Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Kru Sisingaan Subang Korban Insiden Maut di Bekasi Berharap Segera Dipulangkan

C
Cindy Desita Putri Editor: Yusup Suparman
|19:01 WIB
Bagikan:
Kru Sisingaan Subang Korban Insiden Maut di Bekasi Berharap Segera Dipulangkan
Salah seorang kru, Suharin (65), pemain terompet Grup Alan Dewa Trompet asal Subang.

PASUNDANEKSPRES.ID - Puluhan kru yang turut terlibat dalam rombongan kesenian sisingaan  Subang di Kampung Cibeureum, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, kini masih menunggu kepastian setelah dimintai keterangan oleh kepolisian.

Sejak Selasa (2/6) sore, sekitar 80 kru dari berbagai unsur rombongan kesenian masih berada di Mapolsek Cikarang Utara untuk kepentingan penyelidikan. Mereka terdiri atas pemain musik, sinden, pemikul sisingaan hingga kru pengangkut perangkat suara.

Salah seorang kru, Suharin (65), pemain terompet Grup Alan Dewa Trompet asal Subang, mengaku berharap dapat segera kembali ke rumah karena keluarganya terus menunggu kabar.

“Di rumah anak sama cucu sudah menunggu. Mereka nangis takut saya kenapa-kenapa. Saya mah pengennya pulang saja,” ujar Suharin di Mapolsek Cikarang Utara pada Rabu (3/6).

Menurutnya, sejak tiba di polsek sekitar pukul 18.00 WIB sehari sebelumnya, para kru harus memenuhi kebutuhan makan secara mandiri. Sementara untuk beristirahat, mereka hanya memanfaatkan area terbuka di lingkungan kantor polisi.

“Semalam makan beli sendiri. Tidurnya ngampar di saung polsek, banyak nyamuk juga,” katanya.

Suharin mengatakan, suasana di antara para kru mulai diliputi kegelisahan. Selain masih syok atas insiden yang menewaskan rekan-rekan mereka, sebagian besar juga khawatir karena keluarga di rumah belum mengetahui secara pasti kondisi mereka.

Kru Sisingaan Subang Masih Mengingat Peristiwa Nahas

Di tengah suasana tersebut, Suharin masih mengingat jelas momen sebelum peristiwa nahas terjadi. Saat itu rombongan tengah mengiringi lagu Buah Ngora dan sinden sedang bernyanyi. Sebagai pemain terompet, ia mengaku sempat bergeser dari posisi biasanya yang berada dekat mikrofon.

“Saya mundur sedikit. Alhamdulillah selamat. Kalau enggak mundur mungkin saya juga kena setrum,” tuturnya.

Ia mengaku tidak mengetahui keberadaan kabel listrik yang menjuntai di jalur arak-arakan. Menurutnya, seluruh pemain hanya mengikuti rute yang telah ditentukan panitia penyelenggara hajatan.

“Kita pemain mah taunya ikut rute. Yang ngatur jalur kan panitia di lapangan. Enggak ada yang kasih tahu juga kalau ada kabel di situ,” katanya.

Pria yang telah menekuni dunia seni sisingaan sejak usia 18 tahun itu mengaku baru pertama kali mengalami kejadian fatal selama hampir lima dekade mengikuti berbagai arak-arakan hajatan.

“Seumur-umur ikut hajat baru kali ini ada kejadian seperti ini,” ungkapnya.

Selain kehilangan rekan kerja yang juga merupakan tetangganya sendiri, Suharin kini mengkhawatirkan nasib pekerjaan mereka. Pasalnya, sejumlah alat musik dan perlengkapan pertunjukan masih diamankan oleh kepolisian sebagai barang bukti untuk kebutuhan penyelidikan.

Padahal, dalam beberapa hari ke depan rombongan tersebut telah memiliki jadwal pentas di wilayah Subang dan Bandung.

“Kalau alat masih ditahan bagaimana kita tampil cari rezeki. Belum lagi kalau ada yang rusak harus diperbaiki,” ujarnya.

Bagi para pelaku seni tradisional tersebut, pertunjukan sisingaan merupakan sumber utama penghasilan keluarga. Suharin mengaku menerima honor sekitar Rp300 ribu setiap kali tampil, sementara satu paket pertunjukan sisingaan lengkap bernilai sekitar Rp17 juta.

“Kami hidup dari sini. Mudah-mudahan masalah ini cepat selesai dan kami bisa kembali bekerja,” tutur Suharin.(cdp/ysp)

Berita Terbaru

Demo Mahasiswa Trisakti Siap Geruduk Istana, Ini Desakan untuk Prabowo-Gibran

Demo Mahasiswa Trisakti Siap Geruduk Istana, Ini Desakan untuk Prabowo-Gibran

Nasional4 menit lalu
Bupati Minta Pilkades Serentak 2026 Kondusif, Tidak Boleh Merusak Persaudaraan

Bupati Minta Pilkades Serentak 2026 Kondusif, Tidak Boleh Merusak Persaudaraan

Subang5 menit lalu
Perluas Akses Layanan Kesehatan, RS Mitra Plumbon Subang Gandeng Sejumlah Asuransi

Perluas Akses Layanan Kesehatan, RS Mitra Plumbon Subang Gandeng Sejumlah Asuransi

Subang7 menit lalu
Pemilu Israel 2026: Netanyahu & Oposisi Gagal Raih Mayoritas Parlemen

Pemilu Israel 2026: Netanyahu & Oposisi Gagal Raih Mayoritas Parlemen

Nasional17 menit lalu
ADVERTISEMENT
Kejaksaan Negeri Subang dan Balai Pemasyarakatan Eksekusi Pidana Kerja Sosial, Terpidana Dipantau GPS

Kejaksaan Negeri Subang dan Balai Pemasyarakatan Eksekusi Pidana Kerja Sosial, Terpidana Dipantau GPS

Subang18 menit lalu
Sulap Matematika Jadi Petualangan Seru! Dosen POLSUB Rilis Game Edukasi Berbasis AI untuk Siswa SMPN 1 Cibogo

Sulap Matematika Jadi Petualangan Seru! Dosen POLSUB Rilis Game Edukasi Berbasis AI untuk Siswa SMPN 1 Cibogo

Subang21 menit lalu
Resmi Dilantik Kemdiktisaintek, Wiwik Endah Rahayu Siap Nahkodai POLSUB Menuju Kampus Berdampak

Resmi Dilantik Kemdiktisaintek, Wiwik Endah Rahayu Siap Nahkodai POLSUB Menuju Kampus Berdampak

Nasional26 menit lalu
Sejumlah Dosen UI Beri Nilai Tambahan bagi Mahasiswa yang Ikut Demo

Sejumlah Dosen UI Beri Nilai Tambahan bagi Mahasiswa yang Ikut Demo

Nasional28 menit lalu
Bareskrim Polri Gerebek Gudang Balpres Ilegal di Subang, 1.257 Bal Senilai Rp15 Miliar Disita

Bareskrim Polri Gerebek Gudang Balpres Ilegal di Subang, 1.257 Bal Senilai Rp15 Miliar Disita

Headline40 menit lalu
Kecelakaan Kereta Cepat di Spanyol Tewaskan 68 Orang, Sistem Keselamatan Jadi Sorotan

Kecelakaan Kereta Cepat di Spanyol Tewaskan 68 Orang, Sistem Keselamatan Jadi Sorotan

Nasional40 menit lalu