Catat Lagi Ya, Bupati: Tidak Boleh Ada Pungli Masuk VinFast

PASUNDANEKSPRES.ID - Bupati Subang Reynaldy Putra Andita meminta seluruh proses investasi dan operasional, termasuk di perusahaan otomotif VinFast harus berjalan tanpa praktik pungutan liar (pungli).
Dalam dialognya dengan CEO VinFast, An Van Nhat, Reynaldy menegaskan, pemerintah daerah mendukung penuh keberlanjutan investasi Vinfast dan ingin memastikan segala urusan perusahaan berlangsung aman, nyaman, dan bebas dari tekanan pihak manapun.
“Dukung VinFastdan buat seluruh urusan di Subang berjalan mudah. Jika ada pihak yang meminta proyek atau biaya, jangan berikan. Langsung laporkan kepada saya,” ujarnya saat meninjau pabrik VinFast di Kecamatan Cibogo, Kamis (20/11/2025).
Bupati menegaskan, dirinya tidak menginginkan keuntungan pribadi dari kehadiran investor, melainkan ingin memastikan VinFastberkembang menjadi perusahaan besar yang membawa manfaat nyata bagi warga Subang.
“Saya tidak butuh uang. Saya hanya ingin VinFastmenjadi perusahaan yang hebat dan masyarakat saya bisa bekerja di sini dengan mudah,” tegasnya.
Untuk mendukung kebutuhan SDM tersebut, Reynaldy menginstruksikan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Subang untuk segera melakukan pemetaan kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan-perusahaan besar di Subang, termasuk VinFast.
“Disnaker saya perintahkan segera memetakan kebutuhan perusahaan. Kita siapkan masyarakat kita agar memiliki spesifikasi yang diperlukan,” ujarnya.
Di akhir kunjungannya, Reynaldy kembali menegaskan komitmen bersama Pemkab Subang dan VinFastuntuk menerapkan proses rekrutmen yang bersih, transparan, dan tanpa pungutan apa pun.
“VinFast komitmen di setiap rekrutmen zero rupiah. Saya tidak pernah meminta apapun kepada VinFast, dan VinFastharus melakukan hal yang sama kepada masyarakat. Rekrutmen harus zero rupiah,” ungkapnya.
CEO VinFast, An Van Nhat, mengungkapkan, perusahaan akan membuka rekrutmen besar-besaran pada tahun 2026 dengan kebutuhan hingga 5.000 tenaga kerja.(cdp/ysp)
