Ketua PDI Perjuangan Subang Minta H Sys Amanah Jalankan Tugas Anggota DPRD

PASUNDANEKSPRES.ID - Ketua PDI Perjuangan Subang, H. A Kosim, menyampaikan pesan khusus kepada anggota DPRD Kabupaten Subang yang baru dilantik melalui mekanisme Pengganti Antar Waktu (PAW), H. Sys Santo Delvis, agar menjalankan amanah partai dan tugas legislatif dengan penuh tanggung jawab.
Hal tersebut disampaikan H. A Kosim usai rapat paripurna pengucapan sumpah dan janji anggota DPRD Subang di Gedung DPRD Subang, Kamis (7/5/2026).
Menurutnya, dengan dilantiknya H. Sys Santo Delvis, maka jumlah kader PDI Perjuangan di DPRD Kabupaten Subang kini kembali lengkap menjadi sembilan kursi.
“PDI Perjuangan semuanya ada sembilan alhamdulillah. Mudah-mudahan dengan beliau sudah dilantik sesuai dengan instruksi partai, sesuai dengan misi partai, kegiatan partai termasuk di dalam anggota DPRD,” ujar H. A Kosim.
H Sys Diharapkan Jalankan Tugas dan Fungsi Anggota DPRD
Ia berharap H. Sys mampu menjalankan seluruh tugas dan fungsi sebagai anggota legislatif, baik dalam bidang pengawasan, legislasi, maupun penganggaran demi kepentingan masyarakat Kabupaten Subang.
“Semoga amanah menjalankan tugas dan fungsi sebagai anggota DPRD Subang,” ucapnya.
H. Sys menegaskan dirinya tidak ingin berlama-lama beradaptasi dan akan segera mengikuti ritme kerja para anggota dewan lainnya di DPRD Subang.
“Pokoknya kita langsung bekerja mengikuti teman-teman di DPRD,” tegasnya kepada awak media usai rapat paripurna.
Ia mengaku akan memperbanyak komunikasi dan koordinasi dengan sesama anggota DPRD agar dapat memahami tugas dan tanggung jawabnya secara maksimal sebagai wakil rakyat.
“Untuk ke depannya saya akan lebih banyak komunikasi sama rekan-rekan,” kata H. Sys.
Sebagai sosok yang sehari-hari berprofesi sebagai petani, Anggota DPRD H. Sys mengaku akan fokus memperjuangkan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, khususnya di sektor pertanian di wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) 6 yang meliputi Kecamatan Pagaden, Pagaden Barat, Cipunagara dan Compreng.
Ia menyebut sejumlah persoalan yang menjadi perhatian di antaranya perbaikan saluran irigasi, ketersediaan pupuk, penanganan hama pertanian, hingga stabilitas harga gabah dan padi di tingkat petani.
“Karena saya kan sehari-hari sebagai petani ya, banyaknya tentang pertanian, perbaikan saluran air, pupuk, hama dan harga padi, kebanyakan itu,” tuturnya.
Dengan latar belakang tersebut, H. Sys berharap dapat menjadi jembatan aspirasi masyarakat, khususnya para petani, agar berbagai kebutuhan dan persoalan di lapangan dapat diperjuangkan melalui kebijakan pemerintah daerah. (cdp/ysp)
