Polisi Usut Dugaan Kelalaian Tragedi Sisingaan Maut di Bekasi

PASUNDANEKSPRES.ID - Kepolisian mulai mengusut dugaan kelalaian dalam peristiwa tragis yang menewaskan tiga kru kesenian Sisingaan Alan Grup Dewa Tarompet asal Kabupaten Subang di Kampung Cibeureum, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Selasa (2/6/2026) lalu.
Sejumlah pihak kini diperiksa guna mengungkap penyebab pasti insiden yang diduga berkaitan dengan kabel listrik yang menjuntai rendah di lokasi kejadian.
Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Sumarni, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan PLN serta meminta keterangan dari berbagai pihak yang terlibat, mulai dari penyelenggara acara, pemilik grup sisingaan hingga pihak perusahaan listrik.
Menurutnya, penyelidikan dilakukan untuk memastikan ada atau tidaknya unsur kelalaian yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
“Ya, kami sudah berkoordinasi dengan manajer PLN di Kabupaten Bekasi terkait kejadian ini. Selain itu, kami juga meminta keterangan dari masing-masing pihak, baik pemilik acara, pemilik sisingaan, maupun dari pihak PLN terkait kabel tersebut,” kata Sumarni.
Sumarni mengakui masih terdapat sejumlah titik di wilayah Kabupaten Bekasi yang memiliki kabel utilitas menjuntai rendah dan berpotensi membahayakan masyarakat.
Karena itu, pihaknya meminta PLN segera melakukan evaluasi dan penataan jaringan kabel demi mencegah kejadian serupa terulang.
“Saya sudah menghubungi pihak PLN untuk memberikan perhatian terhadap hal ini, menertibkan kabel-kabel yang menjuntai supaya tidak membahayakan warga masyarakat,” ungkapnya.
Selain meminta penataan infrastruktur, Sumarni juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat menyelenggarakan kegiatan di jalan umum, khususnya yang melibatkan perangkat atau konstruksi berketinggian yang berpotensi bersentuhan dengan jaringan listrik.
“Kami meminta masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan yang melebihi batas atau over volume agar tidak terjadi hal-hal fatal seperti ini,” tegas Sumarni.
Perwakilan Rombongan Sisingaan Subang Buka Suara
Sementara itu, pimpinan Alan Grup Dewa Tarompet, Sudirman, menilai kondisi kabel udara di Kabupaten Bekasi perlu menjadi perhatian serius. Ia membandingkan kondisi tersebut dengan Kabupaten Subang yang selama ini menjadi daerah asal kesenian sisingaan.
Menurut Sudirman, jaringan kabel di wilayah Subang umumnya dipasang lebih tinggi sehingga relatif aman bagi kegiatan arak-arakan kesenian tradisional yang menggunakan properti berukuran besar dan tinggi.
“Ini menjadi evaluasi bersama. Di Subang hampir tidak ada kondisi seperti ini. Kabel-kabel di jalan umumnya dipasang tinggi. Kalau di Kabupaten Bekasi, banyak yang pendek-pendek meski berada di jalan besar,” ujarnya.
Meski demikian, Sudirman menyebut pihak keluarga korban telah menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan memilih menempuh jalan musyawarah tanpa menuntut pihak tertentu.
“Korban dan keluarga menyampaikan bahwa kejadian ini merupakan musibah dan kecelakaan. Tidak akan menuntut. Kami juga berterima kasih kepada Polsek Cikarang Utara yang telah memfasilitasi musyawarah ini,” ungkapnya.
Diketahui, tiga korban meninggal dunia telah dimakamkan di kampung halamannya di Kabupaten Subang pada Rabu (3/6/2026). Sementara dua korban lainnya yang sempat mengalami sengatan listrik dan menjalani perawatan medis kini telah kembali ke Subang untuk menjalani rawat jalan.
“Dua orang sudah pulang ke Subang dan saat ini masih dalam proses pemulihan,” pungkas Sudirman.(cdp/ysp)
