Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Pengelolaan SDM dan SDA Jadi Kunci Mengentaskan Kemiskinan di Purwakarta

A
Adam SumartoEditor: Yusup Suparman
|08:48 WIB
Bagikan:
Pengelolaan SDM dan SDA Jadi Kunci Mengentaskan Kemiskinan di Purwakarta
Aktivis Bela Negara Dr. Srie Muldrianto, M.Pd. (Asep Purwa)

PASUNDANEKSPRES.ID - Angka kemiskinan di Kabupaten Purwakarta dapat diketahui dengan mengakses data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Purwakarta melalui laman resminya di https://purwakartakab.bps.go.id/id.

Dari situ diketahui bahwa komponen kemiskinan meliputi tiga hal. Ketiganya adalah garis kemiskinan, jumlah dan persentase penduduk miskin di Kabupaten Purwakarta.

Dalam tiga tahun terakhir, angka pada komponen kemiskinan tersebut menunjukkan hal positif, terutama pada tahun 2025 ini, di mana angka kemiskinan turun signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Tertera bahwa pada 2025 ini, garis kemiskinan Rp483.968 per bulan per kapita. Dengan jumlah penduduk miskin 76.500 orang dan persentase penduduk miskin 7,87 persen.

Bandingkan dengan kondisi di tahun 2024. Di mana, garis kemiskinan Rp467.948 per bulan per kapita,
jumlah penduduk miskin 81.440 orang dan persentase penduduk miskin 8,41 persen.

Adapun pada 2023, garis kemiskinan Rp434.187 per bulan per kapita, jumlah penduduk miskin 81.540 orang, dan
persentase penduduk miskin 8,46 persen.

Dimintai tanggapannya terkait angka kemiskinan di Kabupaten Purwakarta, Aktivis Bela Negara Dr. Srie Muldrianto, M.Pd., mengatakan, tujuan sebuah negara atau daerah di antaranya adalah kemakmuran dan kesejahteraan.

Akan tetapi, sambung pria dengan nama pena Asep Purwa ini, ada tujuan yang lebih penting dan lebih humanis yang sesuai dengan ajaran Islam dan Pancasila, yaitu keadilan.

"Kita patut bersyukur di Purwakarta dari tahun ke tahun garis kemiskinan yang dibuktikan dengang terus meningkatnya pendapatan perkapita dan menurunnya jumlah orang miskin. Akan tetapi, apakah perbaikan ini secara otomatis sudah memenuhi rasa keadilan masyarakat?" kata Asep Purwa, Sabtu (20/12/2025).

Ia menjelaskan, pendapatan per kapita diukur berdasarkan rata- rata dari penghasilan seluruh penduduk. Pertanyaannya, apakah masih ada gap yang tinggi antara si kaya dan si miskin?

Tantangan berikutnya, apakah ke depannya Sumber Daya Manusia (SDM) Purwakarta maupun Sumber Daya Alam (SDA) sudah siap menghadapi tantangan zaman yang dinamis yang berubah secara cepat?

"SDM dan SDA Purwakarta sejatinya tidak hanya disiapkan kini dan di sini, tapi juga untuk generasi yang akan datang. Rencana tata ruang yg berkeadilan juga perlu diperhatikan," ujarnya.

Untungnya, kata dia, di lembaga pendidikan Purwakarta, ada program TdBA atau Tatanen di Bale Atikan yang sudah menjadi kebijakan, semoga hal ini dapat berdampak bagi kelanjutan pembangunan SDA yg harmoni dan berkeadilan.

"Kemiskinan tidak berdiri sendiri, ia dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Internal terkait SDM dan eksternal terkait SDA," ucap Asep Purwa.

Di sisi lain, lanjutnya, kemiskinan itu dapat berasal dari individual yang tidak terstruktur, dan di sisi lain, karena faktor sosial yang terstruktur yang dikondisikan miskin. Dalam sisi ini, peran pemerintah melalui kebijakan yang terstruktur, terukur, sistematis, dan berkelanjutan perlu menjadi fokus.

Tantangan lainnya adalah di era serbadigital sekarang ini, kebenaran dan kebaikan sering diukur berdasarkan pada informasi yang ada di dunia maya. Sehingga kebenaran dan kebaikan yang muncul, lebih sering bersifat formalitas padahal di dunia nyata tidak begitu.

"Penangan kemiskinan tidak boleh sesaat hanya berpikir kini dan di sini, padahal dunia kita semakin sempit dan tak berjarak," katanya.

Peran pemda, terutama bupati, dan seluruh stakeholder dan masyarakat perlu harmoni. Bupati harus dapat mengorkestrai seluruh potensi yang ada di Purwakarta agar Purwakarta Istimewa. Istimewa artinya lebih unggul, berbeda, berdaya,dan berkeadilan.

"Pengelolaan SDM dan SDA secara harmoni dan berkeadilan adalah kata kunci kebijakan dalam mengentaskan kemiskinan. Tak cukup makmur dan sejahtera tapi tidak berkeadilan. Karena tanpa keadilan gejolak akan terus terjadi," ujarnya.

"Perlu diingat pula bahwa faktor penghambat kemakmuran, kesejahteraan dan keadilan adalah korupsi yang merajarela, oleh karena itu perlu rekayasa sosial agar tidak menjadi budaya di Purwakarta," ucapnya.(add/ysp)

Berita Terbaru

Polres Subang Bedah Rumah Mak Datem di Cibogo

Polres Subang Bedah Rumah Mak Datem di Cibogo

Headline12 menit lalu
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Subang Batch 6 Dibuka, Ada 3 Program Gratis!

Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Subang Batch 6 Dibuka, Ada 3 Program Gratis!

Subang30 menit lalu
Nusron Wahid Mangkir dari Panggilan KPK, Agenda Internal jadi Alasan

Nusron Wahid Mangkir dari Panggilan KPK, Agenda Internal jadi Alasan

Nasional50 menit lalu
7 Pria Diduga Bawa Kabur Mesin ATM di India, Uangnya Rp90 Jutaan

7 Pria Diduga Bawa Kabur Mesin ATM di India, Uangnya Rp90 Jutaan

Headline54 menit lalu
ADVERTISEMENT
80 Ribu Anak di Bawah 10 Tahun Terpapar Judi Online, Komdigi Ungkap Langkah Pemerintah

80 Ribu Anak di Bawah 10 Tahun Terpapar Judi Online, Komdigi Ungkap Langkah Pemerintah

Nasional1 jam lalu
Ribuan Lowongan Kerja Buka Di Bursa Kerja Online Subang, Gubernur KDM Ajak Pencari Kerja Daftar Lewat Aplikasi Nyari Gawe!

Ribuan Lowongan Kerja Buka Di Bursa Kerja Online Subang, Gubernur KDM Ajak Pencari Kerja Daftar Lewat Aplikasi Nyari Gawe!

Subang1 jam lalu
Retribusi Parkir Subang Baru 33 Persen dari Target Rp1,5 Miliar, Ini Kendalanya

Retribusi Parkir Subang Baru 33 Persen dari Target Rp1,5 Miliar, Ini Kendalanya

Subang1 jam lalu
Bulan Imunisasi Kejar Subang Fokus Lengkapi Dosis Anak, DPT-HB-Hib Jadi Prioritas

Bulan Imunisasi Kejar Subang Fokus Lengkapi Dosis Anak, DPT-HB-Hib Jadi Prioritas

Subang1 jam lalu
Karhutla Meluas di Kalimantan Tengah, Orang Utan Berbobot 56 Kg Alami Luka di Tangan dan Kaki

Karhutla Meluas di Kalimantan Tengah, Orang Utan Berbobot 56 Kg Alami Luka di Tangan dan Kaki

Nasional1 jam lalu
Baru Pengambilan Nomor Urut Sudah Ricuh, DPRD Subang Ingatkan Pengawasan Pilkades di Subang Diperkuat

Baru Pengambilan Nomor Urut Sudah Ricuh, DPRD Subang Ingatkan Pengawasan Pilkades di Subang Diperkuat

Headline1 jam lalu