Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Korban Longsor Cisarua Mulai Bangkit di Tengah Ketidakpastian Relokasi

I
Ijang Samsu RijalEditor: Dobi Maulana
|09:54 WIB
Bagikan:
Korban Longsor Cisarua Mulai Bangkit di Tengah Ketidakpastian Relokasi
Warga Pasirlangu Cisarua kembali menggarap sisa lahan yang masih bisa dimanfaatkan untuk menanam sayuran yang selama ini menjadi mata pencaharian utama mereka. (Foto: IJANG SAMSU RIJAL/PASUNDAN EKSPRES)

PASUNDANEKSPRES.ID - Memasuki hampir tiga bulan pascalongsor yang menerjang kawasan Pasirlangu Cisarua pada 24 Januari 2026 sekitar pukul 03.00 WIB, warga terdampak mulai kembali beraktivitas di lahan bekas longsoran. Di tengah kondisi yang belum sepenuhnya pulih, mereka berupaya bangkit sembari menunggu kepastian relokasi dari pemerintah.

Hamparan tanah yang sebelumnya tertimbun material longsor kini mulai menghijau ditumbuhi rerumputan. Di lokasi tersebut, sejumlah warga tampak kembali menggarap sisa lahan yang masih bisa dimanfaatkan, termasuk menanam bunga dan sayur yang selama ini menjadi mata pencaharian utama mereka.

Yati (40) salah seorang warga korban selamat mengungkapkan, secara umum aktivitas sehari-hari keluarganya sudah kembali normal. Kebutuhan pokok pun masih terbantu dari bantuan pemerintah desa. Namun, persoalan utama yang dihadapi saat ini adalah hilangnya sumber penghasilan dan tempat tinggal.

"Kalau aktivitas sehari-hari sudah seperti biasa karena kebutuhan pokok ada bantuan dari desa. Tapi yang sulit sekarang kami yang tadinya berkebun jadi tidak bisa, jadi susah mencari uang," ujarnya saat ditemui Kamis (16/4/2026).

Ia menambahkan, saat ini dirinya bersama keluarga mengontrak rumah setelah tempat tinggal mereka rata dengan tanah akibat longsor. Sebelumnya, kehidupan mereka sepenuhnya bergantung pada kebun bunga yang berada di lokasi terdampak.

"Kami dulu di sini punya rumah sekaligus kebun untuk bertani bunga sebagai mata pencaharian. Sekarang belum berani menanam karena belum ada kejelasan, apakah lahan bekas longsor ini boleh digunakan lagi atau tidak," katanya.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat warga berada dalam dilema. Di satu sisi, mereka membutuhkan penghasilan dari berkebun. Namun di sisi lain, ada kekhawatiran jika lahan tersebut nantinya tidak diperbolehkan untuk digarap kembali.

"Kalau ditanami takut nanti tidak boleh dipakai atau dibongkar. Tapi kalau tidak ditanami, ini sumber penghasilan kami," tambahnya.

Sebagian fasilitas pertanian seperti green house yang berada di sekitar aliran longsor juga dilaporkan rusak dan roboh. Saat ini, warga masih mengandalkan bantuan uang kerohiman untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Meski demikian, warga mulai memberanikan diri kembali ke lokasi bekas longsor untuk menanam di sebagian lahan yang dinilai masih memungkinkan. Upaya ini dilakukan sebagai bentuk ikhtiar untuk memulihkan ekonomi keluarga.

Warga berharap pemerintah segera memberikan kepastian terkait relokasi serta status lahan yang sebelumnya mereka garap. Kejelasan tersebut dinilai penting agar masyarakat dapat menentukan langkah ke depan, terutama dalam memulihkan mata pencaharian.

"Kami sudah hampir tiga bulan, tapi belum ada kejelasan akan seperti apa. Secara logistik memang aman, tapi kami tidak tenang kalau belum jelas, apalagi soal mata pencaharian," ungkapnya.(ijr/ysp)

Berita Terbaru

DPR Hormati Putusan MK soal Ijazah Gibran, Dasco: Kami Belum Pelajari Mendalam

DPR Hormati Putusan MK soal Ijazah Gibran, Dasco: Kami Belum Pelajari Mendalam

Nasional12 menit lalu
Cara Kirim Foto Sekali Lihat di WhatsApp, Bisa Jaga Privasi!

Cara Kirim Foto Sekali Lihat di WhatsApp, Bisa Jaga Privasi!

Lifestyle22 menit lalu
Bupati Purwakarta: Jika Syarat Terpenuhi, Pendirian Gereja di Cikopo Harus Diizinkan

Bupati Purwakarta: Jika Syarat Terpenuhi, Pendirian Gereja di Cikopo Harus Diizinkan

Purwakarta39 menit lalu
Kecelakaan Tol Cipularang! Arus Melambat, Truk Trailer Diduga Tak Bisa Berhenti hingga Tabrak 15 Kendaraan

Kecelakaan Tol Cipularang! Arus Melambat, Truk Trailer Diduga Tak Bisa Berhenti hingga Tabrak 15 Kendaraan

Jawa Barat54 menit lalu
ADVERTISEMENT
Kecelakaan Tanjakan Abah Subang, Tronton Mundur dan Tabrak Mobil di Belakang

Kecelakaan Tanjakan Abah Subang, Tronton Mundur dan Tabrak Mobil di Belakang

Subang1 jam lalu
Etika Bercanda di Media Sosial: Lucu Boleh, Tapi Jangan Sampai Menyakiti

Etika Bercanda di Media Sosial: Lucu Boleh, Tapi Jangan Sampai Menyakiti

Lifestyle1 jam lalu
PBSI Beri Bonus untuk Tim Asian Games 2026, Leo/Daniel Diguyur Rp 1 Miliar

PBSI Beri Bonus untuk Tim Asian Games 2026, Leo/Daniel Diguyur Rp 1 Miliar

Olahraga1 jam lalu
Cara Cek Penerima PIP Oktober 2026 Pakai NISN, Ini Besaran Dananya

Cara Cek Penerima PIP Oktober 2026 Pakai NISN, Ini Besaran Dananya

Nasional2 jam lalu
Bupati Purwakarta Tegas Soal Gereja di Cikopo: Jika Syarat Terpenuhi, Harus Diizinkan!

Bupati Purwakarta Tegas Soal Gereja di Cikopo: Jika Syarat Terpenuhi, Harus Diizinkan!

Purwakarta3 jam lalu
Purwakarta Heboh! Ratusan Massa Gelar Aksi, Rencana Gereja di Cikopo Jadi Perhatian

Purwakarta Heboh! Ratusan Massa Gelar Aksi, Rencana Gereja di Cikopo Jadi Perhatian

Purwakarta3 jam lalu