Konflik di Timur Tengah, Rizma Tour Pastikan Keselamatan Jemaah Umroh

PASUNDANEKSPRES - Situasi konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah menimbulkan kekhawatiran di kalangan penyelenggara perjalanan ibadah umrah, termasuk PT Rizma Cahaya Utama atau dikenal Rizma Tour.
Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang layanan umrah dan haji, Rizma Tour memastikan keselamatan dan kenyamanan jamaah tetap menjadi prioritas utama di tengah dinamika yang berkembang.
Manager PT Rizma Cahaya Utama, Ahmad Syahid, A.MD.Kom, mengungkapkan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan situasi dan melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait.
Namun demikian, ia menegaskan perusahaan tidak tinggal diam dan terus melakukan langkah-langkah koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait guna memastikan perjalanan jamaah tetap berjalan sesuai rencana.
Menurutnya, Rizma Tour terus berkomunikasi dengan maskapai penerbangan, otoritas pemerintah Arab Saudi, serta Kementerian Agama Republik Indonesia, khususnya Kementerian Haji dan Umrah. Koordinasi tersebut juga dilakukan bersama asosiasi penyelenggara umrah yang diikuti Rizma Tour untuk mendapatkan informasi terkini dan langkah antisipatif yang perlu disiapkan.
Saat ini, sebanyak 19 jamaah Rizma Tour tengah berada di Mekkah dan dijadwalkan kembali ke Indonesia pada 8 Maret menggunakan Saudi Airlines. Untuk penerbangan langsung Jakarta–Jeddah dengan maskapai tersebut, hingga kini tidak terdapat gangguan dan tetap berjalan normal sesuai jadwal.
Namun demikian, perhatian khusus diberikan pada penerbangan yang menggunakan maskapai Oman Air untuk keberangkatan di bulan Syawal.
Ahmad Syahid menjelaskan, beberapa maskapai di kawasan terdampak konflik memang mengalami gangguan penerbangan, sehingga pihaknya terus memantau perkembangan dan berkoordinasi secara aktif dengan pihak maskapai.
Ia menyampaikan, hingga saat ini Rizma Tour masih optimistis Oman Air dapat tetap beroperasi karena jalur penerbangannya dinilai berada di wilayah yang relatif aman. Berbeda dengan beberapa maskapai lain yang berada lebih dekat dengan area konflik, Oman dinilai berada di wilayah pinggiran sehingga peluang penerbangan tetap berjalan masih terbuka.
"Untuk keberangkatan Syawal, Rizma Tour memiliki dua jadwal yang belum diberangkatkan, yakni menggunakan Oman Air dan Ethiopian Airlines. Maka jalur Ethiopian Airlines tergolong aman karena tidak melintasi wilayah terdampak konflik, sehingga peluang keberangkatan dinilai lebih stabil," ungkapnya.
Meski demikian, Rizma Tour tetap menyiapkan langkah antisipasi. Jika terjadi pembatalan atau penundaan penerbangan, perusahaan siap melakukan penjadwalan ulang (reschedule) atau pengembalian dana (refund) sesuai ketentuan. Pihak hotel di Arab Saudi pun telah diinfokan sejak awal terkait kemungkinan perubahan jadwal guna memudahkan proses penyesuaian jika diperlukan.
Rizma Tour juga secara aktif memberikan informasi kepada jamaah melalui grup keberangkatan agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi.
Ahmad Syahid mengimbau seluruh jamaah untuk tetap tenang dan mengikuti arahan resmi dari pihak travel, sembari menunggu kepastian situasi dari maskapai dan otoritas terkait.
“Sebagai penyelenggara umrah dan haji, tentu situasi seperti ini sangat berdampak bagi kami dan jamaah. Harapan kami konflik di Timur Tengah segera mereda agar ibadah umrah dapat berjalan lancar tanpa hambatan. Kami berkomitmen untuk terus mengutamakan keselamatan dan tidak akan merugikan jamaah dalam kondisi apa pun,” tegasnya.(znl/ysp)
