Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Digadang-gadang Jadi Penggerak Ekonomi Jabar, Bandara Kertajati Belum Untungkan Subang

M
Muhammad FaisalEditor: Yusup Suparman
|08:29 WIB
Bagikan:
Digadang-gadang Jadi Penggerak Ekonomi Jabar, Bandara Kertajati Belum Untungkan Subang
SEPI: Kondisi Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati pada Rabu (12/11/2025). Saat ini hanya ada satu penerbangan internasional, sementara domestik sudah lama tak ada jadwal penerbangan. Baehaqi/Radar Majalengka

PASUNDANEKSPRES.ID - Kabupaten Subang belum merasakan dampak dari keberadaan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati. Padahal, bandara yang beroperasi penuh sejak 29 Oktober 2023 lalu digadang-gadang dapat mendongkrak perekonomian daerah sekitarnya. Termasuk Subang yang masuk ke dalam Kawasan Rebana.

Kawasan Rebana terdiri dari tujuh kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat yaitu Kabupaten Subang, Indramayu, Majalengka, Sumedang, Cirebon, Kuningan, dan juga Kota Cirebon telah ditetapkan sebagai klaster industri dan metropolitan baru.

Kawasan Rebana didukung dengan infrastruktur strategis nasional seperti Pelabuhan Internasional Patimban, Bandara Kertajati, jaringan jalan tol, dan kawasan industri melalui 13 Kawasan Peruntukan Industri.

Bupati Subang Reynaldy mengatakan, meski telah beroperasi beberapa tahun dan digadang-gadang akan menjadi penggerak ekonomi, keberadaan Bandara Kertajati rupanya belum memberikan kontribusi berarti bagi perekonomian daerah.

Menurutnya, hingga saat ini BIJB Kertajati masih berfungsi sebatas penyangga dan belum menunjukkan aktivitas optimal sebagaimana yang diharapkan.

“Sampai hari ini sih sebetulnya bandara ini hanya masih sebagai penyangga, belum betul-betul maksimal,” ujarnya saat diwawancara Pasundan Ekspres, Jumat (14/11/2025).

Dia mengatakan, minimnya aktivitas dan pemanfaatan bandara BIJB belum berdampak terhadap geliat ekonomi Subang.

“Sampai hari ini kita masih belum terlalu menerima dampaknya,” kata Reynaldy.

Reynaldy menyebut, potensi kontribusi BIJB Kertajati baru akan terlihat ketika bandara tersebut beroperasi secara penuh, baik dari sisi penerbangan domestik maupun internasional, termasuk aktivitas logistik.

“Gak tahu kalau nanti memang BIJB sudah operasional secara maksimal, itu akan berdampak,” ungkapnya.

Namun untuk kondisi saat ini, ia menegaskan, belum ada pengaruh signifikan terhadap ekonomi daerah.

“Tapi kalau sekarang di bandara pun belum terlalu maksimal, ya sampai hari ini belum ada dampak signifikan untuk Kabupaten Subang,” ucapnya.

Reynaldy berharap, optimalisasi BIJB Kertajati dapat segera terwujud sehingga mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi lokal.

Sektor UMKM Belum Rasakan Dampaknya

Harapan besar terhadap beroperasinya Bandara Kertajati sebagai pendorong ekonomi daerah rupanya belum dirasakan oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Subang.

Ketua UMKM Kabupaten Subang Ade Patas menegaskan, hingga saat ini keberadaan bandara tersebut belum memberi pengaruh signifikan terhadap peningkatan penjualan maupun pengembangan pasar UMKM lokal.

“Keberadaan Bandara Kertajati belum ada dampak untuk UMKM di Subang,” ujar Ade Patas saat di hubungi wartawan Pasundan Ekspres pada Minggu (16/11/2025).

Menurut Ade, Subang memiliki potensi besar dengan jumlah UMKM yang terus bertumbuh. Saat ini, terdata sekitar 17.000 pelaku UMKM yang tersebar di berbagai kecamatan. Besarnya jumlah itu membuat kebutuhan akan akses pasar, promosi, dan dukungan kebijakan semakin mendesak.

Namun, peluang dari keberadaan bandara yang seharusnya menjadi pintu masuk wisatawan dan arus logistik belum terhubung secara efektif dengan pelaku UMKM di Subang.

Ade menilai perlu adanya kolaborasi antara pemerintah daerah, pengelola bandara, dan komunitas UMKM agar produk lokal dapat benar-benar masuk ke rantai ekonomi yang tercipta dari keberadaan BIJB Kertajati.

Hingga kini, para pelaku UMKM berharap ada langkah strategis agar bandara Kertajati itu tidak hanya menguntungkan sektor transportasi, tetapi juga menjadi mesin penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat Subang.

KADIN Minta Bandara Kertajati Dimaksimalkan

Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Subang Ir. H. Agus Prabanta mengatakan,jika Bandara Kertajati berfungsi secara optimal akan berdampak besar pada perekonomian Kabupaten Subang.

"Ini akan berdampak baik bagi daerah di sekitarnya, khususnya Kabupaten Subang yang notabene jaraknya hanya setengah jam," ucapnya kepada Pasundan Ekspres, Minggu (16/11/2025).

Dirinya mengatakan, salah satu dampak baik jika BIJB telah berfungsi maksimal, adalah meningkatnya okupansi penginapan di Subang, terutama para pengusaha yang tengah berinvestasi.

Ia bahkan menyebutkan, terdapat sebuah wacana mengenai transportasi khusus untuk akses dari BIJB Kertajati ke Subang.
"Saya pernah dengar dari Kadishub yang dulu, bahwa akan ada transportasi dari yang mengkoneksi Subang ke Kertajati, yang sudah dimediasi dengan Damri. Nantinya akan ada rute-rute yang terhubung dengan kita di Subang, itu sebenarnya akan bagus, tapi sampai saat ini belum terealisasi," ucapnya.

Namun, secara keseluruhan saat ini dampak keberadaan BIJB Kertajati ini belum begitu terasa, tapi berpotensi besar ke depannya.
"Kalau sampai saat ini, secara langsung belum terasa, karena memang belum berfungsi secara maksimal, tapi kemarin sudah coba untuk yang umroh dari sana. Artinya, ketertarikan untuk berangkat dari situ akan besar, sebab dinilai lebih dekat dan efisien," ucapnya.
Ia menilai sejumlah fasilitas dan infrastruktur yang ada di BIJB Ketrtajati masih belum memadai, sehingga mempengaruhi kurangnya fungsi dari bandara tersebut.

"Kendala BIJB Kertajati ini, salah satunya fasilitasnya yang sudah lama dianggurkan. Selain itu, infrastruktur lainnya juga banyak yang belum memadai secara aturan internasional ataupun Maskapai penerbangan," ucapnya.
Berangkat dari permasalahan tersebut, dirinya berharap BandaraKertajati dapat berfungsi optimal, sehingga dapat menggerakan ekonomi Kabupaten Subang lebih baik.

"Harapan kami dari KADIN, apapun fungsi yang dijalankan oleh pihak terkait agar segera dimaksimalkan, baik untuk cargo, maskapai bisnis, atau apapun agar Subang yang jaraknya dekat. Ditambah lagi dengan perkembangan industrinya yang besar bisa ada dampak positif bagi pergerakan ekonomi Subang," ucapnya.

Akademisi: Subang Harusnya Diuntungkan

Akademisi Stiesa, Dr. Jojo, S.Pt., M.M., CAEF., C.MTr menyebutkan, kondisi "mati suri" Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati merupakan bagian fase dari bandara baru yang lumrah terjadi.

"Saya melihat begini, kondisi mati suri BIJB adalah fase yang sebenarnya juga dialami banyak bandara baru di berbagai negara. Bandara besar seperti Kuala Lumpur International Airport 2 (KLIA2) atau Yogyakarta International Airport (YIA) juga butuh waktu sekitar 2–4 tahun untuk benar-benar ramai dan stabil," ucapnya pada Pasundan Ekspres, Minggu (16/11/2025).

Menurutnya, masalah utama BIJB Kertajati adalah ketidakseimbangan antara kapasitas dan permintaan. Ia mengungkapkan bandara ini sudah dibangun besar dari awal, terminalnya bisa menampung 5 juta penumpang per tahun, tapi jumlah penumpang riilnya masih jauh di bawah itu.

Ditambah lagi, sebelum Tol Cisumdawu selesai, waktu tempuh ke bandara tidak kompetitif sehingga masyarakat enggan beralih.
"Jadi, saya tidak melihat BIJB gagal, masih ada harapan. Yang terjadi adalah fase menunggu pertumbuhan permintaan, apalagi bandara besar memang tidak bisa langsung “meledak” trafiknya hanya dalam 1–2 tahun," ucapnya.

Dirinya juga menanggapi rencana suntikan dana Rp100 miliar dari APBD Jawa Barat untuk BIJB Kertajati. Ia berpendapat efektif atau tidaknya dana tersebut bergantung pada alokasi pembelanjaan.

"Kalau uangnya habis hanya untuk menutup biaya operasional, hasilnya akan sementara saja. Namun, jika dana ini diarahkan untuk mendukung pembukaan rute baru, memberikan insentif landing fee bagi maskapai, memperbaiki layanan yang dirasakan langsung oleh penumpang, atau menyiapkan fasilitas cargo dan logistik, maka dampaknya bisa besar dan berjangka Panjang," ucapnya.

Jojo mencontohkan, Bandara Incheon di Korea Selatan dan Changi di Singapura yang juga pernah mengalami fase awal dengan subsidi atau insentif maskapai. Maka, memberikan dorongan finansial di awal adalah praktik yang umum dilakukan banyak negara.

Ia menyoroti tiga penyebab utama masalah operasional dan finansial BIJB, salah satunya adalah permintaan penumpang yang belum stabil.
"Kini, banyak maskapai enggan buka rute di BIJB karena takut load factor-nya rendah. Bagi maskapai, ini risiko besar karena biaya operasional pesawat itu mahal. Ini yang membuat rute di BIJB sering hidup–mati," ucapnya.

Masalah kedua adalah pendapatan non-aeronautika yang belum berkembang. Ia menjelaskan bandara modern mendapatkan sekitar 40–60 persen pendapatan dari sektor non-aeronautika seperti ritel, MRO, pergudangan, hotel, hingga kawasan bisnis.
"BIJB belum sampai ke level ini, sehingga pendapatannya segitu-gitu aja," ucapnya.

Kendala terakhir yaitu arah kebijakan yang belum konsisten. Hal ini bisa dilihat bahwa relokasi penerbangan, rute umrah, dan kebijakan lain sempat berubah-ubah.

"Ketidakpastian seperti ini membuat investor dan maskapai sulit mengambil keputusan jangka Panjang," ucapnya.
Padahal, Jojo menyebutkan Kabupaten Subang seharusnya menjadi daerah yang paling diuntungkan dengan keberadaan BIJB Kertajati jika bandara tersebut berfungsi optimal.

"Subang itu sekarang ibarat gadis desa yang cantik memikat, artinya daerah yang paling diuntungkan, bahkan mungkin pemenang terbesar dari keberadaan BIJB," ucapnya.

Hal ini dikarenakan beberapa hal, salah satunya karena Subang berada di titik emas logistik, yakni dekat dengan dekat BIJB Kertajati dan Pelabuhan Patimban.

"Bandara dan pelabuhan besar adalah kombinasi yang sangat jarang dimiliki daerah lain. Artinya, Subang bisa menjadi pusat logistik multimoda untuk Jawa Barat dan Jawa bagian barat," ucapnya.

Dengan demikian, perusahaan bisa mengalirkan barang dari pabrik, ke Patimban, ke luar negeri; atau dari BIJB ke kawasan industri ke pasar domestik. Tentunya, ini sangat menguntungkan sektor otomotif, elektronik, hingga agribisnis Subang.
Selain itu, Jojo menyebutkan BIJB Kertajati dapat menarik investasi lebih besar ke Subang. Akses bandara internasional selalu menjadi magnet investor.

"Banyak perusahaan hanya mau masuk jika ada bandara dekat lokasi industri. Dengan BIJB dan Patimban, Subang bisa naik kelas menjadi kawasan industri berorientasi ekspor," ucapnya.

Selanjutnya, BIJB Kertajati juga dapat mendorong lapangan kerja baru. Jojo menjelaskan pertumbuhan logistik, manufaktur, transportasi, properti, perhotelan, hingga UMKM akan menciptakan ribuan peluang kerja baru bagi masyarakat Subang.
Berangkat dari sana, Jojo merekomendasikan beberap Langkah strategis yang dapat diambil. Pertama adalah fokus ke logistik dan cargo.
"Penumpang butuh waktu untuk tumbuh, tetapi kargo bisa tumbuh cepat. Apalagi wilayah Ciayumajakuning dan Subang sedang naik daun sebagai kawasan industry," ucapnya.

Ia menambahkan, jika BIJB diarahkan menjadi hub logistik, BIJB bisa menjadi bandara utama untuk ekspor produk pertanian dan perikanan, pengiriman barang bernilai tinggi, integrasi pasokan komponen manufaktur, serta cold storage dan gudang modern.
"Tren internasional juga menunjukkan logistik adalah penyelamat banyak bandara baru," ucapnya.
Langkah lainnya yang bisa diambil, yakni mengembangkan konsep aerotropolis atau kota bandara. Ia menjelaskan bandara modern tidak hanya mengandalkan tiket penumpang.

"Yang menjadikannya hidup adalah aktivitas ekonomi di sekitarnya. BIJB punya lahan luas untuk kawasan bisnis, perhotelan, pelatihan aviasi, MRO (maintenance pesawat), dan pergudangan industri. Contohnya, Dubai dan Incheon tumbuh besar karena aerotropolis, bukan hanya terminal," ucapnya.

Terakhir, konsistensi kebijakan dan insentif rute menjadi Langkah penting yang dapat dilakukan.
"Dengan begtu Maskapai akan berani membuka rute baru kalau ada jaminan kebijakan yang konsisten. Penting juga dibuat roadmap rute 3 tahun (2024–2026) agar semua pihak punya gambaran jelas. Dengan akses Cisumdawu yang sudah jauh lebih cepat, peluangnya sebenarnya sangat besar," ucapnya.


Jemaah Haji Subang Berangkat Lewat Kertajati

Secara ekonomi Bandara Kertajati memang belum berdampak kepada Subang. Namun untuk urusan haji, bandara tersebut sudah ada manfaatnya. Sejak Bandara Kertajati beroperasi secara optimal pada tahun 2023, para calon jamaah haji asal Subang langsung memanfaatkan bandara tersebut sebagai titik keberangkatan menuju Tanah Suci.

Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Subang, H. Rojak menegaskan, penggunaan Bandara Kertajati untuk pemberangkatan haji telah berlangsung selama tiga tahun berturut-turut.

“Iya betul, kita sudah menggunakan Bandara Kertajati selama tiga tahun berturut-turut dari tahun 2023, 2024, hingga 2025,” katanya kepada Pasundan Ekspres, Jumat (14/11/2025).

Ia menerangkan, penggunaan bandara tersebut mengikuti ketentuan pemerintah pusat yang menetapkan Kertajati sebagai bandara keberangkatan jemaah haji dari Jawa Barat. Karena itu, untuk tahun-tahun mendatang pola ini dipastikan akan tetap berlanjut.
Rojak juga menjelaskan, selama tiga tahun terakhir, jumlah jamaah haji Subang yang diberangkatkan melalui Kertajati mencapai sekitar tiga ribu orang.

“Dalam hitungan kuota sekitar 1.126 per tahun, dikalikan tiga tahun mendekati 3.378 jamaah yang sudah berangkat menggunakan Bandara Kertajati,” jelasnya.

Sebagai bagian dari pelaksanaan program pemerintah pusat, Kabupaten Subang selalu mengikuti arahan yang diberikan, termasuk dalam pemanfaatan BIJB Kertajati sebagai titik pemberangkatan.
Rojak menegaskan, penggunaan bandara tersebut akan terus berlanjut. “Selama program pemerintah pusat berjalan, daerah akan selalu mengikuti dan mendukung apa yang sudah ditentukan, salah satunya terkait keberangkatan para jemaah,” katanya.(fsh/cdp/hdi/znl/ysp)

Berita Terbaru

Pemain dan Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Pemain dan Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Olahraga9 jam lalu
Terkumpul Rp5,2 Juta, Infaq ASN RSUD Ciereng Fokus untuk Kesehatan

Terkumpul Rp5,2 Juta, Infaq ASN RSUD Ciereng Fokus untuk Kesehatan

Subang9 jam lalu
Jumah Berkah, DPD Golkar Purwakarta Berbagi Nasi Kotak

Jumah Berkah, DPD Golkar Purwakarta Berbagi Nasi Kotak

Purwakarta10 jam lalu
Sertifikat K3 untuk Melamar Kerja di Subang: Syarat, Manfaat, dan Cara Mendapatkannya

Sertifikat K3 untuk Melamar Kerja di Subang: Syarat, Manfaat, dan Cara Mendapatkannya

Lifestyle10 jam lalu
ADVERTISEMENT
Warga Dukung untuk Jabat Kedua Kalinya, Endi Sonjaya Kembali Nyalon Kades Kalentambo Subang

Warga Dukung untuk Jabat Kedua Kalinya, Endi Sonjaya Kembali Nyalon Kades Kalentambo Subang

Subang10 jam lalu
Indonesia Diproyeksikan Masuk Pot 3 Kualifikasi Piala Dunia 2030, Ini Dasarnya

Indonesia Diproyeksikan Masuk Pot 3 Kualifikasi Piala Dunia 2030, Ini Dasarnya

Nasional11 jam lalu
Jurusan Kuliah untuk Kerja di Industri Otomotif Subang, Ini Daftar Pilihannya

Jurusan Kuliah untuk Kerja di Industri Otomotif Subang, Ini Daftar Pilihannya

Subang12 jam lalu
Sun Life Syariah dan BMM Dorong UMKM Perempuan di Bandung Naik Kelas

Sun Life Syariah dan BMM Dorong UMKM Perempuan di Bandung Naik Kelas

Nasional12 jam lalu
PERINTIS 10 Hari Jawab Kebutuhan Masyarakat akan Layanan Pertanahan yang Pasti dan Cepat

PERINTIS 10 Hari Jawab Kebutuhan Masyarakat akan Layanan Pertanahan yang Pasti dan Cepat

Nasional13 jam lalu
PGRI Subang Gelar ToT Senam Bugar Jawa Barat Istimewa

PGRI Subang Gelar ToT Senam Bugar Jawa Barat Istimewa

Headline13 jam lalu