Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Polisi Evakuasi Dua Jasad Pria di Dua Tempat Berbeda, Satu Tanpa Identitas, Ini Ciri-cirinya

I
Indrawan SetiadiEditor: Indrawan Setiadi
|15:03 WIB
Bagikan:
Polisi Evakuasi Dua Jasad Pria di Dua Tempat Berbeda, Satu Tanpa Identitas, Ini Ciri-cirinya
Petugas Inafis Polres Purwakarta bersama petugas Polsek Purwakarta saat mengevakuasi jenazah korban. Foto: Dok Polres Purwakarta. ADAM SUMARTO/PASUNDAN EKSPRES

PURWAKARTA-Warga Kelurahan Ciseureuh, Kecamatan/Kabupaten Purwakarta digegerkan dengen penemuan sesosok mayat laki-laki tanpa identitas yang tergeletak di Halte Sadang, Kamis (12/6) pagi. 

Petugas Polsek Purwakarta Kota yang menerima laporan masyarakat terkait penemuan mayat tersebut bergegas mendatangi lokasi atau tempat kejadian perkara.

Kapolsek Purwakarta Kota Kompol Marsono mengatakan, saat ditemukan mayat pria yang diduga berusia 50 tahun itu tergeletak di depan Halte Sadang. 

"Awalnya, saksi yang bernama Yeti Susilawati (46) yang merupakan pedagang nasi uduk, hendak membuka warung untuk berjualan di sekitar lokasi," kata Marsono kepada wartawan.

Saksi, sambungnya, kemudian melihat korban dalam kondisi sudah tergeletak di depan Halte dengan posisi badan terlentang.

"Saksi mengira korban sedang tidur, namun ketika didekati korban tidak bergerak dan saksi menduga korban meninggal dunia. Selanjutnya saksi melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Purwakarta Kota melalui ketua RW setempat," ujar Marsono. 

Terkait penyebab meninggalnya pria tanpa identitas tersebut, Marsono menyebut belum bisa menjelaskan. Dugaan semetara korban meninggal karena sakit. 

"Penyebabnya masih dalam penyelidikan kami, tapi dugaan sementara diduga korban meninggal karena sakit," ucapnya. 

Marsono mengatakan selain masih menyelidiki penyebab pasti kematian, pihaknya juga sedang menelusuri identitas mayat tersebut. Sebab, saat ditemukan, tidak ada tanda pengenal pada tubuh mayat ini.

"Berdasarkan keterangan warga, pria tanpa identitas tersebut sudah berada di lokasi itu sekitar beberapa hari terakhir dan diperkirakan korban adalah pemulung yang kerap nongkrong di halte tersebut," katanya. 

Adapun untuk ciri-cirinya, kata dia, yaitu mengenakan baju lengan panjang berwarna abu-abu dan celana katun warna abu-abu serta ada sebuah karung didekat mayat tersebut. 

"Untuk ciri-ciri fisik yakni pria diperkirakan berusia 50 tahun dengan tinggi 153 centimeter, warna kulit sawo matang, rambut pendek beruban dan bertubuh kurus," ujar Marsono. 

Ia mengimbau kepada masyarakat yang mengenali ciri-ciri tersebut untuk segera melapor ke polisi.

Di hari yang sama, pihaknya juga menindaklanjuti laporan masyarakat terkait temu mayat lainnya di Kampung Sukamaju, Kelurahan Ciseureuh, Kecamatan/Kabupaten Purwakarta.

Jasad pria tersebut diketahui berinisial DAP (26) warga Desa Bukateja, Kecamatan Balap Pulang, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.

"Jenazah korban diketahui oleh seorang saksi yang tengah melintas di jalan tersebut. Saat itu, saksi bernama Ois Holisoh (45) sedang berjalan menggunakan sepeda motor," ucap Marsono.

Saat berada di TKP, lanjut dia, saksi melihat ada seorang laki-laki tersungkur tergeletak di tanah pinggir jalan. Lalu, saksi berhenti dan memberitahukan kepada saksi lainnya yang sedang bertugas di rel kereta.

Kemudian, kata dia, saksi mengecek keadaan korban, setelah itu melaporkan hal tersebut kepada Bhabinkamtibmas. Usai menerima laporan, personel Bhabinkamtibmas langsung menindaklanjuti dengan melakukan pemeriksaan bersama dengan Inafis Polres Purwakarta. 

"Hasilnya tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan. Berdasarkan keterangan dari orang tuanya, bahwa korban mempunyai riwayat sakit jantung," kata Marsono. 

Untuk pemeriksaan medis lebih lanjut, pihaknya bersama tim evakuasi membawa jenazah ke RSUD Bayu Asih Purwakarta. 

"Kemungkinan korban dalam kondisi pusing dan terjatuh. Dugaan sementara korban meninggal karena serangan jantung. Kalau dari pemeriksaan luar tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan," ujarnya.(add)

Berita Terbaru

6 Fakta Kasus Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

6 Fakta Kasus Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

Headline14 menit lalu
Jadwal MotoGP Mandalika 2026 Hari Ini, Sabtu 10 Oktober: Kualifikasi hingga Sprint Race, Digelar Siang Ini

Jadwal MotoGP Mandalika 2026 Hari Ini, Sabtu 10 Oktober: Kualifikasi hingga Sprint Race, Digelar Siang Ini

Olahraga32 menit lalu
Kabut Asap Sumatera Bikin Singapura Diselimuti Polusi, PSI Tembus 160 Jelang F1 GP 2026

Kabut Asap Sumatera Bikin Singapura Diselimuti Polusi, PSI Tembus 160 Jelang F1 GP 2026

Headline51 menit lalu
Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Headline1 jam lalu
ADVERTISEMENT
6 Promo Tanggal Kembar 10.10 di Subang, Siap-siap Berburu yang Hemat!

6 Promo Tanggal Kembar 10.10 di Subang, Siap-siap Berburu yang Hemat!

Lifestyle1 jam lalu
7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

Lifestyle2 jam lalu
Rekomendasi Tempat Wisata Ramah Anak di Subang, Ada Berbagai Permainan Seru

Rekomendasi Tempat Wisata Ramah Anak di Subang, Ada Berbagai Permainan Seru

Lifestyle3 jam lalu
Program Jabar Sakola Resmi Diluncurkan, Bantu Tekan Angka Putus Sekolah

Program Jabar Sakola Resmi Diluncurkan, Bantu Tekan Angka Putus Sekolah

Jawa Barat4 jam lalu
Darurat Kekerasan di Sekolah, DPP AGPAII Desak Rekayasa Sosial Berbasis Sekolah Ramah Anak Masuk ke Dalam RUU Sisdiknas

Darurat Kekerasan di Sekolah, DPP AGPAII Desak Rekayasa Sosial Berbasis Sekolah Ramah Anak Masuk ke Dalam RUU Sisdiknas

Headline4 jam lalu
Ibu Kota Nusantara, Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027

Ibu Kota Nusantara, Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027

Nasional11 jam lalu