Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Keluhkan Pengelolaan Sampah, Warga Minta Dinas Lingkungan Hidup Subang Berinovasi

H
Hadi MartadinataEditor: Yusup Suparman
|08:29 WIB
Bagikan:
Keluhkan Pengelolaan Sampah, Warga Minta Dinas Lingkungan Hidup Subang Berinovasi
PERSOALAN SAMPAH: Kondisi sampah di TPS Campernik Jalancagak Subang yang sudah menggunung. Warga berharap, Pemda Subang bisa memiliki solusi cerdas dalam pengelolaan sampah. Hadi Martadinata/Pasundan Ekspres

PASUNDANEKSPRES.ID – Persoalan sampah di Subang tak kunjung selesai. Warga menilai permasalahan yang sudah berlangsung bertahun-tahun ini belum juga menemukan solusi konkret, bahkan semakin kompleks seiring bertambahnya jumlah penduduk dan aktivitas ekonomi.

Mereka pun meminta agar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Subang benar-benar serius dan inovatif dalam menangani persoalan tersebut.

Salah satu warga Subang, Ulul Fahmi Fauzy, mengatakan penumpukan sampah yang terus terjadi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jalupang seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Menurutnya, keberadaan satu TPA utama saja sudah tidak memadai untuk menampung volume sampah dari seluruh wilayah Kabupaten Subang yang luas dan terdiri dari 30 kecamatan.

“Persoalan sampah ini sudah dari zaman dulu, tapi sampai sekarang belum selesai juga. Kita tidak bisa terus bergantung pada satu TPA Jalupang. Harus ada minimal tiga titik TPA di wilayah Subang supaya penanganannya lebih efisien dan tidak menumpuk di satu tempat,” ujar Ulul Fahmi kepada wartawan, Senin (13/10/2025).

Ia juga menambahkan, bahwa DLH dan instansi terkait perlu berinovasi dalam sistem pengelolaan sampah. Menurutnya, solusi bukan hanya soal penambahan lahan pembuangan, tetapi juga penerapan teknologi pengolahan sampah modern serta edukasi masyarakat agar lebih sadar memilah sampah dari sumbernya.

“Saat bupati sudah menekankan pentingnya pengelolaan sampah, seharusnya instansi teknis seperti DLH bisa berinovasi. Jangan hanya fokus pada pengangkutan dan pembuangan, tapi bagaimana sampah bisa diolah jadi energi, kompos, atau bahan daur ulang. Itu baru namanya solusi berkelanjutan,” tegasnya.

Hal senada disampaikan oleh Gema, warga Kecamatan Kasomalang. Ia menilai kesadaran masyarakat sudah mulai tumbuh, tetapi dukungan pemerintah masih kurang optimal. Menurutnya, banyak warga di wilayah atas Subang yang masih kesulitan membuang sampah karena jarak ke TPA Jalupang terlalu jauh.

“Kalau mau masyarakat tertib buang sampah, pemerintah juga harus siapkan fasilitasnya. Jangan semua diarahkan ke Jalupang. Kasomalang, Jalancagak, dan Cisalak seharusnya punya titik pembuangan sendiri, jadi lebih mudah dan tidak menimbulkan penumpukan di TPS-TPS liar,” ujarnya.

Gema menambahkan, kondisi sejumlah Tempat Penampungan Sementara (TPS) di pinggir jalan sudah mulai mengkhawatirkan karena tidak terangkut tepat waktu.

“Kadang sampah menumpuk sampai berhari-hari, apalagi saat hujan, baunya luar biasa. Ini bukan cuma soal kebersihan, tapi juga kesehatan masyarakat,” katanya.

Warga berharap Pemkab Subang melalui DLH segera membuat peta jalan (roadmap) pengelolaan sampah yang jelas dan terukur, termasuk rencana penambahan TPA baru di wilayah tengah, Utara dan selatan Subang.

“Kami tidak ingin masalah ini terus berulang setiap tahun. Sudah saatnya Subang punya sistem pengelolaan sampah yang modern dan manusiawi,” pungkas Gema.(hdi/ysp)

Berita Terbaru

Lowongan Kerja di Subang Oktober 2026: PT Handsomekovi Indonesia Buka Posisi Ini

Lowongan Kerja di Subang Oktober 2026: PT Handsomekovi Indonesia Buka Posisi Ini

Lifestyle18 menit lalu
Indonesia Jadi Negara dengan Pertumbuhan Orang Superkaya Tertinggi di Dunia, Ini Dia Daftar Negara Lainnya!

Indonesia Jadi Negara dengan Pertumbuhan Orang Superkaya Tertinggi di Dunia, Ini Dia Daftar Negara Lainnya!

Lifestyle1 jam lalu
Wamen ATR/Waka BPN: Integrasi Data Hak, Tata Ruang, dan Nilai Tanah Jadi Kunci Tata Kelola Pertanahan

Wamen ATR/Waka BPN: Integrasi Data Hak, Tata Ruang, dan Nilai Tanah Jadi Kunci Tata Kelola Pertanahan

Nasional1 jam lalu
Tak Perlu Perantara, Masyarakat Bisa dengan Mudah Urus Roya secara Mandiri

Tak Perlu Perantara, Masyarakat Bisa dengan Mudah Urus Roya secara Mandiri

Nasional1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Ramai Seruan Netizen Malaysia Boikot Produk Indonesia, Sejarah Lagu "Negaraku" Ikut Diungkit

Ramai Seruan Netizen Malaysia Boikot Produk Indonesia, Sejarah Lagu "Negaraku" Ikut Diungkit

Lifestyle1 jam lalu
Muncul Wacana Siswa Tak Otomatis Naik Kelas Mulai 2027, Ini Kata Mendikdasmen

Muncul Wacana Siswa Tak Otomatis Naik Kelas Mulai 2027, Ini Kata Mendikdasmen

Nasional1 jam lalu
Polres Subang Bedah Rumah Mak Datem di Cibogo

Polres Subang Bedah Rumah Mak Datem di Cibogo

Headline1 jam lalu
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Subang Batch 6 Dibuka, Ada 3 Program Gratis!

Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Subang Batch 6 Dibuka, Ada 3 Program Gratis!

Subang2 jam lalu
Nusron Wahid Mangkir dari Panggilan KPK, Agenda Internal jadi Alasan

Nusron Wahid Mangkir dari Panggilan KPK, Agenda Internal jadi Alasan

Nasional2 jam lalu
7 Pria Diduga Bawa Kabur Mesin ATM di India, Uangnya Rp90 Jutaan

7 Pria Diduga Bawa Kabur Mesin ATM di India, Uangnya Rp90 Jutaan

Headline2 jam lalu