Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Peredaran Uang Palsu di Pasuruan Ternyata Dicetak di Subang, Jawa Barat

D
Dobi MaulanaEditor: Dobi Maulana
|14:25 WIB
Bagikan:
Peredaran Uang Palsu di Pasuruan Ternyata Dicetak di Subang, Jawa Barat
Konferensi pers pengungkapan peredaran uang palsu lintas provinsi oleh Polres Pasuruan (sumber gambar: BangsaOnline.com)

PASUNDANEKSPRES.ID - Aparat kepolisian dari Unit Reskrim Polsek Gempol sukses menggagalkan upaya peredaran uang palsu yang sempat meresahkan warga di Kabupaten Pasuruan.

Pengungkapan kasus ini merupakan bagian dari komitmen Polres Pasuruan dalam menjaga keamanan serta stabilitas ekonomi masyarakat dari praktik pemalsuan mata uang.

Aksi melawan hukum tersebut terungkap setelah seorang pria berinisial WH (31) kepergok warga saat hendak melakukan transaksi di sebuah warung di Desa Winong.

Petugas yang segera mendatangi lokasi kemudian mengamankan pelaku berikut barang bukti berupa sejumlah lembar uang pecahan Rp100.000 yang diduga palsu.

Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono menyampaikan apresiasi atas kerja sama antara masyarakat dan aparat dalam mengungkap kasus tersebut.

“Kami tidak akan memberikan ruang bagi pelaku kejahatan uang palsu karena ini sangat merugikan masyarakat kecil dan stabilitas nilai mata uang kita,” tegas Harto seperti yang dikutip dari Beritajatim.com, Selasa (20/1/2026).

Penyelidikan tidak berhenti pada pelaku yang diamankan di lokasi kejadian. Aparat kepolisian segera melakukan pengembangan secara intensif hingga ke luar daerah.

Dari hasil pengusutan tersebut, polisi berhasil menangkap MF (35) dan RG yang diduga berperan sebagai pemasok utama dalam jaringan peredaran uang palsu di wilayah Jawa Timur.

Pengembangan kasus kemudian berlanjut hingga ke Subang, Jawa Barat. Di wilayah tersebut, petugas menemukan tempat produksi uang palsu dan mengamankan LSH (53) yang berperan sebagai pembuat, beserta sejumlah peralatan pencetakan yang digunakan dalam aksi ilegal tersebut.

“Saat diintrogasi, pelaku mengakui sudah delapan bualan menjalankan bisnis upal ini. Setelah di buat pelaku mengedarkannya di Pasuruan, Jombang, Bandung, Lombok,” ungkap Harto.

Sejumlah barang bukti teknis turut diamankan petugas, di antaranya laptop, mesin printer khusus, serta puluhan lembar uang palsu yang siap diedarkan.

Para pelaku diketahui memanfaatkan sistem pemesanan secara daring melalui media sosial untuk menyalurkan uang palsu kepada jaringan pengecer di berbagai wilayah.

“Pelaku hanya membuat upal saat ada yang memesan. Selama delapan bulan pelaku telah mencetak sebanyak 10 juta uang palsu. Pelaku mencetak upal tersebut dengan menggunakan kertas biasa,” tutupnya.

Saat ini, keempat tersangka bersama seluruh barang bukti telah diamankan di Mapolsek Gempol untuk menjalani proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku. Penyidik masih terus mendalami kemungkinan keterlibatan jaringan lain dalam rangkaian produksi uang palsu lintas provinsi tersebut.

Atas perbuatannya, para tersangka dikenakan Pasal 36 dan 37 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang dengan ancaman pidana penjara berat.

Kepolisian mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan ketelitian saat bertransaksi menggunakan uang tunai, terutama pada malam hari.

Berita Terbaru

Cerita Sopir Angkot: Mengais Rezeki dari Setiap Liter Bensin

Cerita Sopir Angkot: Mengais Rezeki dari Setiap Liter Bensin

Subang3 jam lalu
DPRD Subang Sahkan Perda Penyelenggaraan Kesehatan, Bupati: Ikhtiar Tingkatkan Kualitas Layanan

DPRD Subang Sahkan Perda Penyelenggaraan Kesehatan, Bupati: Ikhtiar Tingkatkan Kualitas Layanan

Headline7 jam lalu
Pengendara Harap Hati-hati, Jalan Tol Cipali Sedang Diperbaiki

Pengendara Harap Hati-hati, Jalan Tol Cipali Sedang Diperbaiki

Headline7 jam lalu
Dukung Infak BERSERI BAZNAS, Dinkes Subang Himpun Rp5,3 Juta dalam Jumat Berkah

Dukung Infak BERSERI BAZNAS, Dinkes Subang Himpun Rp5,3 Juta dalam Jumat Berkah

Headline8 jam lalu
ADVERTISEMENT
Dari Jalanan ke Forum HRD, Megi Akbar Bawa Isu Tenaga Kerja Lokal ke Ruang Pendidikan

Dari Jalanan ke Forum HRD, Megi Akbar Bawa Isu Tenaga Kerja Lokal ke Ruang Pendidikan

Headline8 jam lalu
Cara Gunakan Fitur Bookmark Postingan Instagram dengan Mudah

Cara Gunakan Fitur Bookmark Postingan Instagram dengan Mudah

Lifestyle10 jam lalu
Daftar Drama Korea Tayang November 2026, Ada The Remarried Empress hingga Good Partner 2

Daftar Drama Korea Tayang November 2026, Ada The Remarried Empress hingga Good Partner 2

Lifestyle11 jam lalu
HP Infinix Terbaru 2026 dari Rp1 Jutaan hingga Rp12 Jutaan, Ini Daftarnya

HP Infinix Terbaru 2026 dari Rp1 Jutaan hingga Rp12 Jutaan, Ini Daftarnya

Lifestyle12 jam lalu
Rumah123 Ungkap Tren Rumah Tapak di Subang, Harga Penawaran Tembus Rp1,5 Miliar

Rumah123 Ungkap Tren Rumah Tapak di Subang, Harga Penawaran Tembus Rp1,5 Miliar

Lifestyle13 jam lalu
Polda Metro Jaya Hapus Postingan Sumpah Pemuda di Instagram? Ini Informasi yang Beredar

Polda Metro Jaya Hapus Postingan Sumpah Pemuda di Instagram? Ini Informasi yang Beredar

Nasional13 jam lalu