Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Dampingi Kasus Ibu Menyusui yang Jadi Tahanan Kota di Karawang

D
Dobi MaulanaEditor: Dobi Maulana
|16:42 WIB
Bagikan:
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Dampingi Kasus Ibu Menyusui yang Jadi Tahanan Kota di Karawang
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengunjungi Neni, seorang ibu rumah tangga asal Karawang yang kini berstatus sebagai tahanan kota akibat kasus kredit mobil yang mencantumkan namanya. (sumber: kompas.com)

PASUNDANEKSPRES.ID - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengunjungi Neni, seorang ibu rumah tangga asal Karawang yang kini berstatus sebagai tahanan kota akibat kasus kredit mobil yang mencantumkan namanya.

Dikutip dari channel Youtube Kang Dedi Mulyadi pada Minggu (9/11/2025), dalam pertemuan itu Dedi berbincang langsung dengan Neni dan suaminya, mengenai perkara yang tengah dihadapi.

"Ini saya sudah bersama keluarga Ibu Neni. Ibu Neni ini dalam tahanan kota dan dia berperkara di kepolisian, kemudian di kejaksaan, sekarang di pengadilan karena suaminya dulu," ujarnya.

Dedi menjelaskan bahwa kasus itu berawal dari pengajuan kredit mobil merek Xenia senilai Rp117 juta yang dilakukan oleh suami Neni di sebuah perusahaan pembiayaan.

"Mobil cicilannya itu pertama berperkara karena dipakai kejahatan akhirnya ditahan hampir satu tahun," katanya.

Beberapa waktu setelahnya, suami Neni menggadaikan mobil tersebut senilai Rp37 juta, yang akhirnya membuat Neni turut terlibat dalam masalah hukum.

"Yang pada akhirnya ibu ini menjadi pihak yang bersalah karena dianggap menggadai mobil yang masih dalam proses cicilan, belum lunas, bahkan sudah setahun tidak dicicil," ucap Dedi.

Neni sempat menjalani masa tahanan selama satu minggu sebelum akhirnya diputuskan menjadi tahanan kota.

Dedi menegaskan bahwa pihaknya akan mengawal kasus ini agar diselesaikan melalui pendekatan restorative justice.

"Semoga bisa diselesaikan, InsyaAllah nanti ada restorative justice. Ini ibunya tidak bersalah, yang salah bapaknya," kata Dedi.

Sebelumnya, mantan Bupati Purwakarta itu menekankan bahwa pendekatan keadilan restoratif diterapkan bagi pelaku tindak pidana ringan yang melakukan pelanggaran karena faktor keterpaksaan atau ketidaktahuan.

Menurut Dedi, banyak kasus muncul karena pelakunya berada dalam situasi terdesak hingga akhirnya tersangkut masalah hukum.

“Misalnya terpaksa nyuri ayam karena istrinya butuh ongkos untuk ke rumah sakit. Nah itu kan menjadi fokus kita,” ujarnya usai pembukaan West Java Festival di Kiara Artha Park, Bandung, Minggu (9/11/2025).

Berita Terbaru

Indonesia Jadi Negara dengan Pertumbuhan Orang Superkaya Tertinggi di Dunia, Ini Dia Daftar Negara Lainnya!

Indonesia Jadi Negara dengan Pertumbuhan Orang Superkaya Tertinggi di Dunia, Ini Dia Daftar Negara Lainnya!

Lifestyle20 menit lalu
Wamen ATR/Waka BPN: Integrasi Data Hak, Tata Ruang, dan Nilai Tanah Jadi Kunci Tata Kelola Pertanahan

Wamen ATR/Waka BPN: Integrasi Data Hak, Tata Ruang, dan Nilai Tanah Jadi Kunci Tata Kelola Pertanahan

Nasional33 menit lalu
Tak Perlu Perantara, Masyarakat Bisa dengan Mudah Urus Roya secara Mandiri

Tak Perlu Perantara, Masyarakat Bisa dengan Mudah Urus Roya secara Mandiri

Nasional35 menit lalu
Ramai Seruan Netizen Malaysia Boikot Produk Indonesia, Sejarah Lagu "Negaraku" Ikut Diungkit

Ramai Seruan Netizen Malaysia Boikot Produk Indonesia, Sejarah Lagu "Negaraku" Ikut Diungkit

Lifestyle37 menit lalu
ADVERTISEMENT
Muncul Wacana Siswa Tak Otomatis Naik Kelas Mulai 2027, Ini Kata Mendikdasmen

Muncul Wacana Siswa Tak Otomatis Naik Kelas Mulai 2027, Ini Kata Mendikdasmen

Nasional47 menit lalu
Polres Subang Bedah Rumah Mak Datem di Cibogo

Polres Subang Bedah Rumah Mak Datem di Cibogo

Headline1 jam lalu
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Subang Batch 6 Dibuka, Ada 3 Program Gratis!

Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Subang Batch 6 Dibuka, Ada 3 Program Gratis!

Subang1 jam lalu
Nusron Wahid Mangkir dari Panggilan KPK, Agenda Internal jadi Alasan

Nusron Wahid Mangkir dari Panggilan KPK, Agenda Internal jadi Alasan

Nasional1 jam lalu
7 Pria Diduga Bawa Kabur Mesin ATM di India, Uangnya Rp90 Jutaan

7 Pria Diduga Bawa Kabur Mesin ATM di India, Uangnya Rp90 Jutaan

Headline1 jam lalu
80 Ribu Anak di Bawah 10 Tahun Terpapar Judi Online, Komdigi Ungkap Langkah Pemerintah

80 Ribu Anak di Bawah 10 Tahun Terpapar Judi Online, Komdigi Ungkap Langkah Pemerintah

Nasional2 jam lalu