Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Dokter Nadya Bagikan Tips Agar Terhindar dari Penyakit Monkeypox

H
HubaEditor: Huba
|05:28 WIB
Bagikan:
Dokter Nadya Bagikan Tips Agar Terhindar dari Penyakit Monkeypox
KESEHATAN: Dokter Puskesmas Sukarahayu dr. Nadya Ayudiawati Nurbasari menjelaskan apa itu sebenarnya penyakit monkeypox.

SUBANG-Penyakit monkeypox kembali menjadi bahan perbincangan masyarakat saat ini. Akan tetapi apakah sebenarnya penyakit monkeypox? 
Dokter Puskesmas Sukarahayu dr. Nadya Ayudiawati Nurbasari menjelaskan apa itu sebenarnya penyakit monkeypox. 

"Monkeypox adalah penyakit yang bersifat zoonosis, jadi dia ditularkan dari hewan pengerat dan primata ke manusia. Sebenarnya penyakit ini sudah ada dari lama, tapi entah kenapa baru dikenal belakangan ini," ucapnya. 

Ia menjelaskan penyakit tersebut ditularkan dari cairan tubuh yang masuk ke dalam luka, saluran pernafasan, hubungan seksual dan lainnya. 

Ia pun menyebutkan beberapa gejala awal yang ditimbulkan dari monkeypox, gejala yang paling khas membesarnya kelenjar getah bening. 

"Gejalanya seperti muncul bintik-bintik hitam yang hampir sama dengan herpes atau cacar, kemudian nyeri, demam, batuk, dan pilek. Gejala khas yang membedakan monkeypox dengan cacar lainny adalah adanya pembesaran kelenjar getah bening, bisa di leher, ketiak, dan lipatan tubuh lainnya," ucapnya. 

Nadya bilang bahwa penyakit ini cukup berbahaya. Namun, meskipun demikian dapat sembuh dengan sendirinya. 

"Cukup berbahaya, tapi dia bisa sembuh dengan sendirinya sebenarnya, hanya saja butuh waktu yang sangat lama tergantung daya tahan tubuhnya," ucapnya. 

Untuk mengobati serta mencegah penyakit tersebut, dirinya mengatakan bisa dengan vaksin. Hanya saja di Indonesia vaksin tersebut belum tersedia. 

"Kalau di luar negeri sudah ada vaksinnya sebenarnya dan itu efektif dengan persentase kesembuhan 85 persen, tapi kalau di Indonesia belum tahu, apalagi di Puskesmas belum ada," ucapnya. 

Penyebaran dari penyakit monkeypox ini bisa dikatakan cepat dengan masa penyembuhan yang cukup lama. 

"Penyebarannya tergolong cepat, masa inkubasinya empat sampai dengan lima hari. Untuk masa penyembuhannya sekitar dua sampai empat minggu," ucapnya. 
Adapun beberapa potensi tempat penyebaran monkeypox diantaranya adalah bandara dan tempat gym. 

"Saat ini yang penyebarannya paling banyak di tempat-tempat seperti bandara dan tempat gym dimana orang-orang berkumpul dan mengeluarkan serta meninggalkan cairan yang berpotensi menularkan penyakit," ucapnya. 

Untuk mencegah penyakit tersebut, Nadya menyarankan agar melakukan beberapa upaya preventif sehingga dapat terhindar. 

"Mulai memakai masker lagi, jaga jarak, cuci tangan, makan dan minum yang baik agar daya tahan tubuhnya bagus, serta konsumsi vitamin, dan jangan lupa untuk menjaga kebersihannya," ucapnya. 

Ia juga menyarankan jika terdapat gejala-gejala yang mengindikasikan monkeypox agar segera mengkonsultasikan ke pelayanan kesehatan terdekat. 

"Jika ada mulai gejala seperti cacar, sebaiknya segera diperiksakan ke puskesmas atau rumah sakit agar bisa diketahui kondisinya," ucapnya. 

Ia mengungkapkan di faskesnya belum ada satu kasus pun monkeypox yang ditemukan. Hanya saja ada pasien yang memiliki gelaja yang hampir mirip dengan penyakit tersebut. 

"Ketika jaga di IGD minggu ini, ada satu pasien yang terindikasi gejala awal monkeypox, belum keluar bintik hitam baru cacar saja. Setelah dicek lebih la jut ternyata bukan. Meskipun demikian, kita tetap mengedukasi jika ada gejala lanjutan lainnya yang berhubungan monkeypox," ucapnya.(fsh/ysp) 

Berita Terbaru

Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Headline12 menit lalu
6 Promo Tanggal Kembar 10.10 di Subang, Siap-siap Berburu yang Hemat!

6 Promo Tanggal Kembar 10.10 di Subang, Siap-siap Berburu yang Hemat!

Lifestyle15 menit lalu
7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

Lifestyle1 jam lalu
Rekomendasi Tempat Wisata Ramah Anak di Subang, Ada Berbagai Permainan Seru

Rekomendasi Tempat Wisata Ramah Anak di Subang, Ada Berbagai Permainan Seru

Lifestyle2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Program Jabar Sakola Resmi Diluncurkan, Bantu Tekan Angka Putus Sekolah

Program Jabar Sakola Resmi Diluncurkan, Bantu Tekan Angka Putus Sekolah

Jawa Barat3 jam lalu
Darurat Kekerasan di Sekolah, DPP AGPAII Desak Rekayasa Sosial Berbasis Sekolah Ramah Anak Masuk ke Dalam RUU Sisdiknas

Darurat Kekerasan di Sekolah, DPP AGPAII Desak Rekayasa Sosial Berbasis Sekolah Ramah Anak Masuk ke Dalam RUU Sisdiknas

Headline3 jam lalu
Ibu Kota Nusantara, Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027

Ibu Kota Nusantara, Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027

Nasional10 jam lalu
Konferensi Regional Teknik Jalan ke-16 Kunjungi IKN, Saksikan Transformasi Infrastruktur Jalan dan Jembatan Nusantara

Konferensi Regional Teknik Jalan ke-16 Kunjungi IKN, Saksikan Transformasi Infrastruktur Jalan dan Jembatan Nusantara

Headline10 jam lalu
Terkait Polemik Rumah Ibadah di Purwakarta, Kanwil KemenHAM Jabar Tegaskan Hak Beribadah Harus Dilindungi

Terkait Polemik Rumah Ibadah di Purwakarta, Kanwil KemenHAM Jabar Tegaskan Hak Beribadah Harus Dilindungi

Headline15 jam lalu
inDrive Ajak Mahasiswa Purwakarta Jadi Penggerak Keselamatan Berkendara

inDrive Ajak Mahasiswa Purwakarta Jadi Penggerak Keselamatan Berkendara

Purwakarta15 jam lalu