Dari Dapur ke Peluang Usaha, Ibu-Ibu Legonkulon Belajar Sulap Ikan Jadi Dimsum dan Siomay Bernilai Jual

PASUNDANEKSPRES.ID - Aroma ikan tenggiri yang diolah menjadi dimsum dan siomay tercium di Aula Kantor Kecamatan Legonkulon, Kabupaten Subang, Rabu (13/5/2026).
Puluhan ibu rumah tangga dan pelaku UMKM dari tujuh desa tampak antusias mengikuti workshop bertajuk Olahan Ikan Lezat dan Bernilai Jual.
Kegiatan yang digelar Pemerintah Kecamatan Legonkulon ini diikuti peserta dari Desa Bobos, Karangmulya, Legonkulon, Legonwetan, Mayangan, Pangarengan, dan Tegalurung.
Workshop menghadirkan tim dari Yayasan Setara Indonesia yang memberikan materi sekaligus praktik pengolahan makanan berbahan dasar ikan.
Tak sekadar belajar memasak, para peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai potensi usaha produk olahan hasil perikanan, teknik pengemasan yang menarik, hingga strategi pemasaran produk UMKM berbasis pangan lokal.
Setelah sesi teori, peserta langsung mempraktikkan pembuatan dimsum dan siomay berbahan ikan tenggiri. Suasana workshop berlangsung hidup dan interaktif. Para ibu terlihat serius menyimak, aktif bertanya, dan mencoba sendiri setiap tahapan pembuatan produk.
Kekayaan Alam Legonkulon Potensial Bernilai Ekonomi Tinggi
Sekretaris Kecamatan Legonkulon, Ida Erlinda menyampaikan, wilayahnya memiliki kekayaan alam yang sangat potensial untuk dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.
“Wilayah kita memiliki potensi luar biasa, khususnya bahari dan mangrove, termasuk hasil perikanan yang besar dan melimpah. Oleh karena itu, melalui workshop ini saya berharap para peserta dapat memperoleh ilmu, kreativitas, dan motivasi untuk menghasilkan produk olahan ikan yang tidak hanya lezat, tetapi juga memiliki nilai jual tinggi dan mampu bersaing di pasaran,” ujarnya.
Ida berharap pelatihan tersebut tidak berhenti pada tataran teori, tetapi dapat berkembang menjadi usaha nyata yang menopang perekonomian keluarga.
“Mudah-mudahan ilmu yang didapat hari ini bisa dikembangkan menjadi usaha rumahan maupun UMKM yang berkelanjutan. Dengan begitu, potensi perikanan di Legonkulon dapat memberi manfaat yang lebih besar bagi kesejahteraan masyarakat,” ungkap Ida.
Mentor dari Yayasan Setara Indonesia, Esti Ginting menjelaskan, ikan merupakan bahan baku lokal yang memiliki nilai gizi tinggi dan sangat potensial diolah menjadi produk modern yang diminati pasar.
“Kami ingin menunjukkan bahwa ikan tidak hanya bisa dijual dalam bentuk segar, tetapi juga dapat diolah menjadi berbagai produk kekinian seperti dimsum dan siomay. Jika dikemas dengan baik dan dipasarkan secara tepat, produk ini memiliki peluang usaha yang sangat menjanjikan,” jelas Esti.
Ia menambahkan, perempuan memiliki peran penting dalam menciptakan inovasi usaha berbasis potensi daerah.
“Dengan keterampilan yang tepat, ibu-ibu dapat menjadi pelaku usaha yang kreatif dan mandiri. Harapannya, pelatihan ini menjadi awal lahirnya produk-produk unggulan Legonkulon yang mampu menembus pasar lebih luas,” tuturnya.
Salah seorang peserta, Eti, mengaku senang dapat mengikuti pelatihan tersebut karena memberikan pengetahuan baru yang sangat bermanfaat.
“Selama ini saya belum pernah membuat dimsum dan siomay dari ikan. Ternyata caranya tidak terlalu sulit dan hasilnya enak. Saya jadi termotivasi untuk mencoba membuatnya di rumah, bahkan kalau memungkinkan ingin menjadikannya sebagai usaha tambahan untuk membantu ekonomi keluarga,” tutur Eti. (cdp/ysp)
