Cara Asyik SMAN 1 Pagaden Subang Meriahkan HUT ke-80 RI

SUBANG-SMAN 1 Pagaden menggelar berbagai perlombaan yang seru dan penuh makna, Selasa (19/8/2025). Kegiatan itu digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga wadah untuk mempererat persatuan, menumbuhkan semangat nasionalisme, serta mengenang perjuangan para pahlawan yang telah merebut kemerdekaan.
Berbagai lomba khas kemerdekaan digelar, mulai dari dagongan, nyiru balon, memasukkan paku ke dalam botol, estafet balon, corong air, hingga balap sarung. Suasana sekolah pun dipenuhi sorak-sorai semangat siswa yang antusias mengikuti setiap perlombaan.
Ketua pelaksana kegiatan yang juga Ketua Ekskul Olahraga SMAN 1 Pagaden, Alif Sastra Suandi menjelaskan, tujuan utama perlombaan ini adalah untuk memeriahkan peringatan HUT RI ke-80.
“Alhamdulillah, antusiasme siswa cukup tinggi. Mereka sangat bersemangat mengikuti lomba, suasananya ramai sekali. Perlombaan ini kami rancang agar siswa bisa lebih kompak dengan teman sekelas, dan tentu saja untuk menumbuhkan rasa nasionalisme,” ujar Alif.
Meski berjalan meriah, Alif tidak menutup mata bahwa ada beberapa kendala dalam persiapan maupun pelaksanaan lomba. Mulai dari mencari perlengkapan lomba, menyesuaikan jenis lomba dengan situasi sekolah, hingga kendala komunikasi saat perlombaan berlangsung. Namun, panitia sigap melakukan evaluasi agar acara tetap berjalan lancar.
“Setiap tahun perlombaan memang berbeda-beda, supaya lebih fresh. Harapan saya, di tahun-tahun berikutnya OSIS dan ekskul olahraga bisa lebih solid, perlombaan semakin kreatif, dan panitia juga semakin siap,” tambahnya.
Bagi para siswa, momen lomba kemerdekaan ini menjadi pengalaman yang berharga. Salah satunya disampaikan oleh Rizky Farel Pratama, siswa kelas 12 SMAN 1 Pagaden. Ia mengaku bangga sekaligus bahagia bisa ikut serta.
“Kegiatan ini bukan hanya sekadar perlombaan, tapi juga cara kami untuk menghargai perjuangan pahlawan. Suasananya meriah, penuh semangat, dan bikin saya semakin sadar kalau kemerdekaan yang kita nikmati sekarang harus selalu disyukuri,” ungkap Rizky.
Menurutnya, lomba dagongan menjadi yang paling berkesan karena tidak hanya mengandalkan tenaga, tetapi juga kekompakan dan strategi. “Saat mendorong bambu bersama, rasanya benar-benar menantang. Ditambah sorakan teman-teman yang bikin makin semangat,” tambahnya.
Rizky juga merasakan banyak manfaat dari kegiatan ini. Dari sisi pribadi, ia merasa lebih percaya diri dan berani mencoba hal baru. Dari sisi sosial, ia belajar kebersamaan, solidaritas, serta sportivitas.
“Lomba ini mengajarkan bahwa untuk meraih sesuatu butuh usaha, kerja keras, dan kebersamaan. Bahkan dari kegiatan sederhana, nasionalisme bisa tumbuh lewat saling mendukung dan menghargai teman,” katanya.
Rizky yang tahun ini terakhir mengikuti perayaan 17-an di sekolah juga menitipkan harapan untuk adik-adik kelasnya.
“Semoga tahun depan peringatannya lebih meriah, lebih kreatif, dan jadi tradisi yang selalu dijaga. Biar bukan hanya hiburan, tapi juga sarana belajar kebersamaan, sportivitas, dan rasa cinta tanah air,” tutupnya.
Peringatan HUT RI ke-80 di SMAN 1 Pagaden benar-benar menjadi momen yang meriah sekaligus penuh makna. Lewat perlombaan sederhana, siswa bukan hanya bersenang-senang, tetapi juga belajar arti kebersamaan, kerja sama, dan nasionalisme. Semarak lomba ini membuktikan bahwa semangat kemerdekaan terus hidup di hati generasi muda.(Ika Oliviani/SMAN 1 Pagaden)
