Korban Pembacokan ODGJ di Purwakarta Alami Putus Tendon

PASUNDANEKSPRES.ID - Direktur RSUD Bayu Asih Purwakarta, Tri Muhammad Hani, mengungkapkan kondisi para korban pembacokan yang diduga dilakukan pria ODGJ berinisial DS (29) di Desa Cirama Hilir, Kecamatan Maniis, Minggu (16/11/2025).
"Tiga pasien masih menjalani perawatan intensif, mereka baru selesai menjalani operasi. Adapun kondisinya kini stabil," kata Hani saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (18/11/2025).
Tri menyebutkan mayoritas korban mengalami luka serius akibat sabetan golok, terutama pada bagian tangan dan lengan, yang menyebabkan tendon putus dan robeknya pembuluh darah. Ketiga pasien yang masih dirawat di RSUD Bayu Asih adalah, Neng Sumiati (23), Nia (35) dan Indi (61). "Rata-rata dilakukan tindakan operasi karena tendon atau urat putus, dan ada pembuluh darah yang robek. Alhamdulillah semua dalam kondisi stabil," ujar Hani.
Diketahui sebelumnya, peristiwa pembacokan yang dilakukan DS menyebabkan 13 warga terluka, lima di antaranya luka berat. Satu korban anak dirujuk ke RSUD Cianjur karena membutuhkan penanganan khusus.
Kapolres Purwakarta, AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya menegaskan pelaku telah diamankan dan tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa Cisarua.
Ia menjelaskan pihaknya masih mendalami rangkaian kejadian. Namun informasi awal menyebutkan peristiwa bermula saat pelaku terlibat cekcok dengan orang tuanya di rumah. "Informasi sementara diawali cekcok dengan orang tuanya. Setelah keluar rumah, pelaku melakukan kekerasan- kekerasan dengan senjata golok kepada siapa pun yang ditemuinya," ucap Anom.
la mengatakan, golok yang digunakan untuk menyerang warga diduga dibawa langsung dari rumah pelaku. "lya, goloknya dibawa dari rumah, sudah kami amankan," katanya.(add/sep)
