Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Banjir Rob Kembali Rendam Pesisir Subang: Ratusan Rumah, Sekolah, dan Sawah Ikut Terendam

D
Dobi MaulanaEditor: Dobi Maulana
|13:08 WIB
Bagikan:
Banjir Rob Kembali Rendam Pesisir Subang: Ratusan Rumah, Sekolah, dan Sawah Ikut Terendam
Situasi banjir rob di wilayah pesisir utara Subang, termasuk Desa Anggasari dan Legonwetan.

PASUNDANEKSPRES - Banjir rob atau naiknya air laut kembali menerjang wilayah pesisir utara Kabupaten Subang, Jawa Barat. Hingga Kamis (4/12) siang, air yang menggenang belum menunjukkan tanda-tanda surut dan justru meluas ke beberapa desa di Kecamatan Sukasari, Legonkulon, serta Ciasem.

Berdasarkan hasil pemantauan tim Yayasan Lingkungan Nusantara Indah (YLNI) di lokasi, ketinggian air di sejumlah titik mencapai 70 sentimeter hingga satu meter. Genangan tersebut merendam rumah warga, sekolah, tempat ibadah, serta area tambak dan sawah yang masih produktif.

Desa Anggasari Tenggelam Rob, Kegiatan Warga Terhenti

Di Desa Anggasari, Kecamatan Sukasari, air pasang mulai menggenang sejak sekitar pukul 08.30 WIB dan hingga malam hari belum berkurang. Banjir tersebut merendam dua RT—RT 21 dan RT 22 RW 05—dengan total 147 rumah warga yang terendam.

Tak hanya permukiman, sejumlah fasilitas umum penting juga ikut terkena dampaknya, seperti:

  • Gedung Madrasah TPQ Baitussyifa
  • SD Negeri Tritura
  • Masjid Al Muttaqin
  • Mushola At-Taqwa

Selain itu, sekitar 305 hektare tambak ikan turut terendam. Sebagian besar petambak diperkirakan gagal panen karena intrusi air laut dan rusaknya pakan ikan. Sementara itu, kurang lebih 362 hektare area persawahan di Anggasari terancam tidak bisa ditanami, akibat campuran air rob dan air hujan yang tidak surut.

Situasi ini membuat kegiatan warga benar-benar terhenti. Jalan utama antar-RT dan antardusun tidak dapat dilewati kendaraan roda dua maupun roda empat. Warga hanya bisa bergerak dengan berjalan kaki menembus air setinggi lutut hingga dada.

“Air rob ini sudah sering terjadi. Tapi tahun ini lebih parah karena hujan juga turun deras. Rumah kami terendam, jalan juga nggak bisa dilewati. Kami cuma berharap pemerintah cepat menanggulangi, karena anak-anak sudah mulai sakit flu dan batuk,” ujar Radiyah, ketua RT 22 Anggasari, saat ditemui di lokasi pengungsian sementara.

Warga sangat menantikan datangnya bantuan. Mereka memerlukan obat-obatan, bahan pangan, serta perlengkapan kebersihan, karena kondisi musim hujan dan udara lembap mudah memicu berbagai penyakit seperti flu, batuk, dan iritasi kulit.

Desa Legonwetan Ikut Dilanda Banjir Rob

Peristiwa serupa juga menimpa Desa Legonwetan, Kecamatan Legonkulon, pada Kamis (4/12/2025) sekitar pukul 07.00 WIB. Gelombang air pasang dari arah utara pesisir menerobos tanggul yang melemah akibat abrasi dan tingginya permukaan laut.

Hampir semua dusun di desa tersebut terdampak, mulai dari Dusun Krajan (RT 001–004) hingga Dusun Tegalsari (RT 005–009). Kenaikan air laut yang masuk ke wilayah daratan membuat akses jalan antardusun terputus dan menyebabkan aktivitas warga terhenti.

“Air naik cepat sekali pagi tadi, sekarang rumah-rumah di RT 008 sudah setinggi lutut bahkan lebih. Tambak juga terendam,” ungkap Ahmad Taufik, Ketua RT setempat, yang turut membantu evakuasi warga lanjut usia dan anak-anak ke tempat lebih tinggi.

Menurut laporan resmi dari aparat Desa Legonwetan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Meski demikian, kerugian materi cukup besar karena mayoritas warga bergantung pada tambak dan lahan pertanian yang kini rusak akibat terpapar air asin.

Pemerintah desa bersama RT, RW, Satgas, dan perangkat Pemdes telah mengambil sejumlah langkah darurat, seperti mengantisipasi potensi rob berikutnya, mengevakuasi warga yang terdampak paling parah, serta melaporkan situasi ke Muspika Legonkulon untuk penanganan lebih lanjut.

Warga juga mengajukan kebutuhan mendesak berupa:

  • Beras dan mi instan
  • Selimut dan pakaian yang layak pakai
  • Peralatan kebersihan
  • Obat-obatan dasar serta vitamin

YLNI: Hampir Seluruh Pesisir Utara Subang Tergenang Rob

Dari hasil pantauan YLNI, banjir rob kali ini melanda hampir seluruh kawasan pesisir utara Subang, mulai dari Anggasari, Legonwetan, hingga Muara Ciasem. Di wilayah Muara Ciasem sendiri, air bahkan telah mencapai separuh area permukiman dan merendam sebagian besar tambak udang serta bandeng.

Menurut anggota YLNI, Kang Pepe, kejadian rob tahun ini jauh lebih parah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kondisi ini dipicu oleh kombinasi pasang laut yang sangat tinggi, curah hujan yang ekstrem, serta buruknya sistem drainase di wilayah pesisir.

“Sudah dua hari berturut-turut air tidak surut. Curah hujan hari ini memperparah keadaan. Setengah desa di Muara Ciasem juga terendam. Kami mendesak pemerintah, khususnya BBWS Citarum dan Pemprov Jawa Barat, segera melakukan penanggulangan jangka pendek dan perencanaan jangka panjang,” ujarnya.

YLNI turut menyoroti perlunya pembangunan tanggul penahan rob serta perbaikan dan normalisasi saluran air di kawasan pesisir Subang yang rentan banjir. Tanpa langkah nyata, rob dikhawatirkan akan terus menjadi bencana tahunan yang semakin memberatkan masyarakat pesisir, baik dari aspek ekonomi, kesehatan, maupun sosial.

Dampak Lingkungan dan Ekonomi

Selain menyebabkan kerusakan fisik, bencana ini juga memberi tekanan besar pada ekosistem pesisir. Masuknya air laut ke daratan membawa kandungan garam yang dapat merusak struktur tanah serta mematikan organisme air tawar di tambak. Jika kondisi ini berlangsung lama, kualitas tanah pertanian dapat menurun secara signifikan.

Bagi warga pesisir yang sebagian besar menggantungkan hidup dari tambak dan pekerjaan sebagai buruh tani, rob berarti hilangnya sumber penghasilan.“Biasanya bulan ini kami panen bandeng dan udang, tapi semua hanyut. Kolam hancur, ikan mati karena air asin bercampur hujan,” kata Pepe, warga Dusun Kaler Anggasari.

YLNI bersama para relawan lingkungan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan berbagai lembaga sosial untuk menambah bantuan dan mempercepat distribusinya.

Seruan Penanganan Cepat

YLNI dan warga berharap BBWS Citarum, BPBD Subang, serta instansi pemerintah terkait segera turun langsung ke lokasi terdampak. Diperlukan tindakan cepat seperti pembangunan tanggul darurat, pemasangan pompa penyedot air, dan penataan ulang sistem drainase di kawasan pesisir.

Upaya jangka panjang juga dibutuhkan, seperti rehabilitasi hutan mangrove, perbaikan tata ruang pesisir, serta edukasi masyarakat mengenai adaptasi terhadap perubahan iklim, guna mencegah bencana serupa di masa depan.

“Kalau terus dibiarkan, bukan hanya rumah yang rusak, tapi juga kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat pesisir bisa lumpuh total. Pemerintah harus melihat rob ini bukan bencana musiman, tapi bencana ekologis akibat perubahan iklim dan degradasi pesisir,” tutup Pengurus YLNI di lapangan.

Berita Terbaru

Gandeng AGAVI Institute, Bapperida Buka Program Subang Youth Preneur 2026 Untuk Pelaku UMKM

Gandeng AGAVI Institute, Bapperida Buka Program Subang Youth Preneur 2026 Untuk Pelaku UMKM

Subang17 menit lalu
PPN Pembalut Wanita Masih Dipungut, Wacana Pembebasan Belum Masuk Kajian

PPN Pembalut Wanita Masih Dipungut, Wacana Pembebasan Belum Masuk Kajian

Nasional29 menit lalu
Penjelasan BPJS Kesehatan Soal Isu Penonaktifan PBI JK Untuk Desil Tertentu

Penjelasan BPJS Kesehatan Soal Isu Penonaktifan PBI JK Untuk Desil Tertentu

Nasional1 jam lalu
Pidana Kerja Sosial Subang 2026 Mulai Diterapkan, Terpidana Jalani Hukuman di Panti Asuhan

Pidana Kerja Sosial Subang 2026 Mulai Diterapkan, Terpidana Jalani Hukuman di Panti Asuhan

Subang1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Kasus Korupsi Dana BNPB 2026: KPK Periksa Pejabat dan Telusuri Aliran Uang Pengadaan Bencana

Kasus Korupsi Dana BNPB 2026: KPK Periksa Pejabat dan Telusuri Aliran Uang Pengadaan Bencana

Nasional1 jam lalu
Pramono Anung Pastikan Tak Ada Fasilitas Publik Rusak Usai Demo Mahasiswa di Jakarta

Pramono Anung Pastikan Tak Ada Fasilitas Publik Rusak Usai Demo Mahasiswa di Jakarta

Nasional1 jam lalu
Sederet Publik Figur Ikut Aksi di Bundaran HI, Ada Reza Rahadian hingga Wanda Hamidah

Sederet Publik Figur Ikut Aksi di Bundaran HI, Ada Reza Rahadian hingga Wanda Hamidah

Nasional2 jam lalu
Viral Tehbotol Isi Sabun di Tengah Aksi Demo 28 Oktober, Ini Klarifikasi PT Sinar Sosro

Viral Tehbotol Isi Sabun di Tengah Aksi Demo 28 Oktober, Ini Klarifikasi PT Sinar Sosro

Nasional2 jam lalu
Timnas Indonesia U15 Lolos ke Perempat Final Piala Dunia U15 Usai Kalahkan Panama 5-3

Timnas Indonesia U15 Lolos ke Perempat Final Piala Dunia U15 Usai Kalahkan Panama 5-3

Olahraga3 jam lalu
Pemda Purwakarta Diminta Tindaklanjuti Tiga Fokus Utama dalam Dukung Program Makan Bergizi Gratis

Pemda Purwakarta Diminta Tindaklanjuti Tiga Fokus Utama dalam Dukung Program Makan Bergizi Gratis

Purwakarta3 jam lalu