Arus Mudik Lebaran 2026 Mulai Akhir Pekan, Polres Subang Siapkan 33 Pos Pengamanan dan 1.165 Personel

SUBANG - Musim mudik Lebaran 2026 diprediksi akan mulai berlangsung pada akhir pekan ini. Pihak Korlantas Polri bersama Kementerian Perhubungan memperkirakan arus mudik akan mulai meningkat pada Sabtu, 14 Maret 2026, seiring dimulainya masa libur sekolah bagi para pelajar.
Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan pemudik, jajaran kepolisian telah menyiapkan berbagai langkah pengamanan di sejumlah wilayah, termasuk di Kabupaten Subang yang menjadi salah satu jalur strategis perlintasan pemudik di Jawa Barat.
Kabagops Polres Subang Kompol Asep Rahman mengatakan, pengamanan mudik akan dilakukan melalui Operasi Ketupat Lodaya 2026 yang berlangsung mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Menurutnya, berbagai persiapan telah dilakukan agar arus mudik berjalan aman dan lancar.
“Di Kabupaten Subang sendiri, persiapan pengamanan jalannya arus mudik sudah disiapkan dengan matang. Kami menyiapkan 33 pos yang terdiri dari pos terpadu, pos pelayanan, dan pos pengamanan yang tersebar di seluruh jalur mudik di Kabupaten Subang, baik di Tol Cipali, Jalur Pantura, Jalur Tengah maupun Jalur Selatan,” ujar Kompol Asep Rahman, Senin (9/3/2026).
Dalam pelaksanaan pengamanan tersebut, Polres Subang akan menerjunkan ratusan personel yang dibantu oleh petugas gabungan dari berbagai instansi. Total personel yang disiagakan mencapai 1.165 orang.
“Total personel pengamanan mudik Lebaran tahun 2026 di Subang mencapai 1.165 orang, terdiri dari 700 personel kepolisian dan 465 personel gabungan dari berbagai instansi terkait,” jelasnya.
Selain pengamanan, pihak kepolisian juga mengimbau para pemudik untuk memanfaatkan jalur alternatif jika terjadi kemacetan di jalur utama seperti Tol Cipali maupun Jalur Pantura. Menurutnya, sejumlah jalur alternatif di Subang kini dalam kondisi baik dan nyaman untuk dilalui.
“Jika kemacetan terjadi di Tol Cipali, pemudik bisa keluar melalui Gerbang Tol Kalijati atau Cilameri untuk selanjutnya menuju Jalur Pantura maupun Cikamurang,” katanya.
Kompol Asep menambahkan, jalur alternatif di wilayah Subang juga dapat menjadi pilihan bagi pemudik yang ingin menghindari kepadatan kendaraan di Pantura. Jalur tersebut bisa dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.
Beberapa jalur alternatif yang dapat digunakan pemudik di Kabupaten Subang antara lain:
1. Jalur Alternatif Srengseng–Cipeundeuy
Jalur ini dapat digunakan jika terjadi kemacetan di kawasan Patokbeusi, Jalur Pantura. Pemudik bisa menuju Pabuaran hingga Cipeundeuy, lalu melanjutkan perjalanan ke jalur tengah menuju Kalijati, Subang Kota, hingga jalur Cikamurang menuju Indramayu dan Majalengka.
2. Jalur Alternatif Sukamandi–Kalijati
Jalur ini berada sekitar 100 meter setelah perempatan Pasar Sukamandi. Meskipun jalannya relatif sempit, kondisi jalan cukup baik dan nyaman dilalui. Dari Sukamandi, pemudik dapat menuju Purwadadi hingga Kalijati. Setibanya di Kalijati, pemudik dapat memilih masuk ke Tol Cipali melalui Gerbang Tol Kalijati atau melanjutkan perjalanan ke Subang Kota hingga Cikamurang.
3. Jalan Provinsi Penghubung Pamanukan–Subang
Jalur ini juga dapat menjadi alternatif jika Pantura mengalami kemacetan. Pemudik dari arah Pamanukan dapat melewati kolong Flyover Pamanukan, lalu di perempatan mengambil arah kanan menuju Pagaden hingga Subang Kota. Dari wilayah Subang, pemudik bisa masuk ke Tol Cipali melalui Gerbang Tol Cilameri atau melanjutkan perjalanan ke arah Cikamurang.
Dengan berbagai persiapan tersebut, diharapkan arus mudik Lebaran 2026 yang melintasi wilayah Subang dapat berjalan lancar, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat yang hendak pulang ke kampung halaman.
