Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Petani Nanas di Subang Pasrah Hadapi Penanaman Tebu

H
Hadi MartadinataEditor: Yusup Suparman
|09:23 WIB
Bagikan:
Petani Nanas di Subang Pasrah Hadapi Penanaman Tebu
PERTANIAN: Lahan kebun milik negara di Jalancagak yang semula ditanami nanas dan teh akan dijadikan kebun tebu. Hadi Martadinata/Pasundan Ekspres

PASUNDANEKSPRES.ID – Rencana pengembangan kebun benih datar (KBD) tebu di wilayah Jalancagak dan Kasomalang memunculkan kegelisahan di kalangan petani nanas. Di tengah program pengembangan pertanian yang mulai berjalan, para petani mengaku pasrah menghadapi perubahan fungsi lahan, sementara aktivis sosial mengingatkan ancaman hilangnya entitas kawasan yang selama ini melekat pada sentra nanas terbesar di Kabupaten Subang.

Sejumlah petani yang selama ini menggantungkan hidup dari budidaya nanas berharap ada kepastian terkait status lahan yang mereka garap. Mereka mengaku tidak memiliki banyak pilihan selain menerima kondisi yang terjadi sambil menunggu kejelasan dari pihak terkait.

Salah seorang petani nanas, Ahmad, mengatakan para petani sebenarnya tidak menolak program pembangunan maupun pengembangan sektor pertanian. Namun mereka menginginkan adanya kepastian agar dapat tetap menjalankan usaha pertanian yang menjadi sumber penghidupan keluarga selama bertahun-tahun.

“Petani lebih ke pasrah karena tidak bisa apa-apa,” ujarnya saat ditemui di kawasan sentra nanas Subang Selatan, Selasa (2/6/2026).

Petani Nanas di Subang Belum Terima Kepastian

Menurutnya, harapan terbesar para petani nanas di Subang adalah adanya sistem kontrak atau kesepakatan yang jelas bagi para penggarap. Kepastian tersebut dinilai penting agar petani dapat bekerja dengan tenang tanpa dibayangi ketidakjelasan masa depan lahan yang mereka kelola.

“Keinginan petani nanas kalau bisa dikontrak. Mereka ingin ngontrak supaya tenang,” katanya.

Kekhawatiran itu muncul di tengah kondisi harga nanas yang justru sedang mengalami kenaikan signifikan. Saat ini, kata Ahmad, para bandar menjual nanas kepada pedagang dengan harga sekitar Rp7.000 hingga Rp8.000 per kilogram, jauh di atas harga normal yang biasanya berada di kisaran Rp3.000 per kilogram.

“Kondisi sekarang harga nanas sedang mahal. Bandar menjual ke pedagang nanas biasa sekitar Rp7.000 sampai Rp8.000 per kilogram, padahal biasanya hanya sekitar Rp3.000 per kilogram,” ungkapnya.

Meski memberikan keuntungan bagi petani yang masih panen, kenaikan harga tersebut belum mampu menghilangkan kekhawatiran akan berkurangnya areal tanam nanas apabila alih fungsi lahan terus meluas.

Di sisi lain, aktivis sosial Ulul Fahmi Fauzy menilai perubahan fungsi lahan yang terjadi di Subang Selatan perlu dicermati secara serius. Menurutnya, persoalan yang muncul bukan semata-mata soal identitas daerah sebagai penghasil nanas, melainkan potensi hilangnya karakter kawasan yang selama ini terbentuk dari aktivitas pertanian dan kehidupan masyarakat setempat.

“Subang Selatan tidak kehilangan identitas sebagai penghasil nanas, tapi kehilangan entitas. Ini yang mengerikan,” ujarnya.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul munculnya program pembangunan Kebun Benih Datar (KBD) tebu yang ditandai pemasangan spanduk Direktorat Jenderal Perkebunan melalui Direktorat Perbenihan Perkebunan Kementerian Pertanian RI. Berdasarkan informasi yang tertera, program tersebut mencakup pembangunan kebun benih datar tebu seluas kurang lebih 140 hektare dan melibatkan Kementerian Pertanian bersama PT BMN.

Ulul menyoroti adanya perubahan pemanfaatan lahan yang sebelumnya dikenal sebagai kawasan perkebunan teh dan kini mulai diarahkan untuk pengembangan tanaman tebu. Menurutnya, setiap program pembangunan memang bertujuan meningkatkan produktivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi, namun pelaksanaannya tetap harus mempertimbangkan aspek sosial, lingkungan, serta keberlangsungan masyarakat sekitar.

Ia berharap pemerintah, perusahaan, dan masyarakat dapat membangun komunikasi yang baik agar pengembangan pertanian dapat memberikan manfaat luas tanpa menimbulkan keresahan di tengah warga. (hdi/ysp)

Berita Terbaru

DPRD Subang Sahkan Perda Penyelenggaraan Kesehatan, Bupati: Ikhtiar Tingkatkan Kualitas Layanan

DPRD Subang Sahkan Perda Penyelenggaraan Kesehatan, Bupati: Ikhtiar Tingkatkan Kualitas Layanan

Headline2 jam lalu
Pengendara Harap Hati-hati, Jalan Tol Cipali Sedang Diperbaiki

Pengendara Harap Hati-hati, Jalan Tol Cipali Sedang Diperbaiki

Headline2 jam lalu
Dukung Infak BERSERI BAZNAS, Dinkes Subang Himpun Rp5,3 Juta dalam Jumat Berkah

Dukung Infak BERSERI BAZNAS, Dinkes Subang Himpun Rp5,3 Juta dalam Jumat Berkah

Headline3 jam lalu
Dari Jalanan ke Forum HRD, Megi Akbar Bawa Isu Tenaga Kerja Lokal ke Ruang Pendidikan

Dari Jalanan ke Forum HRD, Megi Akbar Bawa Isu Tenaga Kerja Lokal ke Ruang Pendidikan

Headline3 jam lalu
ADVERTISEMENT
Cara Gunakan Fitur Bookmark Postingan Instagram dengan Mudah

Cara Gunakan Fitur Bookmark Postingan Instagram dengan Mudah

Lifestyle5 jam lalu
Daftar Drama Korea Tayang November 2026, Ada The Remarried Empress hingga Good Partner 2

Daftar Drama Korea Tayang November 2026, Ada The Remarried Empress hingga Good Partner 2

Lifestyle6 jam lalu
HP Infinix Terbaru 2026 dari Rp1 Jutaan hingga Rp12 Jutaan, Ini Daftarnya

HP Infinix Terbaru 2026 dari Rp1 Jutaan hingga Rp12 Jutaan, Ini Daftarnya

Lifestyle7 jam lalu
Rumah123 Ungkap Tren Rumah Tapak di Subang, Harga Penawaran Tembus Rp1,5 Miliar

Rumah123 Ungkap Tren Rumah Tapak di Subang, Harga Penawaran Tembus Rp1,5 Miliar

Lifestyle8 jam lalu
Polda Metro Jaya Hapus Postingan Sumpah Pemuda di Instagram? Ini Informasi yang Beredar

Polda Metro Jaya Hapus Postingan Sumpah Pemuda di Instagram? Ini Informasi yang Beredar

Nasional8 jam lalu
Subang Fest Vol.15 Kembali Digelar Akhir Oktober, Gandeng Komunitas Otomotif

Subang Fest Vol.15 Kembali Digelar Akhir Oktober, Gandeng Komunitas Otomotif

Lifestyle9 jam lalu