Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

NasDem Berikan Catatan Kritis Rencana Keuangan Pemkab Tahun 2026

C
Cindy Desita Putri Editor: Yusup Suparman
|08:09 WIB
Bagikan:
NasDem Berikan Catatan Kritis Rencana Keuangan Pemkab Tahun 2026
PANDANGAN UMUM: Anggota Fraksi NasDem, Dafin Faturahman saat membacakan Pandangan Umum Fraksi KUA-PPAS di gedung DPRD Subang, Selasa (26/8/2025). Cindy Desita/Pasundan Ekspres

SUBANG-Fraksi Partai NasDem DPRD Kabupaten Subang menyampaikan pandangan umum terhadap Nota Pengantar Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun 2026 dalam rapat paripurna DPRD Subang, Selasa (26/8/2025).

Dalam penyampaiannya, Anggota Fraksi NasDem, Dafin Faturahman mengapresiasi langkah pemerintah daerah yang telah menyampaikan dokumen awal penyusunan APBD. Namun, ia menegaskan bahwa rancangan KUA-PPAS 2026 belum sepenuhnya menjawab persoalan mendasar masyarakat Subang.

“Dokumen ini adalah landasan awal yang penting dalam proses penyusunan APBD. Namun, Fraksi NasDem memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap rupiah anggaran direncanakan secara akuntabel, tepat sasaran, dan responsif terhadap tantangan masyarakat,” ungkapnya.

Fraksi NasDem mencatat proyeksi pendapatan daerah tahun 2026 sebesar Rp3,044 triliun. Meski meningkat dari APBD murni 2025, kenaikan tersebut dinilai lebih banyak ditopang oleh pajak dan retribusi daerah.

“Kenaikan PAD 4,35 persen perlu didukung basis data dan kajian ekonomi yang solid. Kenaikan retribusi hingga 25,99 persen dikhawatirkan menambah beban pelaku usaha, terutama UMKM,” ujarnya.

NasDem juga menyoroti penurunan dana transfer dari pemerintah pusat. Hal itu, menurutnya, seharusnya menjadi alarm bagi Pemkab Subang untuk lebih serius mencari sumber pendapatan alternatif, termasuk optimalisasi BUMD dan sektor pariwisata berbasis kearifan lokal.
Dalam aspek belanja, Fraksi NasDem menyoroti rencana belanja daerah Rp3,111 triliun dengan alokasi belanja modal Rp448 miliar, terutama untuk pembangunan jalan.

“Pembangunan infrastruktur bukan sekadar soal besar anggaran. Fakta di lapangan masih banyak proyek jalan yang cepat rusak dan tidak sesuai harapan masyarakat. Kualitas dan transparansi harus jadi prioritas,” tegas Dafin.

Selain itu, NasDem mengingatkan agar penurunan belanja operasi sebesar 5,07 persen tidak mengorbankan pelayanan dasar seperti kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan sosial.

Fraksi NasDem juga menilai alokasi belanja tidak terduga Rp10 miliar belum mencerminkan kesiapsiagaan Subang sebagai daerah rawan bencana. Mereka mendorong agar anggaran mitigasi dan adaptasi perubahan iklim ditingkatkan.

“Isu strategis seperti pengangguran kaum muda, penurunan stunting, dan penguatan ekonomi kerakyatan belum mendapat alokasi yang inovatif. Pemerintah harus menghadirkan program terukur yang menyentuh akar persoalan,” ujarnya.

Di akhir pandangannya, Fraksi NasDem menekankan pentingnya transparansi, peningkatan kualitas PAD, dan strategi penguatan SDM lokal di tengah pembangunan Patimban dan industrialisasi Subang.

“Harapan kami, KUA-PPAS ini tidak hanya menjadi dokumen administratif, tetapi benar-benar menjadi cetak biru pembangunan yang membawa kesejahteraan nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.(cdp/ysp)

Berita Terbaru

Lowongan Kerja di Subang Oktober 2026: PT Handsomekovi Indonesia Buka Posisi Ini

Lowongan Kerja di Subang Oktober 2026: PT Handsomekovi Indonesia Buka Posisi Ini

Lifestyle9 menit lalu
Indonesia Jadi Negara dengan Pertumbuhan Orang Superkaya Tertinggi di Dunia, Ini Dia Daftar Negara Lainnya!

Indonesia Jadi Negara dengan Pertumbuhan Orang Superkaya Tertinggi di Dunia, Ini Dia Daftar Negara Lainnya!

Lifestyle57 menit lalu
Wamen ATR/Waka BPN: Integrasi Data Hak, Tata Ruang, dan Nilai Tanah Jadi Kunci Tata Kelola Pertanahan

Wamen ATR/Waka BPN: Integrasi Data Hak, Tata Ruang, dan Nilai Tanah Jadi Kunci Tata Kelola Pertanahan

Nasional1 jam lalu
Tak Perlu Perantara, Masyarakat Bisa dengan Mudah Urus Roya secara Mandiri

Tak Perlu Perantara, Masyarakat Bisa dengan Mudah Urus Roya secara Mandiri

Nasional1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Ramai Seruan Netizen Malaysia Boikot Produk Indonesia, Sejarah Lagu "Negaraku" Ikut Diungkit

Ramai Seruan Netizen Malaysia Boikot Produk Indonesia, Sejarah Lagu "Negaraku" Ikut Diungkit

Lifestyle1 jam lalu
Muncul Wacana Siswa Tak Otomatis Naik Kelas Mulai 2027, Ini Kata Mendikdasmen

Muncul Wacana Siswa Tak Otomatis Naik Kelas Mulai 2027, Ini Kata Mendikdasmen

Nasional1 jam lalu
Polres Subang Bedah Rumah Mak Datem di Cibogo

Polres Subang Bedah Rumah Mak Datem di Cibogo

Headline1 jam lalu
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Subang Batch 6 Dibuka, Ada 3 Program Gratis!

Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Subang Batch 6 Dibuka, Ada 3 Program Gratis!

Subang2 jam lalu
Nusron Wahid Mangkir dari Panggilan KPK, Agenda Internal jadi Alasan

Nusron Wahid Mangkir dari Panggilan KPK, Agenda Internal jadi Alasan

Nasional2 jam lalu
7 Pria Diduga Bawa Kabur Mesin ATM di India, Uangnya Rp90 Jutaan

7 Pria Diduga Bawa Kabur Mesin ATM di India, Uangnya Rp90 Jutaan

Headline2 jam lalu