Integritas dan Prestasi Jadi Modal ASN Naik Jabatan

PASUNDANEKSPRES.ID - Anggota Fraksi NasDem DPRD Kabupaten Subang, Hendra Boeng Purnawan, menilai pelantikan 13 pejabat eselon II oleh Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita, menandai hadirnya budaya baru dalam sistem birokrasi daerah.
Ia menyebut, proses pengisian jabatan melalui uji kompetensi merupakan langkah positif menuju tata kelola pemerintahan yang lebih profesional dan berintegritas.
“Ketika jabatan ditentukan melalui uji kompetensi, Subang sudah menyalakan budaya baru,” ujar Hendra kepada Pasundan Ekspres, Kamis (16/10/2025) lalu.
Menurutnya, proses tersebut bukan sekadar urusan administratif, melainkan bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam memastikan aparatur sipil negara (ASN) naik jabatan berdasarkan kemampuan, integritas, dan prestasi kerja.
“Hal ini tentunya bukan sekadar administrasi, tapi wujud komitmen untuk memastikan ASN Subang naik jabatan karena kemampuan, integritas, dan prestasi,” tegasnya.
Hendra Boeng menambahkan, penerapan sistem seleksi dan rotasi yang objektif akan mendorong semangat kerja ASN sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap birokrasi di Kabupaten Subang.
“Ketika kesempatan diberikan secara adil, maka kerja keras akan menemukan jalannya dan kepercayaan publik pun akan semakin besar,” ungkapnya.
Dirinya berharap, langkah reformasi birokrasi yang ditempuh Pemkab Subang dapat terus dipertahankan, agar aparatur pemerintah bekerja secara profesional, responsif, dan berorientasi pada pelayanan publik yang optimal.
Sebelumnya, Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita, melantik dan merotasi sebanyak 13 pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Kabupaten Subang. Pelantikan berlangsung di Jalan Ade Irma Suryani, Kecamatan Subang, Kabupaten Subang, Kamis (16/10/2025).
Reynaldy menegaskan, rotasi dan pelantikan tersebut merupakan bagian dari upaya penyegaran birokrasi dan peningkatan kinerja aparatur.
Ia menilai, langkah itu penting setelah dirinya melakukan evaluasi terhadap seluruh kepala perangkat daerah selama tujuh bulan memimpin.
“Saya melantik beberapa kepala dinas, 13 orang. Ini hal yang lumrah. Saya menilai kinerja mereka selama tujuh bulan saya memimpin. Ada yang saya putar, ada yang saya tempatkan di posisi baru,” ujar Reynaldy kepada awak media usai pelantikan.
Menurutnya, keputusan tersebut didasarkan pada hasil evaluasi kinerja dan rekomendasi dari tim panitia seleksi (pansel). Evaluasi dilakukan secara rutin, baik setiap minggu melalui briefing maupun secara menyeluruh setiap tiga hingga enam bulan sekali.
“Setiap hari Senin saya selalu mengevaluasi para kepala dinas. Hasil pelantikan hari ini merupakan bagian dari evaluasi saya selama tujuh bulan terakhir. Tapi ini bukan berhenti di sini, ke depan pun mereka tetap akan saya evaluasi di posisi barunya,” ungkapnya.
Bupati mengatakan, setiap pejabat harus siap dengan konsekuensi apabila kinerjanya tidak sesuai dengan harapan. Evaluasi akan terus dilakukan agar pelayanan publik semakin cepat, responsif, dan tepat sasaran.
“Saya butuh orang-orang yang bisa bekerja cepat dan menyelesaikan masalah tanpa bertele-tele. Salah satu indikator yang saya nilai adalah kecepatan mereka merespons aduan masyarakat, termasuk yang masuk ke media sosial saya,” kata Reynaldy.(cdp/ysp)
