Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Kementerian Lingkungan Hidup Tegur Pengelolaan Sampah di Purwakarta

A
Adam SumartoEditor: Yusup Suparman
|08:23 WIB
Bagikan:
Kementerian Lingkungan Hidup Tegur Pengelolaan Sampah di Purwakarta
DAYA TAMPUNG: TPA Cikolotok yang sempat terbakar pada 2023 lalu. TPA Cikolotok kini kondisinya menyisakan daya tampung hanya 40 persen saja. Adam Sumarto/Pasundan Ekspres

Masih Ada Praktik Open Dumping di TPA Cikolotok

PURWAKARTA-Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cikolotok kini hanya memiliki kapasitas daya tampung tersisa 40 persen. Sisa kapasitas itu seiring terus bertambahnya volume sampah yang masuk setiap hari.

‎Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Purwakarta, Kosasih mengungkapkan, dari total luas TPA yang mencapai 10 hektare, 60 persennya telah penuh oleh sampah.

‎Kondisi TPA yang berlokasi di Desa Margasari, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Purwakarta, membuat pihaknya harus bergerak cepat untuk mengantisipasi penuhnya TPA dalam lima tahun ke depan.

"Setiap harinya, Purwakarta menghasilkan sekitar 400 ton sampah. Namun karena keterbatasan armada, hanya 160 ton sampah per hari yang bisa diangkut ke TPA Cikolotok," kata Kosasih kepada wartawan, Senin (25/8/2025).

Saat ini, sambungnya, sistem pengelolaan sampah di TPA Cikolotok masih menggunakan metode sanitary landfill secara manual, di mana sampah ditimbun dan ditutup dengan tanah secara bertahap.

‎Tak hanya itu, pihaknya juga telah menerima surat teguran dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) lantaran masih ada praktik open dumping atau pembuangan sampah terbuka yang dinilai tidak sesuai dengan standar pengelolaan lingkungan.

‎"KLH menyarankan agar yang dibuang ke TPA hanya residu sampah saja. Artinya, kami perlu memperkuat sistem pengolahan di hulu, bukan hanya mengandalkan pembuangan di TPA," ujar Kosasih.

‎Saat ini, lahan yang digunakan untuk open dumping baru sekitar 50 persen dari total luas TPA. Sebanyak 10 persen lahan digunakan untuk jalur Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), dan sisanya masih belum bisa diakses karena kondisi tanah yang labil.

‎Akan tetapi, lanjutnya, DLH Purwakarta tak tinggal diam. Pihaknya tengah menyusun Detail Engineering Design (DED) untuk menutup area open dumping dan membuka lahan baru yang lebih layak dan sesuai standar pengelolaan modern.

‎"Lahan baru nanti akan menggunakan sistem sanitary landfill yang lebih tertata dan efisien. Kami juga akan memastikan akses mobil bisa masuk ke area tersebut," ucap Kosasih.

‎Sebagai bagian dari solusi jangka panjang, DLH juga akan memperkuat sistem pengelolaan sampah di tingkat awal.

Di antaranya, seperti optimalisasi TPS, pengembangan Tempat Pengolahan Sampah dengan prinsip 3R Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R), dan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) berkapasitas besar.

‎Dengan demikian, kata dia, hanya sisa residu yang akan dibuang ke TPA, bukan keseluruhan sampah.

‎"Tujuannya jelas, supaya usia pakai TPA Cikolotok bisa lebih panjang, dan kami juga bisa menekan dampak lingkungan yang ditimbulkan dari penumpukan sampah," ucap Kosasih.(add/ysp)

Berita Terbaru

LaLaLa Fest Hadir Lagi di Jakarta Januari 2027, Olivia Dean jadi Headliner

LaLaLa Fest Hadir Lagi di Jakarta Januari 2027, Olivia Dean jadi Headliner

Lifestyle35 menit lalu
JNE Raih Sertifikasi Halal untuk Layanan Logistik dari BPJPH, Perkuat Standar Layanan Terpercaya

JNE Raih Sertifikasi Halal untuk Layanan Logistik dari BPJPH, Perkuat Standar Layanan Terpercaya

Nasional59 menit lalu
Poster Baru Film Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati Tampilkan Detail Kehidupan Ale

Poster Baru Film Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati Tampilkan Detail Kehidupan Ale

Lifestyle1 jam lalu
Tiga Tahun Berjuang Melawan Sakit Komplikasi, BAZNAS Subang Hadir Bantu Ibu Tiga Anak

Tiga Tahun Berjuang Melawan Sakit Komplikasi, BAZNAS Subang Hadir Bantu Ibu Tiga Anak

Headline1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Botram Bersama Warga, TMMD ke-130 di Cupunagara Perkuat Kemanunggalan TNI-Rakyat

Botram Bersama Warga, TMMD ke-130 di Cupunagara Perkuat Kemanunggalan TNI-Rakyat

Headline2 jam lalu
Lowongan Kerja di Subang Oktober 2026: PT Handsomekovi Indonesia Buka Posisi Ini

Lowongan Kerja di Subang Oktober 2026: PT Handsomekovi Indonesia Buka Posisi Ini

Lifestyle2 jam lalu
Indonesia Jadi Negara dengan Pertumbuhan Orang Superkaya Tertinggi di Dunia, Ini Dia Daftar Negara Lainnya!

Indonesia Jadi Negara dengan Pertumbuhan Orang Superkaya Tertinggi di Dunia, Ini Dia Daftar Negara Lainnya!

Lifestyle3 jam lalu
Wamen ATR/Waka BPN: Integrasi Data Hak, Tata Ruang, dan Nilai Tanah Jadi Kunci Tata Kelola Pertanahan

Wamen ATR/Waka BPN: Integrasi Data Hak, Tata Ruang, dan Nilai Tanah Jadi Kunci Tata Kelola Pertanahan

Nasional3 jam lalu
Tak Perlu Perantara, Masyarakat Bisa dengan Mudah Urus Roya secara Mandiri

Tak Perlu Perantara, Masyarakat Bisa dengan Mudah Urus Roya secara Mandiri

Nasional3 jam lalu
Ramai Seruan Netizen Malaysia Boikot Produk Indonesia, Sejarah Lagu "Negaraku" Ikut Diungkit

Ramai Seruan Netizen Malaysia Boikot Produk Indonesia, Sejarah Lagu "Negaraku" Ikut Diungkit

Lifestyle4 jam lalu