Ketua Komisi IV DPRD Subang, Zainal Mufidz: Disiplin Penting, Tapi Dalam Batasan

PASUNDANEKSPRES.ID - Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Subang, Zainal Mufidz menegaskan, disiplin sangat diperlukan di lingkungan sekolah untuk menjaga ketertiban dan keamanan, hal itu tetap harus dilakukan dalam etika pendidikan dan tidak boleh melibatkan kekerasan fisik.
“Saya menyatakan keprihatinan mendalam atas insiden ini. Disiplin di sekolah penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang baik, namun penerapannya harus selaras dengan nilai-nilai pendidikan dan keadaban. Kekerasan fisik tidak dibenarkan dalam situasi apa pun,” ungkapnya saat diwawancara Pasundan Ekspres.
Lebih lanjut, ia juga menyoroti kekerasan dalam dunia pendidikan justru berpotensi melukai kondisi psikologis siswa serta merusak citra sekolah sebagai tempat pembinaan karakter. Namun ia juga memahami tekanan yang dirasakan guru dalam menjalankan tugasnya.
“Guru juga manusia, ada batas kesabaran. Namun kita tetap perlu mendorong pendekatan yang lebih manusiawi dan mendidik dalam menegakkan aturan,” imbuhnya.
Zainal meminta kepada pihak sekolah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pembinaan disiplin, serta memastikan bahwa setiap tenaga pendidik memahami metode penegakan aturan tanpa menggunakan kekerasan fisik.
“Pelatihan mengenai pendekatan psikologis dan komunikasi efektif dalam pembinaan siswa perlu diperkuat,” kata Zainal.
Dia menyebut, hal ini dapat menjadi mitra aktif dalam proses pendidikan anak di sekolah. Dukungan terhadap upaya pembinaan sangat dibutuhkan, namun orang tua juga berhak menyampaikan keberatan jika metode yang digunakan tidak sesuai prosedur atau norma.
“Ditegaskan untuk lebih mengerti dan menaati tata tertib sekolah. Tindakan seperti meloncat pagar bukan hanya melanggar aturan, tetapi juga membahayakan diri sendiri dan merusak fasilitas umum. Sanksi tetap diperlukan, tetapi harus bersifat mendidik, bukan sekadar menghukum,” ungkapnya.
Dirinya berkomitmen untuk menindaklanjuti kasus ini serta berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Subang. Tujuannya untuk memastikan bahwa seluruh sekolah di wilayah tersebut memiliki standar penegakan disiplin yang proporsional dan berbasis pembinaan karakter.
Ia berharap agar insiden ini dapat menjadi pembelajaran berharga bagi semua elemen pendidikan di Subang.
“Disiplin bukan semata soal hukuman, melainkan jalan untuk mengembangkan karakter siswa agar tumbuh dengan baik, beretika, dan bertanggung jawab,” tutupnya.(cdp/ysp)
