Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Di Bawah Rata-rata Provinsi, Angka Stunting di Subang Terus Menurun

H
HubaEditor: Huba
|08:08 WIB
Bagikan:
Di Bawah Rata-rata Provinsi, Angka Stunting di Subang Terus Menurun
TUNTASKAN STUNTING: Pj Bupati Subang Imran dan pihak terkait berkomitmen untuk menuntaskan masalah stunting di wilayah Kabupaten Subang. ZAENAL ABIDIN/PASUNDAN EKSPRES

SUBANG-Kegiatan Rembuk Stunting dengan tema "Subang Ngahiji Menuju Zero New Stunting" diselenggarakan di Aula Pemda Kabupaten Subang pada Senin (28/5). Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak terkait yang berkomitmen untuk menuntaskan masalah stunting di wilayah Kabupaten Subang. 

Dalam kesempatan tersebut, Penjabat (Pj) Bupati Subang, Imran menegaskan pentingnya penanganan stunting yang tuntas. 

Menurutnya, penanganan stunting bukan hanya sekadar kegiatan rutin, tetapi harus memiliki fokus yang jelas dan hasil yang konkret. "Yang belum mencapai target, itulah yang harus menjadi fokus kita. Diharapkan semua pihak bekerja sama untuk menyelesaikan masalah ini," ujarnya dengan tegas.

Acara ini juga diisi dengan pemaparan data stunting oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (BP4D) Kabupaten Subang yang juga sebagai Ketua Harian TPPS, Iwan Sahrul Anwar. 

Dalam pemaparannya, Iwan menyebutkan bahwa angka stunting di Kabupaten Subang terus menunjukkan penurunan. 

Berdasarkan data per Februari 2024, angka prevalensi stunting melalui aplikasi tercatat sebesar 1,66%, dengan sasaran 1.520 balita. 

Namun, berdasarkan survei tahun 2023, angka prevalensi stunting meningkat menjadi 18,70%. "Artinya, untuk Kabupaten Subang, per Februari 2024, capaian sudah berada di bawah rata-rata provinsi, yaitu 18,8%," jelas Iwan.

Sebagai penutup rangkaian acara, Pj Bupati Subang melakukan penandatanganan bersama tentang Komitmen Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Subang 2024. Penandatanganan ini juga diikuti oleh berbagai pihak terkait, menandai komitmen bersama untuk mencapai zero new stunting di Kabupaten Subang.(cdp/znl/sep)

Prevalensi Stunting di Subang

Tahun 2020 : 2,69% (3.071 balita)

Tahun 2021 : 2,06% (2.089 balita)

Tahun 2022 : 1,99% (1.834 balita)

Tahun 2023 : 1,96% (1.667 balita)

Tahun 2024 : 1,66% (1.520 balita)*

    *(Update Data Per Bulan Februari 2024)

Berita Terbaru

Rekomendasi Wisata untuk Tamu Perusahaan di Subang

Rekomendasi Wisata untuk Tamu Perusahaan di Subang

Lifestyle18 menit lalu
Film Indonesia yang Tayang di Netflix September 2026, Ada Sekawan Limo 2

Film Indonesia yang Tayang di Netflix September 2026, Ada Sekawan Limo 2

Lifestyle1 jam lalu
Rekomendasi Wisata Subang untuk Wisatawan Asing, Yuk Eksplor!

Rekomendasi Wisata Subang untuk Wisatawan Asing, Yuk Eksplor!

Lifestyle2 jam lalu
Mantan Pejabat Bea Cukai Menangis di Sidang, Ungkap Diminta Pasang Badan agar Kasus Tidak Melebar

Mantan Pejabat Bea Cukai Menangis di Sidang, Ungkap Diminta Pasang Badan agar Kasus Tidak Melebar

Headline13 jam lalu
ADVERTISEMENT
Kuliner dan Wisata Dekat Pelabuhan Patimban, Subang yang Menarik untuk Dikunjungi

Kuliner dan Wisata Dekat Pelabuhan Patimban, Subang yang Menarik untuk Dikunjungi

Lifestyle14 jam lalu
Wisata Sehari di Sekitar Patimban Subang, Ini Pilihan Tempat yang Bisa Dikunjungi

Wisata Sehari di Sekitar Patimban Subang, Ini Pilihan Tempat yang Bisa Dikunjungi

Subang15 jam lalu
Polda Jabar Ungkap Perdagangan Data Pribadi, Dijual Lewat Telegram hingga Jasa Lacak Identitas

Polda Jabar Ungkap Perdagangan Data Pribadi, Dijual Lewat Telegram hingga Jasa Lacak Identitas

Nasional16 jam lalu
Terungkap Pertemuan Ketum Partai Bahas RUU Pemilu, Ini yang Dibicarakan

Terungkap Pertemuan Ketum Partai Bahas RUU Pemilu, Ini yang Dibicarakan

Nasional17 jam lalu
Daftar Tempat Liburan Dekat Kawasan Industri Subang, Yuk Healing!

Daftar Tempat Liburan Dekat Kawasan Industri Subang, Yuk Healing!

Lifestyle18 jam lalu
Pengukuran Terjadwal Hadirkan Layanan Pertanahan yang Lebih Jelas bagi Masyarakat

Pengukuran Terjadwal Hadirkan Layanan Pertanahan yang Lebih Jelas bagi Masyarakat

Nasional19 jam lalu