Kelangkaan Solar Hambat Operasional Armada Sampah di Bandung Barat

PASUNDANEKSPRES.ID — Operasional armada pengangkut sampah di Kabupaten Bandung Barat (KBB) mulai terkendala akibat kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar yang terjadi dalam dua pekan terakhir.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) KBB, Ibrahim Aji, mengatakan kondisi tersebut menyebabkan jadwal pengangkutan sampah di sejumlah wilayah mengalami keterlambatan.
“Sudah dua pekan armada pengangkut sampah milik kami mengalami kesulitan mendapatkan pasokan solar. Jadi jadwal pengangkutan di beberapa wilayah mengalami keterlambatan,” kata Ibrahim, Jumat (8/5/2026).
Menurutnya, sulitnya memperoleh solar terjadi karena stok BBM jenis tersebut minim di sejumlah SPBU yang selama ini bekerja sama dengan DLH KBB.
Selain persoalan distribusi, Ibrahim juga menyinggung kenaikan harga BBM yang turut memengaruhi anggaran operasional pengangkutan sampah.
“Anggaran memang jadi tantangan. Misalnya, jika biasanya kebutuhan solar bisa mencukupi untuk satu tahun, dengan kenaikan harga sekarang mungkin hanya cukup untuk sembilan bulan,” ujarnya.
Meski demikian, ia menilai persoalan utama saat ini bukan sekadar kenaikan harga, melainkan kelangkaan stok solar di lapangan.
“Kalau harganya naik tapi barangnya ada itu masih lebih baik. Sekarang justru barangnya yang sulit. Kalau solarnya tidak ada, otomatis pengangkutan sampah terhambat,” ucapnya.
Pelayanan Angkut Sampah di Bandung Barat Tidak Berhenti Total
Ibrahim memastikan layanan pengangkutan sampah di Bandung Barat tidak berhenti total. Namun, sejumlah wilayah mengalami penundaan jadwal pengangkutan.
“Sudah ada wilayah yang terdampak, tapi sifatnya tertunda, bukan berarti tidak terangkut. Misalnya yang biasanya seminggu sekali diangkut jadi mundur karena kelangkaan solar,” katanya.
DLH KBB berharap distribusi solar segera kembali normal setelah adanya penambahan pasokan BBM, sehingga operasional armada pengangkut sampah dapat kembali berjalan optimal.
“Kelangkaan ini sudah kurang lebih dua minggu ke belakang, tapi mudah-mudahan setelah adanya dropping pasokan ke depannya kondisi bisa kembali normal,” pungkasnya.(ijr/ysp)
