Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Pemkab Subang Perkuat Tata Kelola Pengadaan Yang Transaparan dan Akuntabel

C
Cindy Desita Putri Editor: Yusup Suparman
|09:09 WIB
Bagikan:
Pemkab Subang Perkuat Tata Kelola Pengadaan Yang Transaparan dan Akuntabel
BUKA KEGIATAN: Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, H. Asep Nuroni, membuka kegiatan peningkatan tata kelola pengadaan melalui mekanisme transaksi dan tata cara pembayaran e-purchasing pada Katalog Elektronik Versi 6.

PASUNDANEKSPRES.ID - Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, H. Asep Nuroni, membuka kegiatan peningkatan tata kelola pengadaan melalui mekanisme transaksi dan tata cara pembayaran e-purchasing pada Katalog Elektronik Versi 6 yang diselenggarakan di Aula Oman Syahroni, Sekretariat Daerah Kabupaten Subang, Senin (08/06/2026).

Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, H. Asep Nuroni menyampaikan, pemerintah saat ini terus mendorong reformasi birokrasi melalui transformasi digital pada seluruh proses pemerintahan, termasuk dalam bidang pengadaan barang dan jasa. "Pengadaan bukan lagi dipandang sebagai proses administratif yang berdiri sendiri, melainkan telah menjadi instrumen strategis untuk mendukung pencapaian sasaran pembangunan daerah," terangnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, keberhasilan pelaksanaan APBD tidak hanya diukur dari besarnya serapan anggaran, tetapi juga dari kualitas belanja yang dilakukan.

Dia menyebut, belanja pemerintah harus mampu menghasilkan manfaat nyata, meningkatkan pelayanan publik, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, serta memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Kegiatan Sangat Strategis di Lingkungan Pemda Subang

Menurutnya, kegiatan ini sangat strategis karena melibatkan para pelaku utama dalam pengelolaan keuangan dan pengadaan di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Subang, yaitu Pengguna Anggaran, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Bendahara Pengeluaran, Admin Katalog Elektronik, Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), serta mitra perbankan. "Kegiatan ini diharapkan bisa membangun dan menciptakan komunikasi dua arah yang bersifat teknis, bukan kebijakan," tutur Asep Nuroni.

Asep menilai, permasalahan dalam pengadaan sering kali bukan disebabkan oleh kurangnya regulasi, melainkan oleh perbedaan pemahaman dalam pelaksanaannya di lapangan.

Perbedaan persepsi mengenai mekanisme transaksi, proses pembayaran, kelengkapan administrasi, maupun penggunaan sistem elektronik dapat menghambat percepatan pelaksanaan kegiatan dan realisasi anggaran. "Oleh sebab itu, saya mengapresiasi langkah UKPBJ Kabupaten Subang yang secara proaktif menyelenggarakan kegiatan ini sebagai forum pembelajaran, koordinasi, dan penyamaan persepsi bagi seluruh perangkat daerah," pungkasnya.

Kepala Bagian Unit Kerja Pengadaan Barang Jasa (UKPBJ) Setda Kabupaten Subang Ir. Bambang Supalar dalam laporannya menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman mengenai mekanisme transaksi dan tata cara pembayaran e-purchasing pada Katalog Elektronik Versi 6 sebagai bagian dari upaya mewujudkan tata kelola pengadaan yang semakin profesional, transparan, dan akuntabel di Kabupaten Subang. "Keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran yang tersedia, tetapi juga ditentukan oleh seberapa efektif, efisien, transparan, dan akuntabel anggaran tersebut dibelanjakan," jelasnya.

Dalam konteks tersebut, menurutnya, digitalisasi pengadaan melalui Katalog Elektronik merupakan salah satu reformasi birokrasi yang sangat penting. Dia menyebut, pemerintah telah mengarahkan agar belanja pemerintah dilakukan secara lebih modern, terdokumentasi dengan baik, mudah diawasi, serta mampu menghasilkan value for money yang optimal. (cdp/sep)

Berita Terbaru

Pembuatan Akta Gratis dari Pemerintah? Simak Program PTSL 2026, Syarat, Biaya dan Cara Mengurus Sertifikat Tanah!

Pembuatan Akta Gratis dari Pemerintah? Simak Program PTSL 2026, Syarat, Biaya dan Cara Mengurus Sertifikat Tanah!

Nasional21 menit lalu
Ramai Seruan Boikot Raffi Ahmad di Media Sosial, Ini Kronologi Lengkapnya

Ramai Seruan Boikot Raffi Ahmad di Media Sosial, Ini Kronologi Lengkapnya

Nasional21 menit lalu
KDM Siapkan Jaminan Pendidikan bagi 1.000 Anak Jabar untuk Kuliah di ITB

KDM Siapkan Jaminan Pendidikan bagi 1.000 Anak Jabar untuk Kuliah di ITB

Jawa Barat32 menit lalu
Saham GOTO Menguat ke Rp24, Laba Rp441 Miliar dan Buyback Picu Optimisme Investor

Saham GOTO Menguat ke Rp24, Laba Rp441 Miliar dan Buyback Picu Optimisme Investor

Nasional41 menit lalu
ADVERTISEMENT
Dari Hunian Terjangkau Menuju Kota yang Hidup, HWB Purwakarta Mulai Serah Terima 1.500 Unit

Dari Hunian Terjangkau Menuju Kota yang Hidup, HWB Purwakarta Mulai Serah Terima 1.500 Unit

Purwakarta1 jam lalu
Pascakebakaran Hutan Tahura Bukit Soeharto, 1.000 Bibit Pohon Mulai Ditanam Untuk Pemulihan Hutan

Pascakebakaran Hutan Tahura Bukit Soeharto, 1.000 Bibit Pohon Mulai Ditanam Untuk Pemulihan Hutan

Nasional1 jam lalu
Karhutla Masih Berlanjut, 1.040 Kejadian Tercatat Sepanjang 2026, Status Bencana Nasional Jadi Sorotan

Karhutla Masih Berlanjut, 1.040 Kejadian Tercatat Sepanjang 2026, Status Bencana Nasional Jadi Sorotan

Nasional1 jam lalu
Pesawat Jet Pribadi Jatuh di Permukiman Florida, Tewaskan Sembilan Orang

Pesawat Jet Pribadi Jatuh di Permukiman Florida, Tewaskan Sembilan Orang

Nasional1 jam lalu
Diduga Rem Blong, Truk Molen Tabrak Kerumunan di Bekasi hingga 6 Orang Tewas

Diduga Rem Blong, Truk Molen Tabrak Kerumunan di Bekasi hingga 6 Orang Tewas

Jawa Barat2 jam lalu
Pemprov Jabar Ungkap Hasil Pertemuan BYD Subang dan Ormas, 800 Pekerja Sudah Diterima

Pemprov Jabar Ungkap Hasil Pertemuan BYD Subang dan Ormas, 800 Pekerja Sudah Diterima

Subang2 jam lalu