Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Imbau PKL dan Warga Jaga Kebersihan di Kawasan Gapura Mendak Waluya

PASUNDANEKSPRES.ID - Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) masih terlihat berjualan di kawasan Gapura Mendak Waluya, perbatasan Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Subang, Selasa (31/3/2026). Kondisi ini terjadi beberapa hari setelah kunjungan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang menegur para pedagang terkait kebersihan lingkungan.
Berdasarkan pantauan di lokasi, aktivitas perdagangan masih berlangsung, meski jumlah pedagang terlihat berkurang. Sebagian PKL memilih tidak berjualan usai kunjungan tersebut, sementara sebagian lainnya tetap bertahan.
Salah seorang pedagang, Andi, mengatakan bahwa kedatangan Dedi Mulyadi sebelumnya bukan untuk melarang aktivitas berdagang, melainkan mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan di area tersebut.“Waktu hari Minggu Pak Gubernur datang ke sini. Kami ditegur untuk menjaga kebersihan, tapi tidak dilarang berjualan selama area tetap bersih. Selama ini juga kami selalu membersihkan setelah selesai jualan,” ujar Andi.
Andi mengaku telah berjualan di kawasan perbatasan Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Subang selama empat tahun. Sebelumnya, ia memiliki kios di sekitar lokasi, namun harus pindah setelah dilakukan penertiban.
“Saya dulu punya kios di sini, tapi ikut tergusur. Sekarang terpaksa berjualan di area gapura karena ini satu-satunya mata pencaharian,” katanya.
Ia pun berharap pemerintah segera merealisasikan rencana relokasi bagi para pedagang agar dapat berjualan dengan lebih layak tanpa menggunakan fasilitas umum.
“Saya berharap segera ada tempat relokasi supaya kami bisa berjualan dengan nyaman dan tidak memakai area taman seperti sekarang,” tambahnya.
Sebelumnya, Dedi Mulyadi meninjau langsung kawasan Gapura Mendak Waluya yang berada di perbatasan Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Subang. Dalam kunjungan tersebut, ia menyoroti kondisi lingkungan yang dinilai kotor akibat aktivitas pedagang.
Setibanya di lokasi, Dedi terlihat mencopot spanduk serta meminta pedagang merapikan lapak dagangannya. Ia juga menegur para pedagang yang dianggap berkontribusi terhadap penumpukan sampah.
“Gimana ini, yang beresin? Beresin yang nyampah terus,” ujar Dedi, dikutip dari media sosialnya, Senin (30/3/2026).
Tak hanya memberikan teguran, ia juga turut membersihkan sampah plastik dan botol yang berserakan di area tersebut sebagai bentuk sindiran terhadap rendahnya kesadaran kebersihan.
“Kalau berjualan sekalian bersih-bersih. Ini ikut dagang, tidak mau bersihkan sampah,” ucapnya.(ijr/ysp)
