Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Jokowi Diisukan Jadi Ketum Partai Golkar, Jusuf Kalla: Tak Penuhi Syarat

I
Inessia Nabila MEditor: Inessia Nabila M
|11:08 WIB
Bagikan:
Jokowi Diisukan Jadi Ketum Partai Golkar, Jusuf Kalla: Tak Penuhi Syarat
Jusuf Kalla buka suara soal isu Jokowi akan menjadi Ketum Partai Golkar. (Dok Istimewa)

PASUNDAN EKSPRES - Jusuf Kalla buka suara soal isu Jokowi akan menjadi Ketum Partai Golkar.

Mantan Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla menyebut Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) tidak memenuhi syarat untuk menjadi Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar.

"Kan sudah dibantah oleh beberapa pihak dan tidak memenuhi syarat," ucap Jusuf Kalla di kediaman pribadinya di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (20/3/2024).

Pria yang akrab disapa JK itu mengatakan, syarat untuk menjadi Ketum Partai Golkar adalah pernah menjadi pengurus Golkar selama lima tahun sesuai dengan AD/ART partai.

"Kan sudah jelas bahwa Golkar akan Munas pada Desember ya, bahwa ada calon, selama calon memenuhi syarat, dia kader Golkar, karena itu pernah pengurus lima tahun, satu periode, itu saja sebenarnya caranya, gampang caranya," jelasnya.

Lebih lanjut, Jusuf Kalla mengaku tidak setuju jika Munas (Musyawarah Nasional) Golkar digelar lebih cepat dan menegaskan bahwa Munas Golkar akan digelar pada Desember 2024 mendatang.

"Iya, kan tidak boleh. Kalau dipercepat kan Munaslub (Musyawarah Nasional Luar Biasa) namanya, kalau Munaslub, nanti Munas, Munas lagi," tuturnya.

Sebelumnya, beredar isu nama Jokowi serta putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka akan masuk dalam bursa calon Ketua Umum Partai Golkar.

Namun, Koordinator Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana memastikan Presiden Jokowi masih fokus menyelesaikan pekerjaannya hingga saat ini sampai masa jabatannya berakhir pada Oktober 2024 mendatang.

"Terkait isu bahwa Presiden Jokowi akan masuk dan menjadi ketua umum parpol tertentu, sudah lama didesas-desuskan dan terus digulirkan. Faktanya, sampai saat ini, Presiden Jokowi tidak menjadi ketua umum satu parpol pun," ucap Ari dalam keterangannya, Selasa (19/3).

Lebih lanjut, Ari menegaskan bahwa isu atau wacana yang beredar merupakan urusan internal partai.

"Apa yang berkembang sebagai wacana dan dinamika di Partai Golkar merupakan urusan internal Partai Golkar," katanya. (inm)

Berita Terbaru

Lowongan Kerja di Subang Oktober 2026: PT Handsomekovi Indonesia Buka Posisi Ini

Lowongan Kerja di Subang Oktober 2026: PT Handsomekovi Indonesia Buka Posisi Ini

Lifestyle12 menit lalu
Indonesia Jadi Negara dengan Pertumbuhan Orang Superkaya Tertinggi di Dunia, Ini Dia Daftar Negara Lainnya!

Indonesia Jadi Negara dengan Pertumbuhan Orang Superkaya Tertinggi di Dunia, Ini Dia Daftar Negara Lainnya!

Lifestyle1 jam lalu
Wamen ATR/Waka BPN: Integrasi Data Hak, Tata Ruang, dan Nilai Tanah Jadi Kunci Tata Kelola Pertanahan

Wamen ATR/Waka BPN: Integrasi Data Hak, Tata Ruang, dan Nilai Tanah Jadi Kunci Tata Kelola Pertanahan

Nasional1 jam lalu
Tak Perlu Perantara, Masyarakat Bisa dengan Mudah Urus Roya secara Mandiri

Tak Perlu Perantara, Masyarakat Bisa dengan Mudah Urus Roya secara Mandiri

Nasional1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Ramai Seruan Netizen Malaysia Boikot Produk Indonesia, Sejarah Lagu "Negaraku" Ikut Diungkit

Ramai Seruan Netizen Malaysia Boikot Produk Indonesia, Sejarah Lagu "Negaraku" Ikut Diungkit

Lifestyle1 jam lalu
Muncul Wacana Siswa Tak Otomatis Naik Kelas Mulai 2027, Ini Kata Mendikdasmen

Muncul Wacana Siswa Tak Otomatis Naik Kelas Mulai 2027, Ini Kata Mendikdasmen

Nasional1 jam lalu
Polres Subang Bedah Rumah Mak Datem di Cibogo

Polres Subang Bedah Rumah Mak Datem di Cibogo

Headline1 jam lalu
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Subang Batch 6 Dibuka, Ada 3 Program Gratis!

Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Subang Batch 6 Dibuka, Ada 3 Program Gratis!

Subang2 jam lalu
Nusron Wahid Mangkir dari Panggilan KPK, Agenda Internal jadi Alasan

Nusron Wahid Mangkir dari Panggilan KPK, Agenda Internal jadi Alasan

Nasional2 jam lalu
7 Pria Diduga Bawa Kabur Mesin ATM di India, Uangnya Rp90 Jutaan

7 Pria Diduga Bawa Kabur Mesin ATM di India, Uangnya Rp90 Jutaan

Headline2 jam lalu