Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Pemkab Subang Libatkan Dokter Puskesmas Turunkan Angka Stunting

Y
Yusup SuparmanEditor: Yusup Suparman
|11:07 WIB
Bagikan:
Pemkab Subang Libatkan Dokter Puskesmas Turunkan Angka Stunting
Pemerintah Kabupaten Subang yang diinisiasi BP4D menggelar rapat Peran Dokter Puskesmas Untuk Deteksi Dini Stunting di Fasilitas Kesehatan Primer yang berlangsung di Aula BP4D, pada Selasa (23/7).

SUBANG-Pemkab Subang menguatkan peran dokter puskesmas untuk melakukan deteksi dini stunting. Penguatan ini merupakan komitmen Pemkab Subang yang terus berupaya untuk menekan angka stunting.

Ketua Harian Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Iwan Syahrul Anwar mengatakan, berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/1928.2022 tentang Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Stunting, jika ditemukan balita stunting di Posyandu maka harus segera dirujuk ke puskesmas untuk diagnosis, pemberian konseling dan edukasi. 

"Kemudian balita stunting dirujuk ke RSUD untuk mengidentifikasi faktor-faktor medis penyebab stunting," ungkap Kepala BP4D ini dalam acara rapat Peran Dokter Puskesmas Untuk Deteksi Dini Stunting di Fasilitas Kesehatan Primer yang berlangsung di Aula BP4D, pada Selasa (23/7) di Aula BP4D.

Iwan menyampaikan, merujuk surat edaran Bupati Subang Nomor 400.7.13/1303/BP4D tentang Pelaksanaan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting, bahwa setiap ibu hamil, balita dan calon pengantin yang bermasalah gizi harus dirujuk ke puskesmas serta melakukan intervensi sesuai dengan faktor penyebab.

Kepala DP2KBP3A Kabupaten Subang, Nunung Suryani mengatakan, untuk melakukan deteksi dini stunting di tingkat puskesmas maka diperlukan kolaborasi dari semua pihak.

Sehingga dalam pertemuan rapat Peran Dokter Puskesmas Untuk Deteksi Dini Stunting di Fasilitas Kesehatan Primer diundang berbagai pihak. Mulai dari TPPS kabupaten, BPJS Kesehatan, Apkesmi, IDI dan dokter puskesmas di Subang.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang dr. Maxi menjelaskan stunting atau kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis, ini telah menjadi perhatian serius bagi pemerintah Kabupaten Subang. 

"Data menunjukkan bahwa stunting dapat berdampak buruk pada perkembangan fisik dan kognitif anak, yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kualitas tumbuh kembang anak," ungkapnya kepada Pasundan Ekspres.

Melihat angka stunting di Subang menurut versi EPPGBM (elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat) itu penimbangan pada bulan Januari tercatat ada 1560 anak yang menderita stunting atau sekitar 1,66 persen.

Ia mengatakan, pada saat ini bulan Juni tahun 2024 angka stunting ini menurun menjadi 1432 anak atau sekitar 1,61 persen, artinya dari laporan EPPGBM itu ada penurunan. 

Tetapi dalam versi SSGI (Survei Statistik Gizi Indonesia) di akhir 2023 angka stunting di Subang itu ternyata meningkat 3 persen dari 15,7 menjadi 18,7. 

"Jadi langkah ke depannya selain menangani kasus stunting yang sudah ada kita berharap mulai hari ini jangan lagi ada stunting yang baru lagi lahir, sehingga hari ini kita fokus untuk zero new stunting," jelasnya.

Dia mengatakan, ada tiga langkah harus dilakukan sebelum anak lahir dan tiga langkah sesudah lahir sebagai upaya untuk mencegah stunting.

Tiga langkah sebelum anak lahir, yang pertama dilakukan yakni seluruh ibu hamil harus memeriksakan diri sebanyak enam kali. Dengan empat kali dokter umum atau bidan dan dua kali dengan dokter spesialis.

Kedua seluruh ibu hamil harus mendapatkan obat tambah darah minimal 90 hari. Ketiga ibu hamil yang kurang energi kronis harus mendapatkan pemberian tambahan makanan.

Lalu tiga langkah setelah anak lahir. Pertama, pertama ibu hamil memberikan asi ekslusif. Artinya air susu ibu hamil saja minimal 6 bulan dengan cara melaksanakan IMD (Inisiasi Menyusui Dini).

"Kalau bisa asi ini dilanjut selama 18 bulan," katanya.

Kedua, seluruh bayi yang usia 7 sampai 24 bulan yang menderita kurang energi atau gizi buruk harus diberikan Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Ketiga, seluruh bayi balita yang lahir harus mendapatkan imunisasi dasar lengkap (IDL).

Dokter Maxi berharap seluruh komponen masyarakat harus berperan dalam mengatasi stunting.

"Ini soal masa depan anak-anak kita untuk menyongsong Indonesia Emas 2045. Marilah kita saling mendukung sesuai dengan peran dan tugas masing-masing," bebernya.(znl/ysp)

Berita Terbaru

DPRD Subang Sahkan Perda Penyelenggaraan Kesehatan, Bupati: Ikhtiar Tingkatkan Kualitas Layanan

DPRD Subang Sahkan Perda Penyelenggaraan Kesehatan, Bupati: Ikhtiar Tingkatkan Kualitas Layanan

Headline4 jam lalu
Pengendara Harap Hati-hati, Jalan Tol Cipali Sedang Diperbaiki

Pengendara Harap Hati-hati, Jalan Tol Cipali Sedang Diperbaiki

Headline4 jam lalu
Dukung Infak BERSERI BAZNAS, Dinkes Subang Himpun Rp5,3 Juta dalam Jumat Berkah

Dukung Infak BERSERI BAZNAS, Dinkes Subang Himpun Rp5,3 Juta dalam Jumat Berkah

Headline4 jam lalu
Dari Jalanan ke Forum HRD, Megi Akbar Bawa Isu Tenaga Kerja Lokal ke Ruang Pendidikan

Dari Jalanan ke Forum HRD, Megi Akbar Bawa Isu Tenaga Kerja Lokal ke Ruang Pendidikan

Headline4 jam lalu
ADVERTISEMENT
Cara Gunakan Fitur Bookmark Postingan Instagram dengan Mudah

Cara Gunakan Fitur Bookmark Postingan Instagram dengan Mudah

Lifestyle6 jam lalu
Daftar Drama Korea Tayang November 2026, Ada The Remarried Empress hingga Good Partner 2

Daftar Drama Korea Tayang November 2026, Ada The Remarried Empress hingga Good Partner 2

Lifestyle7 jam lalu
HP Infinix Terbaru 2026 dari Rp1 Jutaan hingga Rp12 Jutaan, Ini Daftarnya

HP Infinix Terbaru 2026 dari Rp1 Jutaan hingga Rp12 Jutaan, Ini Daftarnya

Lifestyle9 jam lalu
Rumah123 Ungkap Tren Rumah Tapak di Subang, Harga Penawaran Tembus Rp1,5 Miliar

Rumah123 Ungkap Tren Rumah Tapak di Subang, Harga Penawaran Tembus Rp1,5 Miliar

Lifestyle10 jam lalu
Polda Metro Jaya Hapus Postingan Sumpah Pemuda di Instagram? Ini Informasi yang Beredar

Polda Metro Jaya Hapus Postingan Sumpah Pemuda di Instagram? Ini Informasi yang Beredar

Nasional10 jam lalu
Subang Fest Vol.15 Kembali Digelar Akhir Oktober, Gandeng Komunitas Otomotif

Subang Fest Vol.15 Kembali Digelar Akhir Oktober, Gandeng Komunitas Otomotif

Lifestyle11 jam lalu