BNPB Klarifikasi Data 94 Korban Gempa NTT Meninggal di Pengungsian

PASUNDANEKSPRES.ID - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan klarifikasi atas data yang disampaikan mengenai 94 korban gempa bumi Nusa Tenggara Timur (NTT) meninggal dunia di pengungsian.
Berdasarkan hasil verifikasi dan validasi terpadu antara BNPB dengan Kementerian Kesehatan di tujuh kabupaten terdampak, 94 warga yang meninggal dunia tersebut tidak terdampak langsung gempa bumi yang terjadi di NTT beberapa waktu lalu.
"Kami meluruskan bahwa 94 warga tersebut tidak meninggal akibat trauma fisik langsung atau reruntuhan bangunan akibat gempa bumi," ucap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, dalam keterangannya melalui video yang diunggah di YouTube, Kamis (17/9/2026).
Berton menjelaskan, data dari tim medis menyampaikan sebagian warga tersebut adalah kelompok lansia yang meninggal dunia akibat komplikasi penyakit kronis yang telah lama diderita, seperti stroke dan diabetes melitus.
BNPB memastikan proses penanganan medis telah dilaksanakan secara maksimal di berbagai fasilitas kesehatan dan pos kesehatan terpadu. Pihaknya juga menjamin pelayanan dasar kesehatan bagi para penyintas tetap dilaksanakan secara optimal.
"Sejak hari pertama, BNPB telah mengaktifkan pos dukungan logistik di Labuan Bajo dan Maumere. Bantuan medis, obat-obatan, termasuk peralatan lain yang dibutuhkan terus bergerak menjangkau pengungsi, baik terpusat maupun mandiri," jelasnya.
Di akhir video, Berton menyampaikan permohonan maaf apabila informasi yang disampaikan sebelumnya menimbulkan kekhawatiran dan spekulasi tertentu di masyarakat.
"Mari kita bersama memperkuat dukungan dan doa demi percepatan pemulihan saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur," pungkasnya.
Sebelumnya, BNPB mencatat sebanyak 94 orang korban gempa bumi Nusa Tenggara Timur (NTT) meninggal dunia di pengungsian berdasarkan data yang dihimpun hingga Selasa (15/9/2026).
BNPB menyampaikan korban jiwa akibat gempa NTT secara keseluruhan mencapai 142 orang.
"Kami menyampaikan bahwa korban yang meninggal secara langsung akibat gempa bumi itu 48 orang, tetapi secara tidak langsung yang ada di pengungsian, ada 94 orang," ucap Berton dalam konferensi pers, Selasa (15/9).
Adapun jumlah pengungsi yang terdampak gempa bumi di NTT mengalami penurunan dibandingkan sebelumnya yang tercatat sebanyak 46.000 orang.
"Saat ini pengungsi itu sudah jauh turun yang kemarin-kemarin sampai 150 ribu lebih, sekarang hanya 46.046 jiwa," ujarnya.
(inm)
