Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

SUBANG - Pemerintah Kabupaten Subang menargetkan penuntasan rehabilitasi 2.100 ruang kelas rusak hingga akhir masa kepemimpinan Bupati Reynaldy Putra Andita.
Untuk memastikan program perbaikan infrastruktur pendidikan berjalan sesuai rencana, pengawasan terhadap pelaksanaan proyek menjadi perhatian pemerintah daerah.
“Insyaallah, saya optimistis di kepemimpinan saya, 2.100 ruang kelas rusak harus selesai,” ujarnya saat meninjau rehabilitasi ruang kelas di SDN Binakarya, Desa Wanajaya, Kecamatan Tambakdahan, Jumat (9/10/2026).
Dia menyebut, penanganan ruang kelas rusak akan dilakukan secara bertahap setiap tahun agar target penyelesaian dapat tercapai sesuai rencana hingga akhir masa jabatannya.
Selain mengejar target perbaikan, Reynaldy menekankan pentingnya pengawasan agar pelaksanaan proyek berjalan sesuai ketentuan.
Ia menyebut Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Inspektorat Daerah sebagai lembaga yang memiliki fungsi pengawasan terhadap penggunaan anggaran dan pelaksanaan program pemerintah.
Ia juga meminta pihak sekolah tidak mudah terpengaruh oleh pihak-pihak yang mengatasnamakan instansi tertentu untuk melakukan intervensi di luar mekanisme resmi.
“Fungsi pengawasan itu sudah ada yang pegang, ada BPK, Inspektorat Daerah,” ungkapnya.
Reynaldy secara khusus mengingatkan pihak sekolah agar berhati-hati terhadap oknum yang mengaku berasal dari Dinas Pendidikan, media, maupun lembaga swadaya masyarakat (LSM).
“Kalau ada oknum-oknum yang mengatasnamakan dari Disdik, media, LSM, ditolak saja, karena pada prinsipnya sekolah punya lembaga pengawasan yang resmi,” tegasnya.
Ada pun salah satu pekerjaan yang tengah dilaksanakan yakni rehabilitasi dua ruang kelas di SDN Binakarya. Proyek tersebut menggunakan anggaran APBD Kabupaten Subang Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp199,8 juta dengan durasi pelaksanaan 130 hari.
Kepala SDN Binakarya, Eri Lestari, menyampaikan apresiasi atas bantuan rehabilitasi tersebut. Ia berharap perbaikan ruang kelas dapat meningkatkan kenyamanan siswa dan tenaga pendidik dalam menjalankan kegiatan belajar mengajar.
“Banyak terima kasih, karena kami mendapatkan bantuan rehabilitasi dua ruang kelas,” tutur Eri. (cdp/ysp)
