beredar

Nasional3 jam lalu
ADVERTISEMENT
Subang Fest Vol.15 Kembali Digelar Akhir Oktober, Gandeng Komunitas Otomotif

Subang Fest Vol.15 Kembali Digelar Akhir Oktober, Gandeng Komunitas Otomotif

Lifestyle4 jam lalu
Green Policing di Cidadap, Kapolsek Pagaden Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Green Policing di Cidadap, Kapolsek Pagaden Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Subang4 jam lalu
Daftar Lengkap HP OPPO Terbaru 2026, Cek Spesifikasi dan Harga Oktober

Daftar Lengkap HP OPPO Terbaru 2026, Cek Spesifikasi dan Harga Oktober

Lifestyle4 jam lalu
Angkat Kisah Aktivis 1998, Penonton Film Laut Bercerita Tembus 184 Ribu di Hari Pertama

Angkat Kisah Aktivis 1998, Penonton Film Laut Bercerita Tembus 184 Ribu di Hari Pertama

Lifestyle4 jam lalu
Pertamina Targetkan 500 Ribu Liter Minyak Jelantah untuk Bahan Baku Bioavtur

Pertamina Targetkan 500 Ribu Liter Minyak Jelantah untuk Bahan Baku Bioavtur

Nasional5 jam lalu
Usulan WFA saat Libur Nataru 2026 untuk Urai Kemacetan, Kemenhub Bidik 3 Tanggal Ini

Usulan WFA saat Libur Nataru 2026 untuk Urai Kemacetan, Kemenhub Bidik 3 Tanggal Ini

Nasional5 jam lalu