Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Loh Ko Eks Pegawai Baznas Jabar Malah Jadi Tersangka UU ITE Usai Ungkap Dugaan Korupsi

I
Indrawan SetiadiEditor: Indrawan Setiadi
|11:19 WIB
Bagikan:
Loh Ko Eks Pegawai Baznas Jabar Malah Jadi Tersangka UU ITE Usai Ungkap Dugaan Korupsi
Ilustrasi

BANDUNG - Mantan pegawai Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Barat berinisial TY resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat.

Ia dijerat dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) usai diduga membagikan informasi internal Baznas ke sejumlah pihak tanpa izin.

TY sebelumnya menjabat sebagai Kepala Kepatuhan dan Satuan Audit Internal di Baznas Jabar.

Ia diketahui membongkar dugaan penyelewengan dana zakat senilai Rp9,8 miliar serta dana hibah dari APBD Pemprov Jawa Barat sekitar Rp3,5 miliar.

Menanggapi penetapan tersebut, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandung menyatakan keberatannya dan menyebut langkah kepolisian sebagai bentuk kriminalisasi terhadap pelapor kasus korupsi.

“Menjadikan pelapor sebagai tersangka merupakan kemunduran dalam upaya pemberantasan korupsi, terutama di lembaga publik yang mengelola dana masyarakat,” tulis LBH Bandung dalam siaran pers di situs resminya, Minggu (25/5/2025).

LBH Bandung mendesak agar proses hukum terhadap TY dihentikan. Mereka menilai penetapan tersangka tersebut merupakan bentuk balas dendam yang melanggar prinsip perlindungan terhadap pelapor (whistleblower) dan asas keadilan hukum.

“Negara seharusnya melindungi whistleblower, bukan mengkriminalisasinya,” tegas LBH.

Polda Jabar Jelaskan Alasan Penetapan Tersangka

Menanggapi polemik yang berkembang, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Hendra Rochmawan menyatakan bahwa TY dijadikan tersangka karena membagikan dokumen yang tergolong informasi terbatas dan dikecualikan menurut aturan Baznas.

"TY telah menyebarkan informasi kepada berbagai lembaga setelah dirinya diberhentikan dari Baznas Jabar. Padahal, informasi tersebut termasuk kategori yang dilindungi dan tidak boleh disebarluaskan," ujar Hendra, Senin (26/5/2025), dikutip dari Kompas.com.

Hendra menambahkan, meski TY telah ditetapkan sebagai tersangka, pihak kepolisian belum melakukan penahanan terhadap yang bersangkutan.

Berita Terbaru

Update Timeline Program Maganghub Batch 3 Angkatan II 2026, Jangan Sampai Ketinggalan!

Update Timeline Program Maganghub Batch 3 Angkatan II 2026, Jangan Sampai Ketinggalan!

Nasional1 jam lalu
TAUD Data 13 Massa Aksi yang Ditangkap Usai Demo Indonesia Sadar, Satu di Antaranya Anak di Bawah Umur

TAUD Data 13 Massa Aksi yang Ditangkap Usai Demo Indonesia Sadar, Satu di Antaranya Anak di Bawah Umur

Nasional2 jam lalu
FIF Fun Run Subang 2026 Digelar 7 November, Catat Agendanya!

FIF Fun Run Subang 2026 Digelar 7 November, Catat Agendanya!

Lifestyle2 jam lalu
Download Kalender 2027 Resmi Kemenag, Dilengkapi Libur Nasional dan Cuti Bersama

Download Kalender 2027 Resmi Kemenag, Dilengkapi Libur Nasional dan Cuti Bersama

Lifestyle3 jam lalu
ADVERTISEMENT
Perkiraan Jam Tanding Wakil Indonesia di Hylo Open 2026

Perkiraan Jam Tanding Wakil Indonesia di Hylo Open 2026

Olahraga3 jam lalu
5 Warna Cat Interior Rumah yang Hangat, Bikin Hunian Lebih Nyaman dan Estetik

5 Warna Cat Interior Rumah yang Hangat, Bikin Hunian Lebih Nyaman dan Estetik

Lifestyle4 jam lalu
Gandeng AGAVI Institute, Bapperida Buka Program Subang Youth Preneur 2026 Untuk Pelaku UMKM

Gandeng AGAVI Institute, Bapperida Buka Program Subang Youth Preneur 2026 Untuk Pelaku UMKM

Subang4 jam lalu
PPN Pembalut Wanita Masih Dipungut, Wacana Pembebasan Belum Masuk Kajian

PPN Pembalut Wanita Masih Dipungut, Wacana Pembebasan Belum Masuk Kajian

Nasional5 jam lalu
Penjelasan BPJS Kesehatan Soal Isu Penonaktifan PBI JK Untuk Desil Tertentu

Penjelasan BPJS Kesehatan Soal Isu Penonaktifan PBI JK Untuk Desil Tertentu

Nasional5 jam lalu
Pidana Kerja Sosial Subang 2026 Mulai Diterapkan, Terpidana Jalani Hukuman di Panti Asuhan

Pidana Kerja Sosial Subang 2026 Mulai Diterapkan, Terpidana Jalani Hukuman di Panti Asuhan

Subang5 jam lalu